Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Moderasi Beragama Berbasis Komunitas Agus Dedi Putrawan; Abdul Gafur
Sophist : Jurnal Sosial Politik Kajian Islam dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2021): Masa Depan Dan Tantangan Moderasi Beragama
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sophist.v3i2.44

Abstract

Moderasi beragama dengan keberterimaan tanpa syarat adalah cita-cita semua manusia di dunia ini, karena itu jejak DNA yang paling dasar dalam diri manusia adalah kedamaian. Maka dari itu manusia harus membenci kekerasan atas nama apapun. Manusia harus saling menghargai, menerima, menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Terciptanya gerakan moderasi beragama tidak bisa lepas dari jalan panjang meilitasi sistem sosial yang telah mengerah ke kehancuran sistem sosial. Berita-berita yang disodorkan terlevisi dan di beranda-beranda media sosial tentang korupsi, kolusi dan nepotisme, pemerkosaan, pencurian, perampokan, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, kekerasan sosial dan kekerasan di dalam rumah tangga, bullying serta konflik di masyarakat karena perbedaan inter dan antar umat beragama. Tulisan ini mengasumsikan bahwa semua problem-problem sosial yang melibatkan individu, kelompok dan organisasi dalam masyarakat bermula dari perjumpaan yang tidak normal. Karena setiap saat manusia tidak dapat menghindari suatu perjumpaan dan menggunakan berbahasa maka perbaikannya dimulai di ranah itu. Mempertimbangkan bahwa perbaikan sistem sosial untuk menciptakan moderasi agama tidak boleh elitis yang memakan biaya mahal maka pendekatannya haruslan dengan pendekatan populis bengkelnya terdapat pada komunitas perjumpaan yang diberi nama Komunitas Sekolah Perjumpaan.. Sekolah perjumpaan merupakan teknologi sederhana namun sangatlah prinsipil yaitu bagaimana mengoptimalisasi perjumpaan dan mengedepankan tindakan berbahasa.
IMPLICATION OF WEST LOMBOK REGULATION NO. 20 YEAR 2021 CONCERNING VILLAGE CHIEF ELECTION ON THE RIGHT TO VOTE AND BE ELECTED Fauzi sariani; Agus Dedi Putrawan
Politea : Jurnal Politik Islam Vol. 4 No. 2 (2021): Politik Islam, Demokrasi Desa dan Kebebasan Berfikir di Masa Pandemi
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/politea.v4i2.4281

Abstract

Based on the principle of regional autonomy and the task of assisting the regions, they are given autonomous rights to regulate and manage their own households. Apart from that, regions are also given the right to make regulations that are in accordance with the needs of the region. The constitution must be contained in all types of regulations, both in the form of laws and regional regulations, so if they are not in accordance with these principles, the regulation can be canceled or null and void. West Lombok Regency has issued Regent Regulation No 20 of 2021 concerning the village Chief election with the delegation of authority from domestic government regulations 112 of 2014 concerning Village Chief Elections to further regulate in accordance with the conditions of the society in the area, in article 21 paragraph (2) of the Minister of Home Affairs Regulation in stipulates the candidate's requirements, namely "Be fearful of God Almighty" then added to regent regulation of the West Lombok in article 24 Paragraph (2) to "Be cautious of God Almighty and be able to read their respective holy books" but in the implementation stage, the regent regulation field this resulted in conflicts both occurring between the village chief election committee and the candidate for the village chief as well as with the community its self, as happened in Jembatan Kembar Timur Village, Lembar District, West Lombok and Taman Baru Village, Sekotong District, West Lombok.
SEKOLAH PERJUMPAAN SEBAGAI GERAKAN DAKWAH BERBASIS KOMUNITAS Agus Dedi Putrawan
Lentera: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi VOL 2, No 02 (2018): LENTERA
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/lentera.v2i2.1267

Abstract

Da’wa is on of the most important parts of Islamic teachings. In the context of the implementation of da’wa in the formal school settings, da’wa is responsible for the overall result of the process of implanting Islamic values into school age children. However, da’wa in the settings of formal school is less successful in integrating the objective of da’wa into the learning process and evaluation involving students. This article, thus, aims at revealing the implementation of da’wa within the framework of community school settings in several villages in West Lombok regency. Findings in this article suggest that the implementation of da’wa in the framework of community school settings contributes to the increase in the quality students’ religiousity.Keywords: Community school settings, da’wa, and students’ religiousity.
Pilkada dan Minat Politik Konstituen terhadap Tuan Guru di Lombok Barat Tahun 2018 Agus Dedi Putrawan
Politea : Jurnal Politik Islam Vol. 1 No. 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.47 KB) | DOI: 10.20414/politea.v1i1.809

Abstract

Pemilu adalah arena kompetisi untuk mengisi jabatan-jabatan politik di pemerintahan yang didasarkan pada pilihan formal dari warga negara yang memenuhi syarat, Begitupun Tokoh Agama di NTB. Tren politik Tokoh Agama di kancah daerah meningkat sejak dimulainya TGH. Zainul Majdi memenangkan dua kali Pilkada Tahun 2009 -2014 dan Tahun 2014-2019. Keberhasilan TGH. Zainul Majdi tidak diikuti keberhasilan tokoh-tokoh agama yang lain baik di level legislatif maupun Kabupaten Kota. Kekalahan para Tuan Guru itu pun terjadi hingga hari ini. Penelitian ini akan menguraikan hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah di Lombok Barat Tahun 2018 yang melibatkan dua orang tuan guru sebagai calon wakil pubati melawan incumben dengan wakilnya seorang perempuan mantan ketua DPRD.
MENAKAR SEJARAH PEMIKIRAN DAKWAH ERA NABI ULUL ‘AZMI Agus Dedi Putrawan
Mudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 1 (2021): METODE DAKWAH KONTEMPORER DAN MAKNA UNIVERSAL DAKWAH
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/mudabbir.v2i1.3413

Abstract

Kitab suci Al-Qur’an telah banyak bercerita tentang Nabi dan Rasul yang dijadikan juru dakwah untuk beriman kepada Allah SWT. Namun dari sekian banyak Nabi dan Rasul, ada di antara mereka yang kemudian diberikan gelas ulul ‘Azmi. Dalam masing-masing sejarah kehidupan Nabi dan Rasul tentu memiliki manhaj (metode) dakwah yang relevan dengan kondisi umat yang mereka hadapi dan tidak menutup peluang dan harapan, strategi dakwah tersebut bisa diaplikasikan oleh umat Islam di seluruh belahan dunia pada era yang serba canggih ini. Dalam upaya mengimplementasikan nilai-nilai kenabian dalam praktek dakwah dan bekerjasama sebagai cara untuk menepis segala praktek dakwah yang mengaburkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Tulisan yang fokusnya pada refleksi sejarah pemikiran komunikasi dakwah di era Nabi ulul ‘azmi dapat ditarik kesimpulan: Pertama, Komunikasi dakwah merupakan turunan dari ilmu komunikasi yang berlandaskan hukum islam, Qur’an dan Hadits. Sehingga dapat difahami, komunikasi dakwah adalah tugas bersama dalam mendiseminasikan ajaran-ajaran agama; Kedua, Intisari pemikiran komunikasi dakwah yang diterapkan oleh Nabi dan Rasul yang bergelar ulul ‘azmi adalah komunikasi verval dan nonverbal yang isinya tentang ketauhidan dan kemanusiaan.