Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

LARANGAN PERKAWINAN SESUKU DALAM BUDAYA MINANGKABAU DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSELING BUDAYA Yustim Yustim; Yuliana Nelisma; Silvianetri Silvianetri; Yukafi Mazida
Jurnal Sekretari Universitas Pamulang Vol 9, No 1 (2022): JURNAL SEKRETARI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/skr.v9i1.18705

Abstract

ABSTRAK  Dalam budaya Minangkabau, perkawinan satu suku merupakan perkawinan yang dilarang. Bagi pelakunya akan diberikan sanksi adat yang cukup berat yaitu dikucilkan dari keluarga besar, masyarakat serta dibuang sepanjang adat. Garis keturunan baik suami, isteri maupun anak tidak boleh menggunakan nama suku. Demikian juga dengan hak-hak adat yang lainnya. Jenis penelitian ini adalah deskritif analitis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kepustakaan. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku, jurnal ilmiah, dokumen, majalah, peraturan perundang-undangan dan hasil-hasil penelitian relevan yang diakses melalui perpustakaan maupun melalui open journal search sistem via internet. Kata-kata Kunci: Perkawinan Sesuku, Budaya Minangkabau, Konseling Budaya   PROHIBITION OF ETHIC MARRIAGE IN MINANGKABAU CULTURE AND ITS IMPLICATIONS ON CULTURAL COUNSELING  ABSTRACT  In Minangkabau culture, marriage of one tribe is a prohibited marriage. The perpetrators will be given a fairly heavy customary sanction, namely being ostracized from their extended family, community and expelled as long as they are customary. The lineage of both husband, wife and children may not use tribal names. Likewise with other customary rights. This type of research is descriptive analytical. Data collection techniques in this study using library techniques. Sources of data in this study are books, scientific journals, documents, magazines, laws and regulations and relevant research results which are accessed through libraries and through open journal search systems via the internet. Keywords: Ethnic Marriage, Minangkabau Culture, Cultural Counseling
Development of Animated Video Media About Students' Learning Interests at MTsT Daarut Tahfizh Al-Ikhlas Imam Hamdani; Yuliana Nelisma; Tengku Febri Irwansyah
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 02 (2025): April - June, International Journal of Technology and Education Research (IJET
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i02.1722

Abstract

This study aims to develop animated video media that can increase students' interest in learning at MTsT Daarut Tahfizh Al-Ikhlas and to determine the effectiveness of its use in improving students' understanding of learning materials. Based on the formulation of the problem proposed, this study focuses on two main aspects, namely the development of animated video media and its effectiveness in increasing students' interest and understanding. This study uses a research and development approach with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data were collected through observation, questionnaires, and tests to measure students' interest in learning and understanding before and after using video media. The results of the study indicate that the developed animated video media can attract students' attention and increase their interest in learning. In addition, the use of animated video media has proven effective in helping students understand learning materials better. Based on these findings, it is suggested that animated video media can be implemented more widely in the learning process to improve the quality of education and student learning outcomes.
Efektivitas Bimbingan Kelompok Pendekatan Muhasabah Dalam Meningkatkan Kesadaran Diri Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muslima; Yuliana Nelisma; Elviana
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.5337

Abstract

Tujuan penulisan ini terkait kesadaran diri siswa. Bimbingan Kelompok dengan pendekatan Muhasabah (BKp-M) salah satu solusi dalam meningkatkan kesadaran diri siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttestt control group design. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah instrument penelitian. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian efektivitas bimbingan kelompok pendekatan muhasabah dalam meningkatkan kesadaran diri siswa hasil pengolahan menunjukan hasil dengan mengunakan Uiji Wilcoxom, diperoleh hasil terdapat 15 data selisih (posotif) (N) yang artinya ke 15 siswa mengalami peningkatan kesadaran diri dari nilai prettest ke nilai posttest dengan Mean Rank atau rata-rata sebesar 8.00, sementara itu jumlah rangking positif atau Sum of Ranks sebesar 120.00. Kesimpulannya merupakan bimbingan kelompok pendekatan muhasabah (BKp-M) dalam meningkatkan kesadaran diri lebih efektif dibanding dengan Bimbingan kelompok. Sehingga bimbingan kelompok pendekatan muhasabah dapat meningkatkan kesadaran diri siswa, kemudian hasil riset ini dapat dijadikan acuan pelaksanaan BKp-M di sekolah. Kata kunci: bimbingan kelompok, muhasabah, kesadaran diri
Musik Sebagai Media Konseling Sosial: Analisis Simbolik Dan Studi Netnografi Digital Pada Lagu Aneuk Yatim Karya Rafly Kande Alhari; Yuliana Nelisma; Novita Handayani
urn:multiple://2988-7828multiple.v4i25
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berangkat dari urgensi memahami peran musik berbasis kearifan lokal dalam merepresentasikan sekaligus memulihkan trauma kolektif masyarakat pascabencana dan konflik, khususnya di Aceh. Minimnya kajian yang mengintegrasikan analisis simbolik dengan respons audiens menjadi pendorong utama dilaksanakannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik lagu Aneuk Yatim serta menelaah fungsinya sebagai media konseling sosial dalam merepresentasikan trauma kolektif masyarakat Aceh. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui analisis simbolik terhadap lirik lagu karya Rafly Kande dan netnografi digital terhadap respons pendengar di platform YouTube. Data diperoleh melalui dokumentasi lirik serta komentar pengguna, kemudian dianalisis secara tematik interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu mencerminkan pengalaman kehilangan, kerinduan, ketahanan sosial, religiusitas, serta harapan akan perdamaian. Dari aspek musikal, tempo lambat, penggunaan tangga nada minor, repetisi motif melodi, dan ekspresi vokal yang emosional memperkuat dimensi terapeutik lagu. Respons pendengar memperlihatkan pola pengalaman kehilangan personal, ingatan kolektif terhadap bencana, empati sosial, refleksi religius, serta solidaritas lintas wilayah. Temuan ini menegaskan bahwa musik lokal berperan sebagai arsip trauma kolektif sekaligus sarana pemulihan emosional masyarakat.