Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Workshop dan Pelatihan Pengajuan Sertifikat Halal bagi Pelaku Industri Makanan Olahan UMKM Siska Siska; Hanifah Rahmi; Fitriani; Ema Dewanti
Jurnal SOLMA Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.194 KB) | DOI: 10.29405/solma.v9i1.3823

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki warga negara mayoritas adalah umat muslim. Sebagai umat Islam, kita diwajibkan mengkonsumsi makanan/minuman yang halal. Seiring dengan hal tersebut Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, maka semua pelaku industri baik di bidang makanan/minuman olahan, produk farmasi dan lain-lain wajib memiliki sertifikat halal. Namun hingga saat ini belum banyak indutri olahan yang mengajukan sertifikat halal terutama pada industri UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah). Fakultas Farmasi dan sains (FFS) UHAMKA yang telah memiliki Pusat Kajian Halal UHAMKA (PKHU), berkewajiban untuk mensosialisasi dan mengedukasi kepada seluruh masyarakat mengenai pentingnya “halal” suatu produk. Target pada kegiatan workshop ini adalah pelaku usaha di bidang pengolahan makanan/minuman UMKM di wilayah Duren Sawit Jakarta Timur. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pelatihan/workshop tentang tatacara pengajuan sertifikat halal dan dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan. Workshop diawali dengan sosialisasi pentingnya sertifikat halal kemudian dilanjutkan dengan pretest. Pre-test untuk melihat sejauh mana pemahaman terkait sertifikasi halal. Workshop diakhiri dengan post-test, untuk melihat peningkatan pemahaman setelah diberikan sosislaisasi dan pelatihan terkait sertifikasi halal. Hasil yang didapat adanya peningkatan pemahaman peserta (p<0,05) dibandingkan antara sebelum dengan sesudah pelatihan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah workshop yang diberikan bermanfaat untuk para pelaku usaha UMKM dalam meningkatkan pemahaman terkait tatacara sertifikasi halal.
PENETAPAN KADAR KLORIN PADA TEPUNG TERIGU YANG BEREDAR DI PASAR BEKASI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-VIS Fitriani; Shiva Deviana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 3 (2026): In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i3.14709

Abstract

Wheat flour is a widely consumed food ingredient produced from the processing of wheat (Triticum spp.) and commonly used as a raw material for various food products. In some processing practices, chlorine may be used as a bleaching agent to produce a whiter flour appearance. However, excessive chlorine levels in food may pose potential health risks. This study aimed to determine the presence and concentration of chlorine levels in wheat flour circulating in traditional markets in Bekasi and to evaluate whether the detected levels comply with the maximum residue limit established in BPOM Regulation No. 28 of 2019 concerning processing aids in food processing, which sets the maximum chlorine residue at 1 mg/kg. A total of nine wheat flour samples were analyzed using qualitative and quantitative methods. The samples were first extracted using chlorine-free water, followed by qualitative analysis based on color changes and quantitative determination using a UV–Vis spectrophotometer with N,N Diethyl-p-phenylenediamine (DPD) reagent. The qualitative results showed that seven out of nine samples were positive for chlorine levels. Quantitative analysis indicated that seven samples exceeded the permitted limit, with the highest level of 9.44 mg/kg found in sample A2. These findings highlight the importance of monitoring chlorine levels in wheat flour to ensure food safety and consumer protection.