Catur Ambar Wati
Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Leptin Terhadap Tes Toleransi Glukosa Oral pada Penderita DM Tipe 2 Catur Ambar Wati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i2.392

Abstract

Latar Belakang : DM merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Gejala yang dikeluhkan pada penderita Diabetes Melitus yaitu polidipsi, poliuri, polifagia, penurunan berat badan, dan kesemutan. Tes toleransi glukosa oral merupakan tes yang digunakan untuk menegakkan diagnosis DM saat level glukosa darah kurang tegas, saat kehamilan, atau untuk skrining DM maupun TGT. Leptin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel lemak yang meregulasi penimbunan lemak di tubuh dan menyesuaikan antara rasa lapar dengan pengeluaran energi. Tujuan : Mengetahui lebih lanjut tentang peran leptin terhadap TTGO pada penderita DM Tipe 2 Metode : Menggunakan studi literatur dari jurnal baik nasional maupun internasional untuk menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai topik yang dibahas dengan cara meringkas topik pembahasan dan membandingkan hasil yang disajikan dalam artikel. Hasil : Leptin terhadap pemeriksaan TTGO pada individu dengan toleransi glukosa terganggu berpeluang lebih besar menjadi diabetes melitus apabila tidak ada intervensi pada gaya hidupnya. Kesimpulan : Leptin berperan terhadap pemeriksan TTGO pada penderita DM Tipe 2.
Peran Leptin Terhadap Tes Toleransi Glukosa Oral pada Penderita DM Tipe 2 Catur Ambar Wati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i2.392

Abstract

Latar Belakang : DM merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Gejala yang dikeluhkan pada penderita Diabetes Melitus yaitu polidipsi, poliuri, polifagia, penurunan berat badan, dan kesemutan. Tes toleransi glukosa oral merupakan tes yang digunakan untuk menegakkan diagnosis DM saat level glukosa darah kurang tegas, saat kehamilan, atau untuk skrining DM maupun TGT. Leptin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel lemak yang meregulasi penimbunan lemak di tubuh dan menyesuaikan antara rasa lapar dengan pengeluaran energi. Tujuan : Mengetahui lebih lanjut tentang peran leptin terhadap TTGO pada penderita DM Tipe 2 Metode : Menggunakan studi literatur dari jurnal baik nasional maupun internasional untuk menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai topik yang dibahas dengan cara meringkas topik pembahasan dan membandingkan hasil yang disajikan dalam artikel. Hasil : Leptin terhadap pemeriksaan TTGO pada individu dengan toleransi glukosa terganggu berpeluang lebih besar menjadi diabetes melitus apabila tidak ada intervensi pada gaya hidupnya. Kesimpulan : Leptin berperan terhadap pemeriksan TTGO pada penderita DM Tipe 2.