AbstrakKajian terhadap bakaran aktivitas pabrik batu bata Manggis Gantiang Bukittinggi telah diketahui memiliki kadar partikulat PM10 yang diatas ambang batas ISPU dengan kategori berbahaya (Putra, et.al, 2016). Hal ini dapat menyebabkan gejala infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada pekerja di pabrik batu bata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor masa kerja, pengetahuan, kebiasaan merokok, dan penggunaan masker terhadap gejala ISPA pada pekerja batu bata di Kelurahan Manggis Gantiang, Bukittinggi. Hubungan ini dilihat dengan pendekatan desain cross sectional dan analisis chi-square. Deteksi penyakit ISPA dilakukan penggukuran dengan menggunakan peak flow meter dan kuisioner gejala ISPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 46 responden pekerja pabrik batu bata dengan pengecekan peek flow meter diketahui 35 orang (76.08%) yang memiliki gejala berat sementara dengan penilaian kuisioner terdapat 27 orang (58.7%), yang memiliki pengetahuan rendah tentang dampak bakaran sebanyak 24 orang (52.2%), yang menggunakan masker saat bekerja sebanyak 26 orang (56.5%), yang sudah lama bekerja 27 orang (58.7%), dan yang memiliki kebiasaan merokok 36 orang (78.3%). Hasil uji statistik hubungan gejala ISPA dengan pengetahuan memiliki nilai p=0.041, OR=4.333 (CI= 1.235- 15.206), terhadap penggunaan masker dengan p=0.002, OR= 9.800 (CI=2.500 – 38.411), terhadap masa kerja dengan p=0.026, OR= 0.204 (CI= 0.057 – 0.726), dan terhadap merokok dengan p=0.031, OR= 9.000 (CI= 1.031–78.574). Dari kajian ini, diketahui bahwa Pengetahuan, Penggunaan Masker, Masa Kerja dan Merokok berhubungan dengan gejala ISPA pada pekerja pabrik batu bata dengan tingkat hubungan yang tertinggi pada variabel penggunaan masker oleh pekerja. Sehingga, dapat dikatakan perlunya perlindungan diri dari para pekerja terhadap dampak dari aktivitas pabrik batu bata terhadap kesehatan sistem pernafasan. Kata kunci: Bakaran aktivitas Pabrik Batu Bata, Gejala ISPA, Masa Kerja, Kebiasaan Merokok, Pengetahuan, Penggunaan Masker AbstractThe study on brick kiln factory in Manggis Gantiang Urban Village Bukittinggi, Indonesia shows a high particulate level of PM2.5 and PM10 which are above the ISPU level (Putra, et.al, 2016). The effect of this, many workers will suffer the symptoms of an acute upper respiratory infection (URI) in the brick kiln factory. Thus, the purpose of this study is to examine the relationship between working duration, knowledge of URI, smoking habit, and using of mask towards the symptoms of URI to brick workers in Manggis Gantiang Urban Village, Bukittinggi, Indonesia. The data was analyzed with a cross sectional design approach and chi-square analysis. The detection of URI was measured using peak flow meter and questionnaire. The results using peak flow meter showed that a total of 35 brick kiln workers (76.08%) out of 46 respondents had severe symptoms while by using questionnaire, there were only 27 brick kiln workers. The study also found that there were 24 brick kiln workers (52.2%) who have a lower knowledge level of URI, 26 brick kiln workers (56.5%) who used a mask during working hours, 27 brick kiln workers (58.7%) with a long-work duration and 36 brick kiln workers (78.3%) who have a smoking habit. Statistical results shows that there is a relationship between URI’s symptoms and knowledge of URI (p=0.041, OR=4.333 (CI= 1.235- 15.206), towards using of mask p=0.002, OR= 9.800 (CI=2.500 – 38.411), towards working duration p=0.031, OR= 9.000 (CI= 1.031–78.574). Therefore, there is a relationship between working duration, knowledge of URI, smoking habit, and using of mask towards URI’s symptoms to brick kiln workers in Manggis Gantiang Urban Village, Bukittinggi, Indonesia. It is important to enhance workforce-safety and workforce-protection in the brick kiln factory in order to promote respiratory health for brick kiln workers. Keywords: brick kiln factory, URI’s symptoms, working duration, knowledge of URI, smoking habit, using of mask