Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Juripol

PEMBINAAN DAN PENYULUHAN BAHASA INDONESIA: PEMBINAAN DAN PENYULUHAN BAHASA INDONESIA ROSTINA ROSTINA
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 4 No. 1 (2021): Juripol Volume 4 nomor 1 tahun 2021
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v4i1.10960

Abstract

Pusat bahasa selalu mengadakan pembinaan serta penyuluhan bahasa ke berbagai instansi pemerintah dan swasta di berbagai daerah. Penyuluhan itu bisa dilakukan secara langsung (bersemuka) atau secara tidak langsung (melalui media massa). Adapun tujuan pembinaan serta penyuluhan merupakan suatu upaya untuk mempengaruhi masyarakat agar masyrakat menerima hasil-hasil pengembangan bahasa. Sikap bangga terhadap bahasa Indonesia perlu terus ditanamkan dalam setiap dada masyarakat Indonesia, sebab bahasa Indonesia telah terbukti ikut ambil dalam mempersatukan bangsa ini. Pada saatnya nanti bahasa Indonesia benar-benar akan menjadi jatidiri bangsa yang dapat dibanggakan. Oleh sebab itu, pembinaan serta penyuluhan bahasa Indonesia merupakan salah satu usaha dalam pengembangan bahasa perlu lebih lagi ditingkatkan.
PENGEMBANGAN PARAGRAF DALAM MENULIS SEBUAH TULISAN rostina rostina
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 4 No. 2 (2021): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v4i2.11063

Abstract

Penggabungan kalimat yang berisi suatu gagasan utama atau ide pokok dan beberapa gagasan pendukung adalah arti paragraf. Menurut KBBI, paragraf adalah bagian bab dalam suatu karangan, yang biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru. Dalam mengungkapkan pikiran menjadi kalimat dalam bahasa ilmiah, tidak boleh sembarangan dan ini menjadikan kesulitan bagi beberapa orang, sebab ada perbedaan antara paragraf dan kalimat. Suatu kalimat dalam tulisan tidak berdiri sendiri, melainkan kait-mengait dalam kalimat lain yang membentuk paragraf, paragraf sebuah karangan yang membangun satuan pikiran sebagai pesan yang disampaikan oleh penulis dalam tulisan atau karangannya. Paragraf adalah suatu bentuk bahasa yang diperoleh dari hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam sebuah paragraf perlu adanya kesatuan dan kepaduan, dan ini sangatlah penting. Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam paragraf membicarakan gagasan tunggal,atau hanya satu gagasan. Kepaduan berarti seluruh kalimat dalam paragraf yang saling berkaitan. Paragraf diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari sudut pandang komposisi. pembicaraan tentang paragraf sebenarnya ssudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab formal yang sederhana boleh saja hanya terdiri dari satu paragraf. Jadi, tanpa kemampuan menyusun paragraf, tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan ataupun tulisan.
PENGGUNAAN KALIMAT IMPERATIF OLEH DOSEN DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA rostina rostina
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 1 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i1.11308

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Mampu mendeskripsikan klasifikasi kalimat imperatif oleh dosen dan mampu mendeskripsikan bentuk kalimat imperatif oleh dosen. Objek penelitian ini adalah kalimat imperatif oleh dosen dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia. Sumber data pada penelitian ini adalah tuturan dosen yang mengajar. Penelitian ini dilakukan dengan teknik rekam, simak dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan metode padan referensial, yaitu metode yang alat penentunya diluar, terlepas, dan tidak menjadi bagian dari bahasa yang bersangkutan. Hasil penelitian ini menunjukkan klasifikasi kalimat imperatif dan bentuk kalimat imperatif dalam kegiatan pembelajaran bahasa indonesia. Klasifikasi kalimat imperatif berbahasa oleh dosen ditemukan, (1) penggunaan kata nah, jadi, dan perhatikan pada kalimat imperatif permintaan, (2) penggunaan kata silahkan (EYD = silakan) pada kalimat imperatif pemberian izin, (3) kalimat imperatif ajakan menggunaan kata nah, jadi, dan maka diikuti penekanan penutur kata kita pada kalimat. Bentuk kalimat imperatif berbahasa dalam penelitian ini berjumlah 46, diantaranya 2 kalimat imperatif biasa, 15 kalimat imperatif permintaan, 4 kalimat imperatif pemberian izin, 13 kalimat imperatif ajakan, dan 12 kalimat imperatif suruha
ETIKA BERBAHASA DALAM TRANSAKSI JUAL BELI rostina rostina
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 2 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i2.11692

Abstract

Bahasa digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dan berfungsi untuk menjalin hubungan, memelihara, serta menjalin keakraban antara penuturnya. Bahasa yang ada di pasar sangat beragam dalam penggunaannya, hal tersebut dikarenakan penutur yang heterogen dan memiliki latar belakang sosial dan kebiasaan yang berbeda. Keberadaan masyarakat yang memiliki bahasa yang beragam membuat bangsa ini kaya akan keragaman bahasa yang digunakan. Keragaman bahasa biasanya dipengaruhi oleh penggunaan dari penutur dan mitra tutur. Pemakaian suatu bahasa terjadi dalam masyarakat tutur. Menurut Fishman (dalam Chaer dan Leoni, 2010:36), masyarakat tutur merupakan masyarakat yang setidaknya mengenal satu variasi bahasa dan norma yang sesuai penggunaannya. Bahasa dan penggunaannya di dalam masyarakat tidak diamati secara individu, tetapi dihubungkan dengan suatu kegiatan yang ada di dalam masyarakat tersebut. Oleh karena itu, masyarakat dan bahasa merupakan satu kesatuan yang berhubungan erat dan saling membutuhkan satu sama lain. Tanpa bahasa, komunikasi antara seorang individu dengan individu lainnya tidak akan berlangsung dengan baik.