This Author published in this journals
All Journal Jurnal Natural
Hardianti Hardianti
Jurusan Fisika FMIPA UNIPA

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI HIDROLOGI DAERAH ALIRAN SUNGAI WOSI DALAM MENGHADAPI CURAH HUJAN EKSTRIM Khristian Enggar Pamuji; Hardianti Hardianti
Jurnal Natural Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Natural
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v15i2.128

Abstract

Daerah Aliran Sungai Wosi merupakan DAS yang berada di Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Dalam dekade terakhir, DAS Wosi telah menjadi sumber bencana bagi sebagian penduduk yang tinggal di sekitar atau di daerah hilir sungai Wosi. Ketika curah hujan tinggi, Sungai Wosi tidak dapat menampung debit aliran air, sehingga bencana banjir tidak dapat dihindarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik DAS Wosi, menentukan kapasitas tampung maksimum sungai dan mengevaluasi peranan atau fungsi hidrologis DAS Wosi dalam mencegah banjir. Daerah penelitian berada di Daerah Aliran Sungai Wosi Kabupaten Manokwari. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data serta analisis data primer dan data sekunder. Data yang dikumpulkan berupa data curah hujan Manowkari, dimensi sungai dan data spatial tutupan lahan di DAS Wosi. Data-data tersebut kemudian digunakan untuk mengetahui karakteristik hidrologi sungai, debit puncak aliran dan kapasitas tapung maksimum sungai. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pada beberapa titik pengamatan, kapasitas tampung maksimum sungai lebih kecil dari debit puncak aliran permukaan. Debit puncak ini didominasi oleh aliran permukaan yang berasal dari daerah yang tertutup semak belukar/alang-alang. Meskipun tutupannya hanya 41 % dari total luasan DAS, namum semak belukar/alang-alang telah menyumbang 48 % dari total debit air yang masuk kedalam Sungai Wosi. Hasil evaluasi menunjukan bahwa fungsi hidrologis DAS Wosi sebagai penyangga kejadian puncak hujan dan pengendali banjir saat curah hujan lebat atau ekstrim kurang berfungsi dengan baik.