Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GERAKAN KELUARGA SADAR OBAT pada KELUARGA PENERIMA MANFAAT PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) KOTA DEPOK Faridlatul Hasanah; Zainul Islam; Septianita Hastuti
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 1s (2021): Spesial Issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO) ini merupakan kerjasama antara dosen UHMKA dengan Dinas sosial Kota Depok yang merupakan pengelola Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Depok. GKSO merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan sekaligus mencerdaskan masyarakat dalam berperilaku sehat, khususnya terkait dengan obat. Gerakan ini diawali dengan melakukan penyuluhan terkait bagaimana cara mendapatkan obat yang benar, cara menyimpan obat agar tetap aman dikonsumsi serta mempraktekkan bagaimana cara membuang (DAGUSIBU) obat yang benar dengan menggunakan contoh berbagai sediaan farmasi seperti tablet, sirup, puyer dan salep. Sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan peserta diwajibkan mengisi lembar test (pre dan post test) untuk menilai efektifitas kegiatan. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah menerima penyuluhan tentang DAGUSIBU. Hal ini terlihat pada pie chart pre-test dan post-test dimana terjadi peningkatan jumlah peserta yang mendapatkan nilai 80 dari 21% menjadi 48% dan 10% peserta mendapatkan nilai 100.
ANALISIS EFEKTIFITAS BIAYA PENGGUNAAN CEFIKSIM DAN CEFTRIAKSON PADA PASIEN PNEUMONIA Zainul Islam; Septianita Hastuti; Ria Rahmania Mansur
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 3 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i01.30036

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi pernafasan akut yang mempengaruhi paru-paru, yang disebabkan oleh bakteri. Data Riskesdas 2018, prevalensi pneumonia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan sebesar 2,0%, dan angka kematian yang disebabkan penyakit Pneumonia sebanyak 1.017.290 jiwa. Penggunaan antibiotik yang terkendali dapat mencegah resisten antimikroba, sehingga mengurangi beban biaya perawatan pasien, mempersingkat lama perawatan serta meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Studi farmakoekonomi dilakukan untuk mengetahui keefektifan biaya pengobatan pasien, salah satu yang dilakukan adalah Cost Effectiveness Analysis (CEA), digunakan dalam mengambil keputusan pemilihan alternatif terbaik pada pemilihan biaya pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis antibiotik yang paling efektif pada pasien pneumonia rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi. Penelitian deskriptif observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dan menggunakan metode CEA. Data yang diambil berupa rekam medis pasien pneumonia usia ≥ 15 tahun . Sampel diambil sebanyak 118 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksluksi. Hasil penelitian didapat nilai ACER pasien yang menggunakan obat ceftriakson mengeluarkan biaya sebesar Rp 591.289/hari dan pasien yang menggunakan obat cefiksim mengeluarkan biaya sebesar Rp 537.894/hari, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat cefiksim lebih cost effective di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018-2019.
Korelasi Tingkat Pengetahuan Terhadap Keberhasilan Terapi Pasien Hipertensi di Puskemas Tuti Wiyati; Vera Rahayu; Septianita Hastuti
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/pbsj.v5i1.30231

Abstract

Knowledge can affect the success of therapeutic outcomes in hypertensive patients. Blood pressure must be controlled to prevent risk factors for other cardiovascular diseases. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge of patients with hypertension and the success of therapy outcomes that showed controlled blood pressure. This observational cross-sectional study was conducted from March to June 2021 at Tangerang District Health Centers. A sample of 85 outpatients with hypertension was administered the HK-LS questionnaire to measure their level of knowledge, while the results of therapeutic outcomes were measured using blood pressure. The results showed that 60% of patients had intermediate knowledge and only 28.24% of the subjects had well-controlled blood pressure. There was a correlation between knowledge and therapy outcomes (p<0.05) with coef. correlation was -0.336, means a weak and inverse correlation. Comorbidity and sex were significantly correlated with knowledge (p<0,05). The level of knowledge needs to be improved to decrease the number of comorbidities or risk of complications to raise the goal of therapy.