Awaluddin Hidayat Ramli Inaku
Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Prof.Dr. Hamka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Tindakan Pencegahan Gangguan Fungsional Pernapasan pada UMKM Pengrajin Mebel Cornelis Novianus; Awaluddin Hidayat Ramli Inaku; Haris Muzakir
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.183 KB) | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i1.4854

Abstract

ABSTRAK Industri mebel khususnya pada tahapan produksi mebel mempunyai risiko terhadap kesehatan pekerja yang cukup besar berupa debu kayu yang merupakan partikulat dapat menyebabkan gangguan fungsional saluran pernapasan bagian atas dan bawah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap tindakan pencegahan gangguan fungsional pernapasan pada pengrajin UMKM Mebel di Jakarta Timur. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Jakarta Timur dengan fokus penelitian terhadap pekerja di sektor informal yaitu UMKM pengrajin mebel dengan variabel independent yang diteliti adalah variabel pengetahuan, variabel sikap, variabel karakteristik (umur, masa kerja, pendidikan) dan variabel dependen yaitu variabel tindakan pencegahan gangguan fungsional pernapasan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, alat pengumpulan data penelitian menggunakan lembar kuesioner yang berisi pertanyaan variabel yang akan diteliti dan Pengambilan sampel dengan teknik proposional random sampling berdasarkan wilayah Kecamatan yang ada di Jakarta Timur dengan jumlah sampel yang didapat 107 pengrajin pada UMKM mebel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian univariat dan bivariat didapatkan variabel tindakan pencegahan gangguan fungsional pernapasan yang dilakukan pengrajin UMKM mebel adalah baik, yaitu sebanyak 63 orang (58,9%), variabel pengetahuan pengrajin UMKM mebel adalah tinggi, yaitu sebanyak 78 orang (72,9%) dengan p value 0,014, variabel sikap pengrajin UMKM mebel adalah positif, yaitu sebanyak 57 orang (53,3%) dengan p value 0,019, variabel umur pengrajin UMKM mebel adalah > 31 tahun, yaitu sebanyak 55 orang (51,4%) dengan p value 0,220, variabel masa kerja pengrajin UMKM mebel adalah > 5 tahun dengan, yaitu sebanyak 62 orang (57,9%) p value 0,999, variabel besar pendidikan pengrajin UMKM mebel adalah pendidikan rendah, yaitu sebanyak 66 orang (61,7%) dengan p value 0,030. Kesimpulan penelitian ini sebagian besar pengrajin UMKM mebel dari segi pengetahuan, sikap, pendidikan dan tindakannya dalam pencegahan gangguan fungsional pernapasan sudah cukup baik. Kata Kunci: pengetahuan, sikap, pengrajin mebel, tindakan pencegahan gangguan pernapasan.
Pengaruh Pencemaran Udara PM 2,5 dan PM 10 Terhadap Keluhan Pernapasan Anak di Ruang Terbuka Anak di DKI Jakarta Awaluddin Hidayat Ramli Inaku; Cornelis Novianus
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v5i2.4990

Abstract

ABSTRAK Udara adalah aspek penting dalam kehidupan manusia, semakin pesat pembangunan perkotaan, industri, dan transportasi dapat menyebabkan kualitas udara di area Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) mengalami penurunan kualitas udara, penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas udara partikulat meter (PM) 2,5 dan PM 10 terhadap keluhan pernapasan pengujung RPTRA. Lokasi penelitian di RPTRA Lenteng Agung, Sungai Bambu dan Taman Lapangan Banteng. Responden adalah 60 orang yang dipilih berdasarkan metode random sampling. Pengumpulan data dilakukan secara langsung. Analisis data menggunakan uji regresi. Hasil dari pengambilan sampel yaitu RPTRA Lenteng Agung PM 2,5 siang hari adalah 42 mg/m3 dan sore hari 68 mg/m3; PM 10 Siang hari 48 mg/m3 dan sore hari 80 mg/m3, RPTRA Sunga Bambu PM 2,5 siang hari adalah 14 mg/m3 dan sore hari 34 mg/m3; PM 10 Siang hari 16 mg/m3 dan sore hari 35 mg/m3, Taman Lapangan Banteng PM 2,5 siang hari adalah 8 mg/m3 dan sore hari 51 mg/m3; PM 10 siang hari adalah 9 mg/m3 dan sore hari 59 mg/m3. Hubungan paparan debu PM terhadap keluhan pernapasan anak-anak yang berkunjung ke RPTRA adalah PM 2,5 siang terhadap keluhan pernapasan yaitu sesak 0,000 (p<0,05) dan asma 0,049 (p<0,05), PM 2,5 sore terhadap keluhan pernapasan sesak, pilek dan nyeri tenggorokan 0,000 (p<0,05), keluhan pernapasan PM 10 siang terhadap kelihan pernapasan sesak 0,000 (p<0,05) dan sesak 0,049 (p<0,05) dan PM 10 sore terhadap keluhan pernapasan sesak 0,000 (p<0,05), pilek 0,043 (p<0,05), nyeri tenggorokan 0,031 (p<0,05). Hasil penelitian ini diharapkan pemerintah tetap mengontrol pencemaran udara di lokasi RPTRA karena dapat berisiko bagi kesehatan pengunjung khusunya anak-anak. Kata kunci: Udara, Pernapasan, RPTRA