Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Renaissance

STRATEGI KAMPANYE MODEL BLUSUKAN JOKO WIDODO DALAM PEMENANGAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KOTA JAKARTA TAHUN 2012 (STUDI KASUS DI KECAMATAN KEMAYORAN, JAKARTA PUSAT) Aryati Anggalia; Efriza Efriza
Jurnal Renaissance Jurnal Renaissance Volume 5 Nomor 02, Agustus 2020
Publisher : Prima Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53878/jr.v5i2.118

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja Jokowi dengan melakukan kerja Blusukan menemui rakyatnya, yang dianggap memperoleh respons positif dari publik, sehingga dijadikan sebagai strategi kampanye blusukan Jokowi dalam upaya pemenangan Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 lalu dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor positif dan negatif dari strategi kampanye blusukan Jokowi tersebut. Dari hasil penelitian ini dihasilkan bahwa kedekatan Jokowi sebagai pemimpin dengan masyarakat melalui gaya blusukannya, inilah yang membuat namanya melesat dan hal itu menjadikan gaya blusukannya sebagai bagian dari kampanyenya untuk menjelaskan program kerja yang akan ditawarkan ketika terpilih di Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu. Blusukan yang telah menjadi strategi kampanye Jokowi terbukti berhasil dengan terpilihnya Jokowi-Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu, meski pasangan Jokowi-Ahok ditengarai akan kalah dalam Pilkada, namun realitasnya pasangan ini memenangkan Pilkada DKI Jakarta berdasarkan gaya blusukannya dengan cara menawarkan program kerja melalui komunikasi langsung dengan masyarakat/pemilih.Kata Kunci: Pilkada, Blusukan, Kampanye
SISTEM PRESIDENSIAL PASCA AMANDEMEN UNDANG-UNDANG DASAR 1945; STUDI KASUS KEPEMIMPINAN PRESIDEN SBY DAN JOKOWI Efriza Efriza
Jurnal Renaissance Jurnal Renaissance Volume 1 Nomor 01, Mei 2016
Publisher : Prima Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53878/jr.v1i01.11

Abstract

This article discusses the powers of the President-Parliament based on the leadership of the President SBY and Jokowi, who often get caught up in the tension between agencies as a consequence of a fusion between the presidential system and a multi-party, which allegedly will lead to a deadlock in decision-making to a government crisis but found it does not happen conflict leading up to the crisis of governance as in the era of President Abdurrahman Wahid.Key words: Presidential, President-DPR, President SBY and Jokowi