Zulkifli M Nuh
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Meaningful Instructional Design (MID) terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis berdasarkan Self Regulated Siswa SMP/MTs Resty Fauziah; H Hasanuddin; Zulkifli M Nuh
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.705 KB) | DOI: 10.24014/juring.v2i3.8073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Meaningful Instructional Design (MID) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis berdasarkan self regulated siswa SMP/MTs. Penelitian ini mengunakan desain faktorial. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tambang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-4 sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep matematis. Teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu uji-t dan anova dua arah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang diterapkan model pembelajaran MID dengan siswa yang diterapkan pembelajaran konvensional. (2) Terdapat perbedaan pemahaman konsep matematis siswa yang memiliki self regulated pada kelas eksperimen dan siswa yang memiliki self regulated pada kelas kontrol. (3) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran MID dengan self regulated terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Secara umum model  pembelajaran MID erpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis berdasarkan self regulated siswa SMP Negeri 3 Tambang.
PENDAMPINGAN SPIRITUAL BERBASIS KOMUNITAS UNTUK MEMBERDAYAKAN ANAK-ANAK MINORITAS MUSLIM Muslim Afandi; Zulkifli M Nuh; Muhlasin Muhlasin; Imam Hanafi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39750

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat resiliensi dan identitas keagamaan anak-anak Muslim yang hidup sebagai kelompok minoritas di Kampung Penyengat, Kabupaten Siak. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Asset-Based Community Development (ABCD). Pendekatan PAR diterapkan melalui identifikasi masalah, perencanaan partisipatif, pelaksanaan tindakan, dan refleksi bersama, sedangkan ABCD dilakukan melalui pemetaan dan optimalisasi aset lokal berupa surau, tokoh agama, orang tua, dan guru agama. Kegiatan melibatkan 5 anak Muslim sebagai peserta utama, dengan dukungan 1 tokoh agama, 2 orang tua, dan 1 guru agama Islam, serta dilaksanakan melalui 8 sesi pendampingan spiritual selama 4 minggu. Program mencakup storytelling berbasis sirah nabawiyah, role play, latihan dzikir sebagai teknik regulasi emosi, dan pembentukan kelompok dukungan sebaya “Sahabat Penyengat”. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan indikator keberhasilan meliputi peningkatan kepercayaan diri, keberanian berinteraksi sosial, kemampuan mengekspresikan identitas keagamaan, partisipasi dalam aktivitas spiritual, dan terbentuknya dukungan sosial komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta memperlihatkan peningkatan keberanian dalam berinteraksi sosial dan mengekspresikan identitas keagamaan secara lebih terbuka dibandingkan sebelum program. Selain itu, keterlibatan peserta dalam aktivitas spiritual meningkat, serta terbentuk kelompok “Sahabat Penyengat” yang berfungsi sebagai ruang aman dan dukungan sebaya berkelanjutan. Keterlibatan orang tua, guru agama, dan tokoh agama juga memperkuat modal sosial komunitas dalam mendukung perkembangan anak-anak Muslim minoritas. Temuan ini menegaskan bahwa pendampingan spiritual berbasis komunitas merupakan model pemberdayaan yang efektif untuk memperkuat resiliensi dan identitas keagamaan anak Muslim minoritas dalam masyarakat heterogen.Abstract: This community service activity aims to strengthen resilience and religious identity among Muslim children living as a minority in Kampung Penyengat, Siak Regency. The program was implemented using a Participatory Action Research (PAR) approach and Asset-Based Community Development (ABCD). PAR was applied through problem identification, participatory planning, action implementation, and joint reflection, while ABCD was carried out by mapping and optimizing local assets such as the surau (prayer hall), religious leaders, parents, and religious teachers. The activity involved five Muslim children as the main participants, supported by one religious leader, two parents, and one Islamic religious teacher, and was conducted over eight spiritual mentoring sessions across four weeks. The program included storytelling based on Sirah Nabawiyah (Prophetic biography), role-playing, zikr (remembrance) exercises as emotion-regulation techniques, and the formation of a peer support group called “Sahabat Penyengat” (Penyengat Friends). Evaluation was conducted through observation, interviews, and Focus Group Discussions (FGD), with success indicators including increased self-confidence, greater courage in social interactions, the ability to express religious identity, participation in spiritual activities, and the formation of social support within the community. The results showed that all participants demonstrated increased confidence in social interactions and expressed their religious identity more openly than before the program. Additionally, participants’ involvement in spiritual activities increased, and the “Sahabat Penyengat” group was established as a safe space and ongoing peer support network. The involvement of parents, religious teachers, and religious leaders also strengthened the community’s social capital in supporting the development of minority Muslim children. These findings affirm that community-based spiritual mentoring is an effective empowerment model to enhance resilience and religious identity among minority Muslim children in a diverse society.