Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan Ekperiensial untuk Meningkatkan Pemahaman Mata Ajar Nasionalisme Agus Sediadi Tamtanus
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2020): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v11i2.4716

Abstract

Penelitian menggunakan pendekatan eksperiensial melalui metode wawancara ini dapat meningkatkan pemahaman para peserta Latsar CPNS Golongan III secara signifikan. Semua aspek pembelajaran eksperiensial (experiential learning), yaitu: Aspek Rasa (Feeling), Aspek Pengamatan (Watching), Aspek Pemikiran (Thinking), dan Aspek Kegiatan (Doing) dapat terintegrasi dalam kegiatan wawancara. Metode kualitatatif menggunakan wawancara sudah menjadi trend suatu penelitian di masa sekarang ini, sebagai upaya mencari data primer untuk penelitian interpretif dan kritis. Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan pola pikir (mindset) para peserta dalam memahami nasionalisme. Hasil analisa 2 (dua) angkatan yang melakukan wawancara, yaitu Angkatan III dan Angkatan IX, dimana pemahaman akan Nasionalis sangat erat kaitannya dengan Nilai-Nilai Panca sila (40%), Cinta Tanah Air (26-35%), dan lainnya hanya (25%). Penilaian akan tingkat dan pemahaman seseorang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat dan sangat amat subyektif. Ini dikarenakan menyangkut rasa, hati dan pemikiran (sense, hart dan mindset). Diharapakan untuk para peserta yang telah mendapatkan pengalaman ini, yaitu pembelajaran eksperiensial pada saat mengikuti Latsar CPNS Golongan III, khsus mata ajar Nasionalisme, dapat mengimplementasikan Nilai-Nilai Pancasila dalam kesehariannya baik di kampus dan masyarakat dengan konsisten dan berkesinambungan.
PEMIKIRAN: MENETRALISIR RADIKALISME DI PERGURUAN TINGGI MELALUI PARA DOSEN Agus Sediadi Tamtanus
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v3i2.4536

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk dapat menyampaikan beberapa pokok-pokok pemikiran berdasarkan metode kualitatif dan kuantitatif. Pokok-pokok pemikiran ditransformasikan ke dalam bentuk pertanyaan yang disebarkan kepada para alumni peserta diklat prajabatan di Pusdiklat-Kemenristekdikti Tahun 2016. Hasil uji validitas dari 15 pertanyaan, ada 3 (tiga) pertanyaan yang valid (RHitung>RTabel) dan hasil uji reliabilitas secara umum pertanyaan yang ada termasuk katagori cukup reliabel dengan kisaran 0,41-0,60 pada skala Alpha Cronbach. Pemikiran tersebut diharapkan dapat dilakukan oleh seluruh dosen di kampus tanpa melihat latar belakang ilmu, yaitu: (1) Para dosen harus lebih meningkatkan kepeduliannya terhadap para mahasiswanya; (2) Para dosen harus secara berkesinambungan dan aktif mengingatkan para mahasiswanya untuk dapat menghindari kegiatan-kegiatan yang mendorong radikalisme dikampus; dan (3) Para dosen harus lebih aktif berinteraksi dan berkomunikasi dengan seluruh mahasiswanya, tanpa melihat fakultasnya pada setiap kesempatan
METODE WAWANCARA DALAM PEMAHAMAN MATA AJAR NASIONALISME Agus Sediadi Tamtanus
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v5i1.8243

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat pemahaman mata ajar nasionalisme para peserta Latsar CPNS Golongan III, dimana dalam pembelajaran yang hanya dikelas saja, dengan peserta Latsar CPNS Golongan III yang mendapatkan tugas melakukan wawancara dengan masyarakat sekitarnya. Peningkatan pemahaman, dimana di Angkatan III tercatat capaian prosentase “sangat paham” mencapai 77,5% dan “paham” 22,5 %. Angkatan IX capaian prosentase “sangat paham” mencapai 47,5%; “paham” 45,0% dan “cukup paham” 2,5%. Dari 5 (lima) pertanyaan yg diajukan, ada 2 pertanyaan yang masuk katagori “sangat baik”, yaitu Pertanyaan Nomor 2 & 3, dengan pencapaian 51,51 %; Pertanyaan Nomor 5 dengan pencapain 45,45%; Pertanyaan Nomor 4 dengan pencapaian 33,33%, dan Pertanyaan Nomor 1 dengan pencapaian 27,27%. Ada tiga poin yang penting, dari hasil analisis wawancara, yaitu (1) Menambah wawasan akan arti “Nasionalisme”; (2) Meningkatkan kompetensi dan (3) Menghilangkan kejenuhan di kelas.