Novi I Bullu
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PERAIRAN PANTAI PALIBO KECAMATAN KABOLA KABUPATEN ALOR Endang Lenama; Novi I Bullu; Alfred G.O Kase
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 2 No 2 (2019): Indegenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v2i2.32

Abstract

Salah satu komponen penyusun ekosistem wilayah pesisir yang sangat penting dan memberikan kontribusi yang besar bagi ekonomi Indonesia adalah makroalga laut atau rumput laut. Nama rumput laut (ganggang laut) digunakan untuk menyebut tumbuhan laut yang hidup di dasar perairan (fitobentos), berukuran besar dan tergolong dalam divisi thallophyta. Kehadiran jenis makroalga di perairan Kelurahan Kabola, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor berperan penting dalam pembentukan ekosistem terumbu karang yaitu sebagai tempat berlindung biota-biota kecil seperti benih ikan dan udang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui struktur komunitas makroalga yang terdapat di Pantai Palibo Kecamatan Kabola Kabupaten Alor. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari sampai Februari 2019. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode sampling kuadrat. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga transek (jarak antar transek 20 m), dengan menggunakan plot berukuran 1 x 1 m (jarak antar plot 5 m). Pada setiap plot dihitung jumlah individu dari setiap spesies makroalaga yang ditemukan. Analisis dilakukan untuk mendapatkan parameter epadatan, keanekaragaman, keseragaman dan dominasi. Faktor fisik-kimia perairan yang diambil adalah suhu, pH dan salinitas. Dari hasil penelitian ditemukan 11 spesies makroalga yang terdiri dari alga hijau (Chlorophycea) 3 spesies, alga coklat (Phaeophyceae) 4 spesies, dan alga merah (Rhodophyceae)4 spesies. Nilai kepadatan tertinggi dimiliki oleh spesies Padina boergesenii (38,583 individu/m2), sedangkan terendah dimiliki oleh spesies Halimeda opuntia (0,66 individu/m2). Indeks keanekaragaman yang diperoleh sebesar 1,65 dan dikategorikan sedang, indeks keseragaman sebesar 1,59 dikategorikan stabil dan indeks dominasi sebesar 0,25 dikategorikan rendah.
KEANEKARAGAMAN LUMUT KERAK (lichen) SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN UDARA DI TAMAN WISATA ALAM CAMPLONG KABUPATEN KUPANG Hetkandra D Madjeni; Novi I Bullu; arnold Ch hendrik
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 2 No 2 (2019): Indegenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v2i2.37

Abstract

ABSTRAKCamplong terletak di Kabupaten Kupang dan memiliki hutan wisata yang dikenal dengan nama Taman Wisata Alam Camplong yang berada di hutan Camplong, Desa Camplong, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Untuk mengetahui kadar pencemaran udara di daerah ini maka akan diamati perkembangan dan jenis Lumut Kerak (lichen). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan teknik survei. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, dilanjutkan dengan identifikasi spesimen secara morfologi. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara membuat 15 plot dari tiga stasiun. Tiap stasiun yang dibuat memiliki jarak 50 meter dihitung dari jalan menuju masing masing plot pengamatan dengan ukuran masing-masing plot sama yaitu 10x10 meter. Analisis data dilakukan dengan membagikan data berdasarkan kategorinya yakni Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener, Indeks Kemerataan, dan Indeks Kelimpahan Lumut Kerak. Dari hasil penelitian didapatkan tujuh jenis lichen dengan nilai Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener 0,72, Indeks Kemerataan 0,85, dan Indeks Kelimpahan Lumut kerak tertinggi 30,8.
UJI KUALITAS AIR PADA SUMBER MATA AIR WAIPADDA DESA ANAJIAKA KECAMATAN UMBU RATU NGGAY BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH Noprianto Umbu Tiba Marak; Anggreini D.N Rupidara; Novi I Bullu
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 2 No 2 (2019): Indegenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v2i2.38

Abstract

Abstrak Air merupakan bahan yang sangat vital yang tidak terpisahkan dari kehidupan mahkluk hidup di muka bumi ini.Segi kualitas, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebagai air bersih yaitu parameter fisik ,kimia dan biologi.Salah satu mata air yang penggunaannya sangat vital bagi masyarakat Sumba Tengah adalah mata air Waipadda. Tujuan dari penelitian iniuntuk mengujikualitas mata air Waipada di desa Anajiaka kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat kabupaten Sumba Tengah dengan berdasarkan parameter fisik, kimia dan biologi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan data hasil pengukuran dari masing-masing parameter air dengan nilai baku mutu PP No. 82 Tahun 2001.Berdasarkan hasil penelitian pada Mata Air Waipadda diperoleh uji kualitas air padaSuhu (23ÂșC),TDS (215mg/L),TSS (0,0014 mg/L),pH (7,40 mg/L), DO (5,12mg/L), BOD (1,65mg/L),besi (0,02 mg/L),nitrit (0,008 mg/L),nitrat (1,2 mg/L),sianida (0,009 mg/L), Klorin (0,01 mg/L), mangan (0,043 mg/L), sulfat (1 mg/L), dan uji total coliform(<1,8 jlm/100 ml) memenuhi standar batas baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu dikategorikan sebagai kelas I. Namun kadar (Tembaga 0,28 mg/L (0,02 mg/L) dan Phospat 0,27 mg/L (0,2 mg/L) melebihi standar baku mutu yang ditetapkan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti adanya irigasi (pertanian), pembusukan daun, dan aktivitas alam seperti erosi, pelapukan bebatuan/pengikisan batuan dan intensitas cahaya yang diterima oleh badan air rendah (kenaikan suhu).