Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati terhadap Status Kesehatan Keluarga nurul husnul lail; Aliffatma Erlindya Sayekti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.897 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v8i03.335

Abstract

Program Ketuk Pintu Layani dengan Hati merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan keluarga. Di Provinsi DKI Jakarta kasus TB meningkat menjadi 35.733 (9,9%) kasus/tahun dari 360.770 kasus/tahun di seluruh Indonesia; dan untuk AIDS di tahun 2017 turun menjadi 423 (9,28%) kasus/tahun dari 4.555 kasus/tahun di seluruh Indonesia. Status kesehatan yang buruk dapat mengakibatkan masyarakat rentan terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program KPLDH terhadap status kesehatan keluarga. Jenis penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain case control. Penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling dengan jenis purposive sampling, yaitu sebanyak 50 responden. Pengambilan data dengan instrument lembar kuesioner. Data dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan metode Paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis univariat pre-test kelompok eksperimen 13 (54%) responden berstatus keluarga pra sehat dan pada post-test terdapat 17 (68%) responden berstatus keluarga sehat. Sedangkan pada kelompok kontrol, hasil pre-test dan post-test tidak ada perubahan, yaitu 15 (60%) responden berstatus keluarga pra sehat. Ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi menggunakan program KPLDH terhadap status kesehatan keluarga pada kelompok eksperimen dan kontrol dengan P value = 0,001. Program KPLDH ini dapat meningkatkan status kesehatan keluarga, tetapi masih banyak yang belum mengetahui program ini. Diharapkan Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru dapat melakukan kemitraan dengan kader kesehatan serta tokoh masyarakat untuk membantu dalam memperlancar kegiatan pendataan keluarga.
Pengaruh Program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati terhadap Status Kesehatan Keluarga nurul husnul lail; Aliffatma Erlindya Sayekti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v8i03.335

Abstract

Program Ketuk Pintu Layani dengan Hati merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan keluarga. Di Provinsi DKI Jakarta kasus TB meningkat menjadi 35.733 (9,9%) kasus/tahun dari 360.770 kasus/tahun di seluruh Indonesia; dan untuk AIDS di tahun 2017 turun menjadi 423 (9,28%) kasus/tahun dari 4.555 kasus/tahun di seluruh Indonesia. Status kesehatan yang buruk dapat mengakibatkan masyarakat rentan terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program KPLDH terhadap status kesehatan keluarga. Jenis penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain case control. Penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling dengan jenis purposive sampling, yaitu sebanyak 50 responden. Pengambilan data dengan instrument lembar kuesioner. Data dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan metode Paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis univariat pre-test kelompok eksperimen 13 (54%) responden berstatus keluarga pra sehat dan pada post-test terdapat 17 (68%) responden berstatus keluarga sehat. Sedangkan pada kelompok kontrol, hasil pre-test dan post-test tidak ada perubahan, yaitu 15 (60%) responden berstatus keluarga pra sehat. Ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi menggunakan program KPLDH terhadap status kesehatan keluarga pada kelompok eksperimen dan kontrol dengan P value = 0,001. Program KPLDH ini dapat meningkatkan status kesehatan keluarga, tetapi masih banyak yang belum mengetahui program ini. Diharapkan Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru dapat melakukan kemitraan dengan kader kesehatan serta tokoh masyarakat untuk membantu dalam memperlancar kegiatan pendataan keluarga.
Empowering Pregnant Women Through Beetroot and Red Guava Juice Utilization for Anemia Prevention at Jamilah Independent Midwifery Practice South Jakarta Frenta Helena Simaibang; Rukmaini; Aliffatma Erlindya Sayekti; Anggraeni; Dedeh Desi; Hanifatul Amalia; Puji Astuti
International Journal of Community Services Vol. 4 No. 1 (2026): InJCS Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Rajaki of Tulip Medika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61777/injcs.v4i1.93

Abstract

Background: Anemia during pregnancy remains a major public health concern associated with an increased risk of adverse maternal and fetal outcomes. Prevention strategies should not rely solely on Iron and Folic Acid (IFA) supplementation, but also on adequate nutritional intake. Beetroot (Beta vulgaris) and red guava (Psidium guajava) are rich in iron-supporting nutrients, vitamin C, folate, and antioxidants, making them potential dietary complements for anemia prevention. Objective: This community service program aimed to improve pregnant women's knowledge and practical skills regarding anemia prevention through health education and demonstrations on preparing beetroot and red guava juice. Methods: The program was conducted at Jamilah Independent Midwifery Practice, South Jakarta, Indonesia, involving 15 pregnant women. The intervention consisted of health education, demonstrations and hands-on practice in preparing beetroot and red guava juice, interactive discussions, individual consultations, distribution of educational leaflets, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. Participants' practical skills were also assessed through direct observation.Results: The educational intervention resulted in a marked improvement in participants' knowledge. The mean knowledge score increased from 61.7 in the pre-test to 87.7 in the post-test, representing an average increase of 26.0 points (42.1%). In addition, 14 participants (93.3%) successfully prepared beetroot and red guava juice independently according to the demonstrated procedures. Participants also understood that beetroot and red guava juice should be consumed as part of a balanced diet and serves as a dietary complement rather than a substitute for routine Iron and Folic Acid (IFA) supplementation recommended during pregnancy. Conclusion: This community service program effectively improved pregnant women's knowledge and practical skills related to anemia prevention through the utilization of beetroot and red guava juice. Integrating nutrition education with practical demonstrations may strengthen healthy dietary behaviors among pregnant women and support ongoing efforts to reduce the risk of anemia during pregnancy.