This Author published in this journals
All Journal Jurnal Natural
Khristian Enggar Pamuji
Jurusan Fisika FMIPA UNIPA

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENENTUAN KEDALAMAN SUMUR BOR BERDASARKAN DATA GEOLISTRIK RESISTIVITAS DI BEBERAPA KAMPUNG DI KABUPATEN FAK-FAK Khristian Enggar Pamuji
Jurnal Natural Vol. 14 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v14i1.11

Abstract

Geoelectrical Resistivity method is a geophysical method that can be used to determine subsurface geology based on rock resistivity image. Resistivity survey has been done in some villages, in Fak Fak Regency, West Papua Province. The measurement method that used is sounding, whereas electrode configuration used is Dipole-dipole configuration with a stretch of 100 -150 m. The data obtained are then processed by Progress Res2Dinv. The results of this survey obtained show that in the resistivity sounding measurement point found any good groundwater aquifers, as the water source of drilled well. Water layer with the thickness between 1-3 m at the surface (alluvial) is a rain water infiltration that is not recommended to make boreholes at this point.
ANALISIS MORFOMETRI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) MUARI DI KABUPATEN MANOKWARI SELATAN Khristian Enggar Pamuji; Oktaviyanti A. Lestari; Rosalina R. Mirino
Jurnal Natural Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Natural
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v16i1.59

Abstract

Morfometri pada DAS merupakan ukuran kuantitatif karakteristik DAS yang terkait dengan aspek geomorfologi suatu daerah. Morfometri DAS juga digunakan untuk menyatakan keadaan jaringan alur sungai secara kuantitatif. Keadaan yang dimaksud antara lain meliputi aspek linier, aspek area dan aspek relief. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik DAS berdasarkan morfometri di DAS Muari Kabupaten Manokwari Selatan. Metode yang digunakan didapatkan dari pengolahan citra DEM-SRTM dan dipadukan dengan peta RBI melalui aplikasi ArcGIS (ArcMap 10.3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Muari terdiri dari 5 orde sungai dengan luas DAS 78.8 km2 (7880 ha), keliling DAS 44.7 km, kerapatan drainase 2.25, frekuensi sungai 3.2, tekstur drainase 5.7, rasio lingkaran 0.50, faktor bentuk 3,29, rasio elongasi 2.05 dan rasio relief 0.4. Berdasarkan analisis morfometri, DAS Muari dikategorikan DAS sangat kecil, memiliki bentuk sungai yang memanjangdan memiliki relief yang tidak curam
ANALISIS NERACA AIR DAS MUARI DI DISTRIK ORANSBARI KABUPATEN MANOKWARI SELATAN Puji L. Mansnembra; Rosalina R. Mirino; Khristian Enggar Pamuji
Jurnal Natural Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Natural
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v16i1.60

Abstract

Penelitian tentang Analisis Neraca Air DAS Muari bertujuan mengetahui ketersediaan air di DAS Muari, kebutuhan air domestik dan non domestik serta neraca DAS Muari. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer berupa pengukuran pada penampang kering sungai untuk mengetahui kapasitas tampung sungai serta karakteristik DAS Muari, sedangkan data sekunder berupa data iklim (curah hujan bulanan, hari hujan, temperatur dan lama penyinaran selama 10 tahun terakhir dari tahun 2009-2018 yang diperoleh dari BMKG Manokwari Selatan), data kebutuhan domestik dan data kebutuhan non domestik. Data yang telah diperoleh kemudian diolah menggunakan MS. Excel dan Arcgis. Hasil dari pengolahan data untuk ketersediaan air DAS mantap diperoleh nilai sebesar 5.400.697,68 m3/tahun, untuk kebutuhan air domestik dan non domestik sebesar 4.578.872,45 m3/tahun. Dari nilai ketersediaan air dan kebutuhan air maka diperolehlah neraca air DAS Muari sebesar 821.825,23 m3/tahun, nilai ini menunjukkan bahwa DAS Muari mengalami surplus.
EVALUASI HIDROLOGI DAERAH ALIRAN SUNGAI WOSI DALAM MENGHADAPI CURAH HUJAN EKSTRIM Khristian Enggar Pamuji; Hardianti Hardianti
Jurnal Natural Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Natural
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v15i2.128

Abstract

Daerah Aliran Sungai Wosi merupakan DAS yang berada di Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Dalam dekade terakhir, DAS Wosi telah menjadi sumber bencana bagi sebagian penduduk yang tinggal di sekitar atau di daerah hilir sungai Wosi. Ketika curah hujan tinggi, Sungai Wosi tidak dapat menampung debit aliran air, sehingga bencana banjir tidak dapat dihindarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik DAS Wosi, menentukan kapasitas tampung maksimum sungai dan mengevaluasi peranan atau fungsi hidrologis DAS Wosi dalam mencegah banjir. Daerah penelitian berada di Daerah Aliran Sungai Wosi Kabupaten Manokwari. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data serta analisis data primer dan data sekunder. Data yang dikumpulkan berupa data curah hujan Manowkari, dimensi sungai dan data spatial tutupan lahan di DAS Wosi. Data-data tersebut kemudian digunakan untuk mengetahui karakteristik hidrologi sungai, debit puncak aliran dan kapasitas tapung maksimum sungai. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pada beberapa titik pengamatan, kapasitas tampung maksimum sungai lebih kecil dari debit puncak aliran permukaan. Debit puncak ini didominasi oleh aliran permukaan yang berasal dari daerah yang tertutup semak belukar/alang-alang. Meskipun tutupannya hanya 41 % dari total luasan DAS, namum semak belukar/alang-alang telah menyumbang 48 % dari total debit air yang masuk kedalam Sungai Wosi. Hasil evaluasi menunjukan bahwa fungsi hidrologis DAS Wosi sebagai penyangga kejadian puncak hujan dan pengendali banjir saat curah hujan lebat atau ekstrim kurang berfungsi dengan baik.
IDENTIFIKASI KAWASAN NILAI KONSERVASI TINGGI 4 (NKT 4) DI DAERAH ALIRAN SUNGAI WAFOR, KABUPATEN SUPIORI, PROVINSI PAPUA Khristian Enggar Pamuji
Jurnal Natural Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Natural
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v17i1.143

Abstract

Salah satu atribut dalan NKT adalah Kawasan yang memberikan jasa ekosistem dasar pada situasi yang kritis atau sangat penting. Suatu wilayah dapat dipertimbangkan sebagai NKT 4 jika berperan dalam melindungi atau menyediakan jasa ekosistem mendasar dalam situasi penting, termasuk perlindungan daerah tangkapan air dan kontrol erosi pada tanah rentan dan lereng. Saat ini telah dilakukan penilaian keberadaan NKT 4 Daerah Aliran Sungai (DAS) Wafor yang berada di Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Provinsi Papua. Sungai-sungai di DAS Wafor dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sebagai sumber air bersih. Sungai Wafor memiliki rasio relief rata-rata antara 0.04, namum dibeberapa tempat terutama bagian hulu, kemiringan lereng mencapai 30%-40%. Faktor bentuk (Form factor/ Rf) DAS Wafor memiliki nilai 0.62 atau bentuk DAS relatif membulat dan rasio elongasi sebesar 0.71. Daerah aliran sungai yang membulat, debit puncak datangnya lama, begitu juga penurunannya, sehingga dapat efektif dalam mengendalikan banjir.DAS Wafor memiliki kerapatan drainase (Dd) 1,03 km/km2, artinya setiap 1 km2 area DAS terpadat panjang total sungai 1,03 km. Kerapatan drainase ini termasuk kategori sedang. Hal ini tentunya akan sangat membantu dalam menghalangi penyebaran titik-titik api jika terjadi kebakaran hutan. Sedimentasi di Sungai Wafor termasuk kategori rendah atau < 50 mg/L. Dengan alur sungai rata-rata tidak lebih dari 20 km, maka dapat disimpulkan bahwa DAS tersebut bekerja efektif dalam mengendalikan erosi.
Studi Kelayakan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Di Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan Berdasarkan Bebarapa Parameter Fisik Ika Indrieaswati Ika Indrieaswati; Rosalina Rosina Mirino; Khristian Enggar Pamuji
Jurnal Natural Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Natural
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v18i2.191

Abstract

This study was aimed to determine the feasibility level of the final disposal site (TPA) based on physical aspects in the Oransbari District according to SNI 19-3241-1994 and SNI 03-3241-1994. The method used is descriptive with field observation techniques. Measurement starts from the groundwater level using geoelectric mapping: Types of rock and distance to faults based on geological maps: slope, distance to rivers, distance to shoreline, and distance to airports based on topographic maps; rainfall data from BMKG; flooded and protected areas. Based on the results of the analysis of 10 physical parameters with the accumulated assessment (scoring) that has been done that the candidate for the location of the Final Disposal Site (TPA) is in the second interval class, with a score of 161, so that the feasibility value of the landfill location is included in the interval class 129 – 224. and categorized as “Required Enough”..
PENDUGAAN KEBERADAAN AIR TANAH DENGAN DATA GEOLISTRIK DI KAMPUNG ANGGORI KABUPATEN MANOKWARI Ruth Grace Iriani Duwiri; Rosalina Rosina Mirino; Khristian Enggar Pamuji
Jurnal Natural Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Natural
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v18i2.201

Abstract

Estimation of the presence and depth of groundwater is carried out using the Geoelectrical resistivity method with a dipole-dipole configuration consisting of 5 measuring lines. The results of the research are as follows on track 1 there is an aquifer with a depth of about 13-20 m and track 2 has an aquifer with a depth of about 25-50 m where both of these lines have an aquifer that flows to the Unipa Water Pump. Track 3 is interpreted to a depth of 50 m and the results cannot show the presence of groundwater with the lowest resistivity (????) value reaching 140 m. On track 4, the resistivity value (????) is 40 m and it is suspected that there is an aquifer with an estimated depth of >50 m. Track 4 has a stretch of 160 m so that geoelectrical data are interpreted to a depth of 50 m. Track 5 can be interpreted to a depth of 63 m and the interpretation results cannot indicate the presence of aquifers or groundwater.