Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Enkulturasi Pendidikan Karakter Nilai dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Talang Mamak Yelvia Septi Mayenti; Wilodati Wilodati
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 2 No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v2i2.34

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Adat Bagawe di tengah era globalisasi, yang tetap ada sebagaimana aslinya dari ajaran leluhur masyarakat Talang Mamak. Adat Bagawe ini menjadi hal yang unik di tengah era globalisasi yang masih bertahan dari generasi ke generasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses enkulturasi dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Talang Mamak di Desa Sungai Limau Indragiri Hulu. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur. Teknis analisis data yang digunakan adalah reduksi, display data, dan verifikasi. Uji keabsahan datanya menggunakan Triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Bagawe dalam kehidupan sosial budaya penganut tiri tua atau kepercayaan Langkah Lama Suku Talang Mamak berdasarkan sistem kekerabatan matrilineal, yang tergambar jelas dalam adat istiadat perkawinan; (2) Nilai-nilai karakter yang terdapat pada Adat Bagawe dalam kehidupan sosial budaya penganut agama kepercayaan lama Suku Talang Mamak Desa Sungai Limau Kecamatan Indragiri Hulu adalah kesetiaan dan ketaatan yang tinggi pada adat istiadatnya; (3 ) Pendekatan pendidikan karakter yang dilakukan dalam kehidupan sosial budaya Suku Talang Mamak tercermin dari sikap demokratis/kebebasan dalam memilih pasangan hidup; (4) Peran nilai karakter Suku Talang Mamak dalam memperkuat pendidikan masyarakat yaitu peduli kepada adat dan lingkungan yang ditandai dengan motto “lebih baik mati anak dari pada mati adat”.
Reconstruction of Ethnopedagogy: The Implementation of Teaching Materials Based on the Local Wisdom of the Talang Mamak Tribe in Enhancing Students’ Morality and Ethics Yelvia Septi Mayenti; Kama Abdul Hakam; Elly Malihah; Mupid Mupid
Journal La Edusci Vol. 7 No. 3 (2026): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v7i3.2996

Abstract

This study aims to analyze the process and outcomes of implementing character education teaching materials that integrate the local wisdom of the Talang Mamak Tribe (STM) in order to mitigate moral degradation among adolescents. The research adopts a Mixed Methods approach with an Exploratory Sequential design, integrating qualitative ethnographic exploration and quantitative quasi-experimental testing. The qualitative phase involved participatory observation and in-depth interviews with key community informants, focusing on fundamental rituals such as Begawai, Bulian, and death ceremonies to extract core ethical values. These values were reconstructed into teaching materials that combine the philosophy of Alam Takambang Jadi Guru with the National Curriculum, bridging traditional wisdom and contemporary educational relevance. The quantitative phase tested the effectiveness of the teaching materials using a quasi-experimental design with a nonequivalent control group. Data analysis employing paired and independent sample t-tests, as well as N-gain calculations, revealed statistically significant improvements in moral self-efficacy and ethical behavior. The experimental group achieved an N-gain score of 0.6257 (high category) and 100% completeness above the Minimum Competency Criteria (KKM 75), indicating strong cognitive and affective internalization of local values. Findings suggest that ethnopedagogical teaching materials serve as an effective instrument for pattern maintenance (latency), internal boundary management, and value deformalization, allowing students to navigate ethical challenges in modern and digital contexts while remaining rooted in cultural identity. The study confirms that integrating local wisdom into formal education is not merely a cultural preservation effort but a forward-looking strategy for character formation, moral resilience, and social cohesion.