Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan berpikir dengan tujuan agar siswa mampu untuk menciptakan atau menemukan ide baru yang berbeda, tidak umum, orisinil yang membawa hasil yang pasti dan tepat. Quantum Teaching adalah metode pembelajaran yang membuat siswa tertarik karena proses pembelajaran yang aktif serta membuat siswa merasa bahwa materi yang di sampaikan akan bermanfaat bagi dirinya. Implementasi pembelajaran Quantum Teaching mampu manumbuhkan keaktifan siswa serta mutu pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan model pembelajaran Quantum Teaching. Metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah metode kuantitatif. Analsis data peneltian ini uji non parametrik yaitu uji wilcoxon yang menggunakan uji prasyarat dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil Pengujian wilcoxon yang bernilai 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa "[hipotesis mengenai adanya peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dapat lebih optimal dapat di terima]" artinya terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan metode pembelajaran Quantum Teaching. Berdasarkan hasil uji diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam pembelajaran matematika yang di ajarkan menggunakan metode pembelajaran konvensional dan metode pembelajaran Quantum Teaching. Dari hasil uji yang di lakukan dapat kita lihat bahwa peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa menggunakan metode Quantum Teachin memiliki hasil peningkatan yang lebih optimal dibandingkan menggunakan metode konvensional, sehingga pengguna metode Quantum Teachin memiliki kelebihan dan mampu menjadi metode yang dapat di terapkan untuk mencapai tujuan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.