Cyntia Ratna Sari
Program Studi Sarjana Terapan Gizi Klinis, Politeknik Kudus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Persepsi Ketidakcukupan ASI (PKA) pada Ibu Menyusui Cyntia Ratna Sari; Intan Permata Dewi
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 3 No 02 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v3i02.643

Abstract

Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif meningkatkan angka kesakitan dan kematian bayi. Persepsi ketidakcukupan ASI (PKA) menjadi salah satu penyebab kegagalan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses terjadinya PKA ibu bayi umur 0-6 bulan dan beberapa faktor yang berhubungan dengan PKA. Penelitian eksplanasi dengan pendekatan kualitatif dilakukan pada delapan ibu yang bertempat tinggal dalam wilayah kerja Puskesmas Winong I Kabupaten Pati. Data dianalisis dengan model Miles and Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu mempunyai PKA pada minggu pertama pasca persalinan. Semua ibu yang mempunyai PKA memberikan susu formula sebagai tambahan ASI. Tiga orang ibu memiliki asupan energi kurang dari nilai AKG. Sebagian besar ibu mengalami pertambahan berat badan selama hamil tidak sesuai dengan rekomendasi Institut Of Medicine (IOM). Terdapat dua proses terjadinya PKA yaitu PKA yang terjadi pada beberapa hari pasca persalinan atau selama pra-onset laktasi dan PKA yang didahului dengan pemberian MP ASI dini yang kemudian berlanjut dengan munculnya PKA pada ibu. Sebagian besar ibu memberikan makanan prelakteal. Semua ibu yang mengalami PKA memberikan pengganti ASI berupa susu formula.
Perbedaan Konsumsi Keberagaman Jenis Makanan terhadap Status Gizi Tenaga Kesehatan dan Non Tenaga Kesehatan Hanifah Maharani; Cyntia Ratna Sari
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 3 No 02 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v3i02.644

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan penyebab utama kematian di dunia yaitu sebesar 71% kematian di seluruh dunia. Faktor risiko penyebab terjadinya penyakit tidak menular adalah kurangnya mengonsumsi buah dan sayur. Konsumsi buah dan sayur di Indonesia belum mencapai bahkan setengah dari yang telah direkomendasikan. Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memilih menjadikan tenaga kesehatan sebagai role model mereka untuk hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsumsi keberagaman jenis makanan terhadap status gizi tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Analitik Observasional menggunakan rancangan cross sectional. Analisis data menggunakan independent ttest untuk mengetahui perbedaan skor keberagaman konsumsi makanan (DDS) dengan IMT pada tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. Sampel adalah tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan dengan teknik purposive sampling. Hasil uji Independent t-test menunjukkan nilai p<0.05 yang berarti terdapat perbedaan keberagaman konsumsi makanan dan status gizi tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan. Serta tidak terdapat korelasi yang positif antara DDS dengan status gizi (IMT). Keberagaman konsumsi makanan tenaga kesehatan lebih tinggi jika dibandingkan dengan non tenaga kesehatan. Tenaga Kesehatan memiliki status gizi normal lebih banyak dibandingkan dengan status gizi tenaga non Kesehatan. Sehingga tenaga kesehatan terbukti dapat menjadi role model bagi masyarakat.