Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESADARAN PENGETAHUAN TERHADAP GOLONGAN DARAH BERDASARKAN STATUS EKONOMI KELUARGA DI SMA MUHAMMADIYAH 23 DAN SMUN 44 JAKARTA Engla Merizka; Herlina Herlina; Meri Suzane
SYUKUR (Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2019): April
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.05 KB)

Abstract

Saat ini, dikalangan masyarakat awam pengetahuan mengenai jenis golongan darah belum terlalu dikenal. Banyak dari masyarakat di Indonesia yang belum mengetahui golongan darah apa yang dimilikinya. Dikalangan masyarakat awam, golongan darah yang dikenal hanya golongan darah A,B,O dan AB. Pemeriksaan golongan darah sebaiknya dilakukan sejak dini, hal ini bertujuan agar memudahkan pencarian donor apabila suatu saat membutuhkan transfusi darah. Hal lain, pemeriksaan golongan darah berguna untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap jenis-jenis golongan darah. Pada tinggak ekonomi keluarga menengah keatas, melakukan medical check-up adalah suatu hal yang rutin dilakukan satu tahun sekali. Oleh karena itu, biasanya siswa dari kalangan menengah keatas sebahagian besar telah megetahui jenis golongan darah yang ia miliki. Berbanding terbalik dengan siswa dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Sebahagian besar dari mereka tidak mengetahui jenis golongan darah yang ia miliki. Setelah dilakukan pengabdian masyarakat di dua SMA diatas dapat disimpulkan bahwa faktor utama yang menjadi penyebab ketidaktahuan mereka adalah karna kurangnya ajakan dari orang tua ke fasilitas kesehatan dan kurang pedulinya keluarga terhadap pengetahuan kesehatan. Kata kunci: status ekonomi, kesehatan, golongan darah, kurang pengetahuan
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan dan Skrining Hiperuricemia Pada Guru SMA Muhammadiyah 11 Jakarta Ratih Kartika Dewi; Engla Merizka
Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Desember
Publisher : FKM UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/shihatuna.v4i2.19490

Abstract

Healthy people have greater opportunities to play an active role in the development of the nation and state, for example people who work as teachers. Teachers who are physically and mentally healthy can certainly play a strong role in creating a positive culture in the school environment. Currently, Tachers pay little attention to their health due to the heavy workload, therefore it is necessary to provide information and counseling to increase knowledge of health and degenerative diseases such as gout. The aim of this community service activity is to increase the knowledge of teachers at SMA Muhammadiyah 11 Jakarta about hyperuricemia and carry out hyperuricemia screening through checking uric acid levels as an early detection of gouty arthritis. The method used is an interactive lecture and to check uric acid levels using the Point of Care Testing (POCT) method. The results of data analysis showed that there was a significant difference between before and after being given health education related to hyperuricemia among teachers at SMA Muhammadiyah 11 Rawamangun Jakarta (p<0.05) with a mean before being given education of 65 versus 83. Uric acid levels test showed a higher prevalence of hyperuricemia female teachers are 59%, while male teachers are 44%.