Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional MIPA

ASESMEN KEBUTUHAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN POLA INDUKTIF DAN DEDUKTIF ILMIAH Sudria, Ida Bagus Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asesmen kebutuhan ini bertujuan memperoleh gambaran nyata kebutuhan lapangan dalam rangka penelitian dan pengemabangan (R & D) perangkat pembelajaran pembinaan keterampilan berpikir induktif dan deduktif sebagai dasar keterampilian saintifik. Subjek dari survey asesmen kebutuhan ini meliputi guru-guru Kimia SMA di Bali dan dokumen perangkat pembelajaran (RPP, LKS, dan teks materi pelajaran) yang digunakan guru Objek penelitian berupa tanggapan guru terhadap penggunaan pendekatan induktif dan/atau deduktif dalam perangkat pembelajaran yang direkam melalui angket dan wawancara/studi dokumen tentang prangkat pembelajaran yang digunakan. Analisis data aseses kebutuhan dilakukan secara kualitatif. Melalui kuesioner 56% guru mengaku menggunakan pola/pendekatan induktif secara konsisten, 36% kurang konsisten, dan 7% tidak konsisten. Sementara dalam penggunaan pendekatan, 55% guru mengaku menggunakannya secara konsisen, 35% kurang konsisten, 10% tidak konsisten. Penggunaan pola induktif dan deduktif secara terintegrasi di mana adanya efisoda-efisoda pembelajaran yang konsisten mengikuti langkah-langkah kegiatan induktif atau deduktif diakui oleh 67 % guru dan penggunaan secara tidak jelas/sembarang diakui oleh 32% guru. Pengakuan guru melalui kuesioner kurang kuat didukung oleh hasil studi penggunaan pola/pendekatan induktif dan/atau deduktif dalam studi dokumen perangkat pembelajaran menemukan: (1) mayoritas perangkat pembelajaran tidak menyatakan secara eksplisit pola induktif dan/atau deduktif, (2) tidak melibatkan siswa dalam merumuskan masalah, hipotesis, dan membuat rancang eksperimen, dan (3) organisasi penyajian inoformasi dalam teks materi pelajaran mayoritas cendrung deduktif dan deskripsi yang sama pula disajaikan langsung dalam LKS sebelum prosedur kerja sebagai dasar teori (pengantar/pendahuluan) dari kegiatan praktikum/diskusi meskipun rancangan pembelajaran dengan pola induktif. Hasil asesmen kebutuhan ini menguatkan pentingnya mengembangkan perangkat pembelajaran dengan pola induktif dan/atau deduktif saintifik.Kata-kata kunci: pola induktif, pola deduktif, keterampilan ilmiah, dan perangkat pembelajaranAbstract: This need assessment proposed to support real need for conducting a educational research and development (R&D) of inductive and deductive learning tool models used for training inductive and deductive thinking skills as foundation of the scientific skills. Subjects of this need assessment survey involved teachers and learning tools (lesson plan, student worksheet, student reading text, and learning media) of secondary School Chemistry provided by them. Survey objects included teacher responses toward preparation of inductive and deductive learning tools recorded through a questionnaire, interview and document analysis of learning tool provided. Data analysis conducted qualitatively. This study found the percentages of teachers that recognized and prepared inductive learning tools consistently was 56%, impartial 36%, and inconsistently 7%; recognized and prepared deductive learning tools consistently was 55%, impartial 35%, and inconsistently 10%; recognized and prepared integrated inductive and deductive learning tools with consistent steps in each inductive episode and deductive episode was 67% and inconsistently (mixed any times) 32%. The teacher responses was fairly consistent with the provided learning tool document analysis results which found (1) majority of learning tools did not explicitly mentioned inductive/deductive approach, (2) the learning tools did not engaged students in formulating investigative problems and hypotheses and experiment planning, and (3) learning organization of chemistry contents/information in the reading text for students were dominated by deductive presentation as well as in the related student worksheet. This need assessment result support the need for conduction of R & D on developing inductive and deductive learning tools for developing scientific skills.Keywords: inductive approach, deductive approach, scientific skills, and learning tools.
PENGEMBANGAN STARTEGI PELIBATAN SISWA MEMBUAT RANCANGAN INVESTIGASI DALAM PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK Sudria, I B N
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangkan strategi pelibatan siswa dalam membuat rancangan investigasi merupakan bagian dari penelitian dan pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Strategi itu bertujuan untuk mengatasi hambatan keterbatasan alokasi waktu 90 menit tatap muka di kelas dan teknis terutama dalam melibatkan siswa sendiri membuat rancangan investigasi yang semestinya dihasilkan pada tiga langkah awal dari lima tahapan utama kegiatan belajar dengan pendekatan saintifik. Strategi melibatkan (1) penggunaan LKS yang menghadirkan paragraf fenomena pengantar objek belajar dan tugas-tugas yang jelas pada siswa dan relevan dengan sitiap tahapan dari kelima tahapan belajar investigatif; (2) penugasan siswa membuat draf rancangan investigasi di rumah (yang diberitahukan pada penutupan pemblajaran pertemuan sebelumnya) dengan menulis jawaban dari tugas-tugas untuk tiga tahapan utama awal kegiatan belajar investigatif yaitu menuliskan informasi penting dalam paragraf pengantar objek belajar yang mengarahkan pada rumusan masalah investigatif, rumusan masalah yang sesuai dengan hasil observasi, dan rancangan pengumpulan data yang meliputi hipotesis, desain validasi hipotesis, variabel-variabel investigasi, alat dan bahan untuk pembuktian hipotesis, cara kerja, dan tabel pencatatan data; (3) memberikan bimbingan terutama kepada pebelajar pemula dalam berinvestigasi dalam bentuk pengumpulan/monitoring dan pemberian masukan-masukan perbaikan terhadap draf rancangan investigasi sebelum pembelajaran utama tatap muka di kelas, dan (4) melakukan kembali (revieu) fase observasi, menanya, dan merancang pengumpulan data melaui diskusi klas penyamaan persepsi antar kelompok untuk menyempurnakan dan menyepakati rancangan investigasi sesuai dengan sasaran pengetauan/konsepsi ilmiah yang dibangun dan akan ditindaklanjuti dengan fase pengumpulan data, asosiasi, dan komunikasi hasil.Kata kunci: perangkat pembelajaran, pendekatan saintifik, fenomena pengantar, rancangan investigasiABSTRACTDeveloping a strategy to actively engage students in preparing investigative plan was a part of research and development of learning toolkits following scientific approach. The strategy proposed to overcome 90-minute classroom meeting time limitation and technical constraints in student self completion of the investigative plan which should be a result of three beginning steps of the five learning steps. The strategy involves (1) applies worksheet presenting learning object/context introduction paragraph/s and clear tasks to the students and relevant to every step of the five main scientific learning steps; (2) assigns homework to prepare investigative plan draft at closing previous lesson by asking to write answers of the tasks of the three beginning main scientific learning steps namely write investigative problem resulting information that are mentioned in the learning object introduction paragraph/s and/or existing around (observing), investigative problem/s formulated from the observed information (questioning), and data collecting plan which involves hypothesis statement/s, investigative variables, validating design, materials and equipments required to prove hypothesis, work procedure, and data recording table; (3) provides guidance especially for investigative learning beginners in preparation of investigative plan draft via homework collecting of the student prepared investigative drafts and giving improving comments on the collected drafts before classroom meeting; and (4) reviews observing, questioning, and investigative planning phases via conducts classroom discussion on the commented student prepared investigative plan drafts to refine and appoint the investigative plan appropriate to intended knowledge/concept construction to be followed in the next remain scientific learning steps (data collecting, associating and communicating).Kay words: learning toolkits, scientific approach, learning object introduction, investigative plan
PENGGUNAAN RUBRIK ASESMEN KINERJA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DASAR PRAKTIKUM KIMIA DALAM PERKULIAHAN KIMIA DASAR Sudria, Ida Bagus Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mempercepat penguasaan dan meningkatkan kualitas keterampilan dasar praktikum kimia melalui penggunaan pubrik penilaian keterampilan dasar praktikum kimia yang dikembangkan oleh Sudria (2007), serta meningkatkan visibilitas penggunaan rubrik tersebut. Tindakan penelitian didasarkan pada refleksi pentingnya implementasi rubrik dalam pembinaan keterampilan dasar praktikum kimia dan cara mengatasi keterbatasan waktu dan tenaga dari pihak dosen sebagai asesor dalam penerapan rubrik selama latihan. Tindakan penelitian berupa penggunaan rubrik asesmen keterampilan dasar praktikum kimia dan optimalisasi sistem penerapannya agar visibel digunakan dalam perkuliahan praktikum Kimia Dasar. Tindakan penggunaan rubrik penilaian secara terbuka oleh mahasiswa (self assessment) dan tim dosen/pembimbing, serta pemberian balikan oleh dosen yang didasarkan pada hasil asesmen dari kedua pihak di atas mampu mempercepat peguasaan keterampilan dasar praktikum kimia oleh mahasiswa dengan baik. Penerapan rubrik selama latihan cukup visibel melalui sosialisasi indikator dan gadarsi indikator kriteria kualitas keterampilan dan penugasan (self assessment) kepada mahasiswa, dan pemberian balikan oleh tim dosen. Observasi keterampilan dengan menggunakan rubrik oleh tim dosen selama praktikum terbatas pada sejumlah sampel mahasiswa. Penilaian keseluruhan butir keterampilan secara perorangan terhadap setiap subjek mahasiswa oleh tim asesor (dosen dan asisten) dilakukan dalam ujian keterampilan.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN LARUTAN PENYANGGA DENGAN POLA INDUKTIF Putra, I Kadek Irvan Adistha; Sudria, I B N; Suardana, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mendeskripsikan karakteristik perangkat pembelajaran pola induktif pada topik larutan penyangga. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) mengikuti prosedur Borg dan Gall sampai tahap validasi ahli dan praktisi dan uji keterbacaan. Data hasil penelitian meliputi analisis kebutuhan, deskripsi proses perencanaan dan pembuatan, deskripsi karakteristik perangkat pembelajaran larutan penyangga dengan pola induktif, data hasil validasi ahli dan praktisi, serta data hasil uji keterbacaan. Hasil penelitian dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan diperlukannya perangkat pembelajaran pendekatan saintifik pola induktif. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa prototif perangkat pembelajaran larutan penyangga dengan pola induktif yang meliputi RPP, LKS dan teks materi pelajaran dan instrumen penilaian. Karakteristik perangkat pembelajaran larutan penyangga dengan pola induktif adalah sinergis dan konsisten menerapkan pendekatan saintifik pola induktif. Sebagian besar aspek pembelajaran dalam setiap perangkat pembelajaran yang dikembangkan mendapat penilaian dengan kategori baik dari ahli dan praktisi sebagai validator. Hasil uji keterbacaan juga menunjukkan tingkat pemahaman siswa terhadap perangkat belajar (LKS, teks materi dan tes hasil belajar) berada dalam kategori baik. Dengan demikian perangkat pembelajaran larutan penyangga dengan pola induktif yang telah dikembangkan memiliki validitas yang memadai.Kata kunci: perangkat pembelajaran, pendekatan saintifik, pola induktif, larutan penyanggaAbstractThe research was aimed to develop and describe the characteristics of inductive learning tools on the topic of buffer solution. This research was research and development (R&D) following the research and development procedure developed by Borg and Gall until validation and readability testing. The data included need assessment, planning and making process description, validation data, readability test data and the description of the characteristics of inductive learning tools. The data were analyzed qualitatively. The need assessment showed the needs of scientific inductive learning tools (lesson plan, student worksheet, student reading text and assessment instrument). The product produced by this research and development were scientific inductive learning tools which included lesson plan, student worksheet, student reading text and assessment instrument. The characteristics of the inductive learning tools were synergistically and consistently applying scientific approach and inductive pattern. Most of the aspects of learning tools were gotten satisfied judgments by the validator on the validation. The result of readability testing showed that the level of students understanding on the inductive learning tools was on satisfied level. Therefore, the inductive learning tools on the topic of buffer solution that had been developed have good validity.Keywords : learning tools, scientific approach, inductive pattern, buffer solution
PEMBERDAYAAN ANALISIS KONSEPSI DALAM PEMBUATAN RPP UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KONSEPSI DAN KEPERCAYAAN DIRI PRAKTEK MENGAJAR Sudria, Ida Bagus Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas konsepsi dalam praktek pengajaran mikro dan kepercayaan diri mahasiswa untuk mampu terus memperbaiki kualitas konsepsinya. Subyek penelitian adalah satu kelas Microteaching mahasiswa Pendidikan Kimia pada tahun 2013. Perlakuan penelitian berupa pemberdayaan analisis konsespsi dengan menggunakan format Herropn (1977) dengan pendekatan struktur materi kimia (keterkaitan aspek makroskopik, mikroskopik, dan simbolik) yang dilakukan dengan fasilitas bimbingan konsultasi kebenaran konsepsi pada perlakuan tahap I dan tanpa fasilitas bimbingan tersebut pada perlakuan tahap II. Objek penelitian berupa kualitas konsepsi dan tanggapan mahasiswa terhadap pembelajaran dengan perlakuan PTK ini. Konsepsi mahasiswa direkam melalui self assessment dengan menggunakan rubrik penilaian konsepsi kimia. Sementara tanggapan mahasiswa dikumpulkan melalui angket. Semua data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan penelitian mampu meningkatkan kualitas konsepsi mahasiswa dalam paktek pengajaran mikro dan kepercayaan diri mereka untuk terus mampu meningkatkan kualitas konsepsinya
Pengembangan Media Pembelajaran Flashcard Materi Bilangan Oksidasi dan Tata Nama Ssenyawa Sudria, Ida Bagus Nyoman; Selamat, I Nyoman; Hendradatha, I Wayan Ricky Abbas
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan media pembelajaran flashcard materi bilangan oksidasi dan tata nama senyawa dan mendeskripsikan (2) karakteristik serta (3) penilaian dan tanggapan dari validator tentang media pembelajaran flashcard tersebut. Prosedur penelitian mengadaptasi model pengembangan Hannafin dan Peck yang meliputi fase Need Assess, Design, dan Develop/Implement. Prosedur penelitian ini dibatasi hingga fase pengembangan dan validasi produk dilakukan hanya dengan expert judgment saja. Hasil dari penelitian ini adalah media pembelajaran flashcard materi bilangan oksidasi dan tata nama senyawa dengan karakteristik yang memberdayakan bentuk dan warna. Pasangan kartu flashcard dibuat dengan bentuk puzzle bergigi dan berwarna untuk menunjukkan besar biloks, sementara posisi gigi puzzle untuk menunjukkan tanda positif atau negatif biloks. Media flashcard ini dilengkapi dengan buku panduan penggunaan. Hasil validasi terhadap produk menunjukkan bahwa media flashcard dan buku panduan penggunaan mendapat validitas baik pada aspek pembelajaran dan aspek media. Dapat disimpulkan bahwa produk berupa media flashcard dan buku panduan penggunaan dapat dikembangkan dengan model pengembangan Hannafin dan Peck.Kata-kata kunci: media pembelajaran flashcard, bilangan oksidasi, tata nama senyawa.
KORELASI KEMAMPUAN MEMBUAT MIND MAPPING DENGAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA Supadmi, Ni Luh; Sudria, Ida Bagus Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian korelasi ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara kemampuan membuat mind mapping dengan hasil belajar kimia siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Sawan. Sedangkan, sampel penelitian adalah siswa kelas X5 SMA Negeri 1 Sawan. Data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh dari kemampuan membuat mind mapping dan data hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi yang positif dan kuat antara kemampuan siswa membuat mind mapping dengan hasil belajar kimia siswa. Besarnya koefisien korelasi r product moment yang didapatkan yaitu 0,89 dan koefisien determinasi sebesar 0,7921. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan siswa dalam membuat mind mapping maka semakin tinggi juga hasil belajar yang diperoleh
PENGGUNAAN RUBRIK ASESMEN KINERJA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DASAR PRAKTIKUM KIMIA DALAM PERKULIAHAN KIMIA DASAR Ida Bagus Nyoman Sudria
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mempercepat penguasaan dan meningkatkan kualitas keterampilan dasar praktikum kimia melalui penggunaan pubrik penilaian keterampilan dasar praktikum kimia yang dikembangkan oleh Sudria (2007), serta meningkatkan visibilitas penggunaan rubrik tersebut. Tindakan penelitian didasarkan pada refleksi pentingnya implementasi rubrik dalam pembinaan keterampilan dasar praktikum kimia dan cara mengatasi keterbatasan waktu dan tenaga dari pihak dosen sebagai asesor dalam penerapan rubrik selama latihan. Tindakan penelitian berupa penggunaan rubrik asesmen keterampilan dasar praktikum kimia dan optimalisasi sistem penerapannya agar visibel digunakan dalam perkuliahan praktikum Kimia Dasar. Tindakan penggunaan rubrik penilaian secara terbuka oleh mahasiswa (self assessment) dan tim dosen/pembimbing, serta pemberian balikan oleh dosen yang didasarkan pada hasil asesmen dari kedua pihak di atas mampu mempercepat peguasaan keterampilan dasar praktikum kimia oleh mahasiswa dengan baik. Penerapan rubrik selama latihan cukup visibel melalui sosialisasi indikator dan gadarsi indikator kriteria kualitas keterampilan dan penugasan (self assessment) kepada mahasiswa, dan pemberian balikan oleh tim dosen. Observasi keterampilan dengan menggunakan rubrik oleh tim dosen selama praktikum terbatas pada sejumlah sampel mahasiswa. Penilaian keseluruhan butir keterampilan secara perorangan terhadap setiap subjek mahasiswa oleh tim asesor (dosen dan asisten) dilakukan dalam ujian keterampilan.
PEMBERDAYAAN ANALISIS KONSEPSI DALAM PEMBUATAN RPP UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KONSEPSI DAN KEPERCAYAAN DIRI PRAKTEK MENGAJAR Ida Bagus Nyoman Sudria
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas konsepsi dalam praktek pengajaran mikro dan kepercayaan diri mahasiswa untuk mampu terus memperbaiki kualitas konsepsinya. Subyek penelitian adalah satu kelas Microteaching mahasiswa Pendidikan Kimia pada tahun 2013. Perlakuan penelitian berupa pemberdayaan analisis konsespsi dengan menggunakan format Herropn (1977) dengan pendekatan struktur materi kimia (keterkaitan aspek makroskopik, mikroskopik, dan simbolik) yang dilakukan dengan fasilitas bimbingan konsultasi kebenaran konsepsi pada perlakuan tahap I dan tanpa fasilitas bimbingan tersebut pada perlakuan tahap II. Objek penelitian berupa kualitas konsepsi dan tanggapan mahasiswa terhadap pembelajaran dengan perlakuan PTK ini. Konsepsi mahasiswa direkam melalui self assessment dengan menggunakan rubrik penilaian konsepsi kimia. Sementara tanggapan mahasiswa dikumpulkan melalui angket. Semua data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan penelitian mampu meningkatkan kualitas konsepsi mahasiswa dalam paktek pengajaran mikro dan kepercayaan diri mereka untuk terus mampu meningkatkan kualitas konsepsinya
KORELASI KEMAMPUAN MEMBUAT MIND MAPPING DENGAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA Ni Luh Supadmi; Ida Bagus Nyoman Sudria
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian korelasi ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara kemampuan membuat mind mapping dengan hasil belajar kimia siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Sawan. Sedangkan, sampel penelitian adalah siswa kelas X5 SMA Negeri 1 Sawan. Data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh dari kemampuan membuat mind mapping dan data hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi yang positif dan kuat antara kemampuan siswa membuat mind mapping dengan hasil belajar kimia siswa. Besarnya koefisien korelasi r product moment yang didapatkan yaitu 0,89 dan koefisien determinasi sebesar 0,7921. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan siswa dalam membuat mind mapping maka semakin tinggi juga hasil belajar yang diperoleh