Yusnaini Yusnaini
Department Of Sociology, Faculty Of Social And Political Sciences, Universitas Sriwijaya, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERAN PEER GROUP DALAM MEMBENTUK PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI, UNIVERSITAS SRIWIJAYA Jhulia Destisya; Yoyok Hendarso; Yusnaini Yusnaini
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.5.2.126-139

Abstract

Strategi Pemasaran Sosial Menabung Sampah di Bank Sampah Prabumulih Rudy kurniawan; Yusnaini Yusnaini; Abdul Gofur; Nurhasan Nurhasan
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.602 KB)

Abstract

This article aims to analyze the social marketing strategies carried out by Prabumulih's Waste Bank in inviting people to save garbage. This research using a qualitative descriptive approach, informants in this study were all managers of Prabumulih's Waste Bank. The results of this study showed that Prabumulih's Waste Bank does it through three approaches, namely a personal approach, a group approach, and a mass approach. The three approaches are in accordance with the concepts in marketing communication in marketing a product. Sorting out and saving is always delivered by Prabumulih Waste Bank to children and the community as a means of environmental education.Keywords: Social Marketing, Saving Waste, Waste Bank Artikel ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran sosial yang dilakukan oleh Bank Sampah Prabumulih dalam mengajak masyarakat untuk menabung sampah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian ini adalah seluruh pengelola Bank Sampah Prabumulih. Hasil penelitian menujukan bahwa dalam melakukan pemasaran sosial, Bank Sampah Prabumulih melakukannya melalui tiga pendekatan, yaitu pendekatan secara personal, pendekatan secara kelompok, dan pendekatan secara massa. Ketiga pendekatan tersebut sesuai dengan konsep dalam komunikasi pemasaran dalam memasarkan sebuah produk. Pilah dan tabung senantiasa disampaikan Bank Sampah Prabumulih kepada anak-anak dan masyarakat sebagai saranan pendidikan lingkungan hidup.Kata kunci: Pemasaran Sosial, Menabung Sampah, Bank Sampah
PERANAN USTADZ DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA DI DESA RAMBUTAN KECAMATAN RAMBUTAN BANYUASIN desya nurkarimah; Yusnaini Yusnaini; Rudy Kurniawan
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Jurnal Media Sosiologi (JMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47753/jms.v21i2.14

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah meneliti bagaimana bentuk kenakalan remaja di desa rambutan dan bagaimana Ustadz menyelesaikan kenakalan remaja. Penelitian ini kualitatif deskriptif yang menggambarkan data deskriptif fenomena dipelajari. Unit analisis data dalam penelitian ini adalah individu. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 22 orang yang terdiri dari Ustadz, kepala desa, remaja yang kenakalan dan orang tua remajanya sebagai pendukung informan. Penentuan informan didasarkan pada teknik purposive. Strategi penelitian yang digunakan adalah fenomenologi dengan teknik pengumpulan data dalam bentuk pengamatan, mendalam wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketunggasan remaja oleh remaja di desa Rambutan adalah nakal yang tidak bermoral dan asosial, yaitu mengembara, untuk lulus sekolah, untuk Merokok, untuk minum alkohol, untuk balap liar dan perjudian. Kemudian kenakalan yang merupakan pelanggaran hukum yang pencurian dan perkelahian. peran Ustadz dalam menyelesaikan kenakalan remaja di desa Rambutan yang pertama, Ustadz menyelesaikan kerusakan yang amoral dan asosial dengan mendekati remaja dan mengawasi kenakalan remaja di lingkungan sekitar Ustadz Residence. Kedua, Ustadz menyelesaikan kejahatan yang tidak sah hanya dengan mengawasi tindakan remaja dan menengahkan jika ada remaja yang melakukan tindak pidana. Selain itu ada kegiatan yang dilakukan Ustadz untuk mencegah kenakalan remaja adalah bacaan untuk remaja dan mengembangkan setiap organisasi pemuda dan komunitas remaja
PERILAKU PENIPUAN TIPASANI (TIPU SANA-TIPU SINI) PADA MASYARAKAT DESA TULUNG SELUANG KECAMATAN TULUNG SELAPAN KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Syarifah Anisah; Alfitri Alfitri; Yusnaini Yusnaini
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Jurnal Media Sosiologi (JMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47753/jms.v21i2.15

Abstract

Kemajuan teknologi berupa alat komunikasi handphone berdampak positif bagi kehidupan yakni memberi kemudahan berkomunikasi antar keluarga, teman walaupun jaraknya jauh. Selain itu kemajuan teknologi ini juga memberikan dampak negatif yang timbul akibat dari faktor lain diluar kegunaan handphone yang seharusnya. Penelitian diadakan di Desa Tulung Seluang Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Teori yang digunakan adalah Asosiasi Diferensial dari Edwin H. Sutherland yang menjelaskan bahwa perilaku kejahatan dipelajari. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data diperoleh dari data primer melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap objek penelitian sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi. Penentuan informan berjumlah 15 orang yang meliputi 9 informan utama. Hasil penelitian ini menunjukkan, proses perilaku penipuan tipasani yaitu motif melakukan tipasani untuk mendapatkan uang dengan cara yang mudah. Dorongan dan rasionalisasi melakukan tipasani adalah minimnya laporan tertangkap oleh pihak berwajib, mudahnya akses untuk mempelajari tipasani, penerimaan masyarakat terhadap perilaku penipuan tipasani, pengakuan “Hebat” dari masyarakat jika berhasil menang tipasani dalam jumlah besar
Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata Danau Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir Siska yuliani; Alfitri Alfitri; Yusnaini Yusnaini
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Jurnal Media Sosiologi (JMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47753/jms.v22i2.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat melalui pengembangan pariwisata Danau Teluk Gelam di Desa Mulya Guna Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian ini menggunakan konsep partisipasi masyarakat menurut Margono Slamet. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Desain penelitian deskriptif kualitatif. Penentuan informan secara purposive. Unit analisis yang digunakan adalah masyarakat yaitu masyarakat yang tinggal di sekitar pariwisata dan pekerja di obyek wisata. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pemeriksaan dan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi partisipasi terdiri dari 3 faktor yakni 1) Kesempatan berpartisipasi: usia, pekerjaan dan penghasilan dan tingkat pendidikan; 2) Kemampuan berpartisipasi: memberikan ide dan menyumbangkan tenaga; dan 3) Kemauan berpartisipasi: diri sendiri (intern) dan luar diri (ekstern).
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KECAMATAN ILIR TIMUR III PALEMBANG fadilah aidil fitri; Mulyanto Mulyanto; yusnaini yusnaini
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Jurnal Media Sosiologi (JMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47753/jms.v23i2.40

Abstract

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah kekerasan dalam rumah tangga, fokus isu pada latar belakang terjadinya kekerasan dalam rumah tangga serta bentuk-bentuk kekerasan yang dilakukan di Kecamatan Ilir Timur III Palembang. Penelitian ini menggunakan konsep kekerasan dalam rumah tangga Moerti Hadiati Soeroso. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan informan 6 korban kekersan, 4 informan pendukung dan 5 informan kunci. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Hasil penelitian mengetahui apa yang menjadi latar belakang KDRT yaitu perselingkuhan, ekonomi, masalah anak, suami egois, dan faktor orang tua. Bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga ialah kekerasan fisik, ekonomi, psikis serta kekerasan seksual.
TEKANAN SOSIAL KAUM WARIA DI KOTA PALEMBANG Sakyra Vahsyeli; Yusnaini Yusnaini; Eva Lidya
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Jurnal Media Sosiologi (JMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47753/jms.v23i2.41

Abstract

Artikel ini berjudul "Jaringan Sosial Pedagang Pecel Lele di Kota Palembang (Studi di Kecamatan Ilir Barat 1). Tujuan dari artikelini adalah menggambarkan Struktur jaringan sosial pedagang pecel lele di Kota Palembang (Studi di Kecamatan Ilir Barat 1). Desain artikelmenggunakan kuantitatif deskriptif dengan metode Analisis Jaringan Sosial (Social Network Analysis/ SNA). Responden pada pnelitian ini ditentukan menngunakan metode snowball Sampling yang dilakukan dengan wawancara ke pedagang pecel lele di Kota Palembang menggunakan instrumen kuesioner. Data yang diperoleh pada artikel ini dianalisis menggunakan perangkat lunak Ucinet 6.0 dengan output berupa sosiogram dan data statistic. Hasil artikel menunjukkan bahwa aktor yang berperan penting adalah Bagus, Kushodin, Ari MZ,Ian, Atik, Maman dan Sri. Terdapat 9 klik (clique) dengan komponen dalam jaringan sebanyak 34, komponen terbesar dengan ukuran 8. Pedagang pecel lele di Kecamatan Ilir Barat I paling banyak mendapatkan bahan baku ayam, bebek, lele nila, gurame, udang, kerang, kepiting, tahu, tempe dan sayur mayur dari Pasar Palimo. Bahan baku cumi-cumi paling banyak didapatkan dari Pasar 26. Kesimpulan dari artikel ini adalah banyak aktor yang tidak saling mengenal namun tingkat keeratan sangat tinggi.