Penelitian ini berangkat dari urgensi memahami peran musik berbasis kearifan lokal dalam merepresentasikan sekaligus memulihkan trauma kolektif masyarakat pascabencana dan konflik, khususnya di Aceh. Minimnya kajian yang mengintegrasikan analisis simbolik dengan respons audiens menjadi pendorong utama dilaksanakannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik lagu Aneuk Yatim serta menelaah fungsinya sebagai media konseling sosial dalam merepresentasikan trauma kolektif masyarakat Aceh. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui analisis simbolik terhadap lirik lagu karya Rafly Kande dan netnografi digital terhadap respons pendengar di platform YouTube. Data diperoleh melalui dokumentasi lirik serta komentar pengguna, kemudian dianalisis secara tematik interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu mencerminkan pengalaman kehilangan, kerinduan, ketahanan sosial, religiusitas, serta harapan akan perdamaian. Dari aspek musikal, tempo lambat, penggunaan tangga nada minor, repetisi motif melodi, dan ekspresi vokal yang emosional memperkuat dimensi terapeutik lagu. Respons pendengar memperlihatkan pola pengalaman kehilangan personal, ingatan kolektif terhadap bencana, empati sosial, refleksi religius, serta solidaritas lintas wilayah. Temuan ini menegaskan bahwa musik lokal berperan sebagai arsip trauma kolektif sekaligus sarana pemulihan emosional masyarakat.