Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kompetensi Sistem Reproduksi dalam Standard Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) 2012 pada Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2011 FK UII Dewi Retno; Yeny Dyah Cahyaningrum
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1635

Abstract

KBK 2011 FK UII merupakan kurikulum yang disusun dengan pendekatan spiral model kurikulum, yang berasal dari kompetensi SKDI dan masukan pakar departemen terkait. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi terhadap rancangan spiralitas kompetensi yang terimplementasi dalam KBK 2011 FK UII. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan meninjau ketercakupan daftar penyakit dan ketrampilan klinis yang harus dikuasai dokter umum sesuai dengan SKDI 2012 dalam KBK 2011. Data diambil dari implementasi kurikulum terkait kompetensi sistem reproduksi KBK 2011 dibandingkan dengan daftar penyakit dan ketrampilan klinis pada SKDI 2012. Daftar penyakit sesuai SKDI 2012 yang sudah tercakup padakurikulum KBK 2011 sebesar 99,94%, dan sebesar 0,06% materi yang belum tercakup. Ketrampilan klinis sesuai SKDI 2012 dengan tingkat kemampuan 4 sebesar 75,68% didapat melalui ketrampilan medik, dan 24,32% melalui kuliah dan tutorial. Sebagian besar (99,94%) kompetensi sistem reproduksi dalam SKDI 2012 sudah tercakup di dalam KBK 2011. Beberapa materi yang belum tercakup terutama level kompetensi 3 dan 4 diharapkan dapat ditambahkan dalam pembelajaran. [JKUnila. 2016; 1(2)]Keyword: spiral kurikulum, kompetensi, reproduksi
Gambaran Self Management Pasien Beresiko Stroke Dengan Pendekatan Teori Konservasi Myra Estrin Levine Di Wilayah Dukuh Tempuran Dusun Cangkring Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Vela Purnamasari; Dewi Retno Asmaul Nafita; Dewi Retno
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2091

Abstract

Penyakit – penyakit seperti hiperkolesterol, hiperglikemi, hipertensi, asam urat tinggi, kebiasaan merokok, penyakit jantung dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke. Apabila pasien mengeluh dengan kondisi tersebut mengakibatkan penurunan fungsi tubuh yang signifikan. Dengan kondisi tersebut perlunya self management pada penderita stroke untuk melakukan perawatan diri mandiri agar dapat mempertahankan kesehatan dan mencegah komplikasi pasien berisiko stroke. Kondisi ini sesuai dengan teori konservasi Myra Estrin Levine bertujuan menjaga konservasi energi, integritas struktural, pribadi, dan sosial. Penelitian bertujuan mengidentifikasi gambaran self management pasien berisiko stroke dengan pendekatan teori konservasi Myra Estrin Levine. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan populasi dan sampel seluruh pasien berisiko stroke di Posyandu Lansia Dukuh Tempuran Dusun Cangkring, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, sebanyak 35 responden diambil menggunakan teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan di wilayah Posyandu Lansia pada bulan april 2025. Variabel penelitian adalah self management pasien berisiko stroke dengan instrumen kuesioner. Data dianalisis menggunakan rumus persentase dan diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 responden, sebagian besar yaitu 22 responden (63%) memiliki self management cukup, hampir setengah yaitu 12 responden (34%) memiliki self management baik, dan sebagian kecil yaitu 1 responden (3%) memiliki self management kurang. Self management pasien berisiko stroke dipengaruhi faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, status pernikahan, keberadaan orang terdekat di rumah, keaktifan dalam posyandu lansia, serta paparan informasi tentang manajemen diri. Hasil penelitian diharapkan menjadi informasi bagi pasien berisiko stroke dalam meningkatkan manajemen diri, serta referensi bagi tenaga kesehatan dan institusi pendidikan dalam penerapan teori konservasi Myra Estrin Levine. Responden diharapkan menerapkan pola hidup sehat seperti makan bergizi, rutin berolahraga, dan menghindari merokok untuk menurunkan risiko komplikasi stroke.