Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Konsep Diri Siswa Dalam Belajar Melalui Teknik Modeling Dalam Bimbingan Kelompok Subardi, Subardi
KES Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : KES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari oleh hasil observasi tentang catatan guru BK sebagai kolaborator peneliti, bahwa pada kelas VII B MTs Al Muttaqin diketemukan beberapa siswa yang memiliki konsep diri dalam belajar yang masih rendah, diantaranya beberapa siswa tersebut kurang serius dan fokus dalam mengikuti pembelajaran sehingga prestasinya rendah. Konsep diri perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan keimanan dan ketakwaan untuk membentuk sikap religiusnya yang mampu memberikan daya tangkal terhadap pengaruh budaya yang tidak baik agar mampu menkonsep dirinya terutama dalam belajar. Sehingga pihak sekolah perlu memberikan bantuan dan tindakan kepada siswa tersebut supaya mampu memiliki konsep diri yang baik dalam belajar, tindakan tersebut berupa bimbingan kelompok dengan teknik modeling. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya konsep diri dalam belajar bagi siswa kelas VII B MTs Al Muttaqin Rengging Pecangaan Jepara, (2) Untuk meningkatkan konsep diri siswa dalam belajar melalui teknik modeling dalam layanan bimbingan kelompok di MTs tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1) Faktor-faktor apa yang menyebabkan siswa MTs Al Muttaqin kelas VII B mempunyai konsep diri yang rendah dalam belajar? (2) Apakah dengan melalui teknik modeling dalam layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan konsep diri siswa MTs Al Muttaqin kelas VII B dalam belajar? Metode penelitian ini menggunakan dua siklus, dan dari setiap siklus terdiri dari : (1) Tahap perencanaan, tahap ini berisi tentang persiapan peneliti untuk menyusun beberapa rencana yang akan dilaksanakan pada layanan bimbingan kelompok bersama dengan kolabolator; (2) Tahap tindakan, tahap ini merupakan pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok yang telah dipersiapkan pada tahap perencanaan; (3) Tahap observasi, tahap ini merupakan tahap pengamatan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok baik untuk pengamatan guru BK maupun siswa di dalam proses layanan bimbingan kelompok; dan (4) Tahap refleksi yaitu tahap analisis yang dilakukan oleh peneliti dan kolabolator untuk  mengetahui tingkat keberhasilan konsep diri siswa dalam belajar. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling dapat meningkatkan konsep diri siswa dalam belajar. hal ini ditunjukkan pada tingkat konsep diri siswa yang mengalami peningkatan mulai pra siklus, siklus I, dan siklus II. Pada pra siklus konsep diri siswa berada pada kategori sangat kurang dengan prosentase 45%, pada siklus I mengalami peningkatan pada prosentase 70% dan termasuk pada kategori cukup baik, dan pada siklus II meningkat pada prosentase 87% dan termasuk pada kategori sangat baik. Kata Kunci : Konsep diri, bimbingan kelompok, modeling
PENGARUH PENAMBAHAN PARTIKEL CHROMIUM TERHADAP KEKERASAN ALUMINA YANG MENGANDUNG 20%BERAT SILIKA Subardi, Subardi
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan partikel chromium terhadap kekerasan alumina yang mengandung 20% berat silica. Komposit matrik alumina keramik (Al2O3) yang mengandung 20 % berat silica (SiO2) diperkuat dengan 0, 3, 6, 9, 12 dan 15 % volume partikel chromium (Cr) telah dibuat dengan metode pressureless sintering. Masing-masing komposisi di-mixing dengan proses basah (dengan alkohol) selama 5 jam, dikeringkan selama 24 jam pada temperatur kamar dan dilanjutkan dengan mixing kering selama 5 jam. Pembuatan spesimen berbentuk silindris (diameter d = 15 mm; tebal t = 5 mm) dilakukan dengan uniaxial-pressing pada tekanan 120 MPa. Sintering dilakukan di lingkungan argon dengan laju pemanasan 3oC/menit sampai 800oC dan ditahan selama 30 menit, kemudian dinaikkan dengan laju pemanasan 5oC/menit hingga temperatur 1450oC dan ditahan selama 60 menit. Pendinginan dilakukan di dalam furnace dengan cara mematikan power kefurnace. Kondisi komposist mengalami tegangan radial tarik sedangkan tegangan tangensial tekan. Pengujian kekerasan Vickers dengan beban 153,2 N menunjukkan penurunan kekerasan bahan dari 892 MPa (tanpa penguat Cr) menjadi 329 MPa (komposit dengan 15 % volume Cr). Porositas pada permukaan keramik komposit Al2O3 - SiO2 /12% Vol Cr pada suhu 1450 masih cukup besar.
HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI DALAM PROSES PEMBELAJARAN DENGAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SMP NEGERI 1 MELUHU KELAS VIII KECAMATAN MELUHU subardi, subardi
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi (Januari 2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.718 KB) | DOI: 10.36709/jppg.v3i1.9132

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan atau tidak antara interaksi dalam proses pembelajaran dengan hasil belajar IPS siswa. Variabel dalam penelitian ini adalah interaksi pembelajaran sebagai variablebebas (X) sedangkan hasil belajar IPS siswa variable terikat (Y) Penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan populasi seluruh siswa.Sampel penelitian dengan menggunakan proportional random sampling yang berjumlah 46 orang. Hasil penelitia ini menunjukan uji signifikan diperolehuji-F dengan nilai F-hitung yaitu sebesar 53,350 dengan nilai F-tabel 4,03(F-hitung> F –tabel) atau tingkat signifikan F sebesar 0,000 <pada α=0,05, variable interaksi pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap hasil belajarsiswa. Regresi Linier Sederhana dapat diuraikan bahwa koefiesien regresi untuk variable interaksi pembelajaran adalah 0,548 kali, dapat diartikan terdapat hubungan yang positif antara interaksi pembelajaran dengan hasil belajar IPS akan mengalami kenaikan 0,548 kali. Ada hubungan antara interaksi pembelajaran dengan hasil belajar IPS siswayang mencapai 54,8% artinya ada hubungan yang signifikan positif antara interaksi dalam proses pembelajaran dengan hasil belajar IPS. Dengan demikian terdapat hubungan antara interaksi dalam proses pembelajaran dengan hasil belajar IPS siswa SMP Negeri 1 Meluhu. 
Pengaruh Layanan Bimbingan Klasikal Terhadap Kedisiplinan Belajar Lestari, Kiki Rizki Indah; Subardi, Subardi
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 4 No. 02 (2023): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Classical service guidance is very important for students especially in helping to provide understanding to students so as not to do learning indiscipline. This is consistent with the purpose of the service classical guidance, which aims to help students to have understanding of himself and being able to develop skills for identify responsibilities or sets of behaviors that are appropriate for adjustment to the environment, and able to overcome the problem Alone. The purpose of this study is to determine the effect of service classical guidance on student learning discipline in SMA Negeri 1 Jebus. This research uses descriptive quantitative research. Technique data collection used in this study is a questionnaire (questionnaire) and documentation. While the data analysis technique used is analysis simple linear regression and the sample in this study totaled 35 participants educate. The results obtained from the study of the influence of classical guidance services on the learning discipline of students at SMA Negeri 1 Jebus shows that there is an influence of classical guidance services on discipline learn students. Great influence of classical services on discipline student learning by 28.8%. This is shown by the research results obtained significant value is 0.001 and the probability value in this study is 0.05. If the value sig0.001<0.05, then it can be stated that Ha is accepted and Ho is rejected. Decision making can also be done with Ttable values ​​with Tcount. It can be seen that Tcount > Ttable. So from these results you can concluded that there is an influence of classical guidance services on student learning discipline of 28.8%.