Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Koneksi

Analisis Semiotika Representasi Ibu Tunggal dalam Film Susah Sinyal Millenia Vega Wong; Daniel Tamburian
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10253

Abstract

Film is a description of audio visual media in mass communication that can display words, sounds, stories and their combination. Films are a means of public entertainment in which there are insights, knowledge and messages to be conveyed to the audience. Susah Sinyal is a film that tells the story of a single parent woman in carrying out her role. The role of a single parent is a situation where a single parent must play the role of both mother and father at the same time. This research focuses on the role of a single mother named Ellen who is represented in the Susah Sinyal film. Ellen's really love  her job and it makes her lose time with her child so that the relationship between the two doesn't get along. Therefore, this study aims to show how the representation of single mothers in the Susah Sinyal film. This type of research uses qualitative research and Roland Barthes' semiotic analysis method. Researchers collected data through observation and observation by watching the film Susah Tanda. Through observation, the researcher identified a number of scenes that represented single mothers in the Susah Sinyal film. The results of this study indicate that single mothers represented by Ellen have a firm and emotional character. In addition, Ellen is also an independent woman, hardworking, very responsible for what she does, and optimistic about her abilities.Film adalah suatu gambaran media audio visual dalam komunikasi massa yang dapat menampilkan kata-kata, suara, cerita dan gabungannya. Film merupakan sarana hiburan masyarakat yang didalamnya terdapat wawasan, pengetahuan dan pesan yang ingin disampaikan kepada penikmatnya. Film Susah Sinyal merupakan film yang bercerita tentang kehidupan perempuan single parent dalam menjalankan perannya. Peran single parent merupakan keadaan dimana orang tua tunggal yang harus memerankan perannya sebagai ibu maupun ayah sekaligus. Penelitian ini berpusat pada peran ibu tunggal bernama Ellen yang direpresentasikan dalam film Susah Sinyal. Kecintaan Ellen dengan pekerjaannya membuat ia kehilangan waktu dengan anaknya sehingga membuat hubungan keduanya tidak akur. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana representasi ibu tunggal dalam film Susah Sinyal. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan metode analisis semiotika Roland Barthes. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi dan pengamatan dengan menonton film Susah Sinyal. Melalui pengamatan, peneliti mengidentifikasi sejumlah scene yang merepresentasikan ibu tunggal dalam film Susah Sinyal. Hasil penelitian ini menunjukkan ibu tunggal yang direpresentasikan oleh Ellen mempunyai karakter yang tegas dan emosional. Selain itu, Ellen juga adalah  perempuan yang mandiri, pekerja keras, sangat bertanggung jawab dengan apa yang dikerjakannya, dan optimis dengan kemampuannya.
Pola Komunikasi Suami Istri Berbeda Agama dalam Membangun Keharmonisan Herlita Tan; Daniel Tamburian
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10126

Abstract

Communication is one of crutial aspect in human life. When done right, communication certainly make relationship grows better and in harmony. In many occation, miscommunication happen when there is a failure in delivering messages to the interlocutor. Hence, the miscommunication could cause problem to married couple. Successful marriage is created when husband and wife could communicate well while holding on their religius value. Nonetheless, there always families which is not living in harmony. Therefore, the purpose of this thesis is to analyse marriage couple communication pattern, especially in different religion to create a happy family. This study uses qualitative approaches with descriptive research method. Researches interviewed 6 resource which consist of a married husband and have a different religious but still harmonized. The result of this study showed that husband and wife who had lived up many years and there is an attitude that relented and understanding of each other, as well as a variety way to maintain it.Komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Komunikasi yang benar tentunya dapat membuat hubungan menjadi lebih baik dan harmonis. Sebaliknya kesalahpahaman dalam komunikasi bisa menimbulkan masalah yang serius. Seringkali dalam proses komunikasi terdapat kegagalan dalam penyampaian pesan kepada lawan bicaranya. Hal ini dapat menimbulkan permasalahan khususnya bagi pasangan suami istri yang sudah menikah. Keharmonisan suami istri terjadi hanya jika mereka dapat berkomunikasi dengan baik dan tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai agama yang dianut. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa di dalam tatanan rumah tangga menjadi tidak harmonis yaitu salah satunya adalah perbedaan agama pada suami istri. Maka dari itu penelitian ini ingin mengetahui pola komunikasi suami istri berbeda agama dalam membangun keharmonisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pada penelitian ini peneliti mewawancarai enam narasumber yang terdiri dari pasangan suami istri yang sudah menikah dan memiliki perbedaan agama namun masih tetap harmonis. Hasil penelitian lewat kajian pola komunikasi suami istri ini memperlihatkan bahwa pasangan suami istri yang telah menjalani kehidupan rumah tangganya bertahun- tahun terdapat sikap saling mengalah dan pengertian antara satu sama lain, serta memiliki cara-cara yang beragam untuk tetap mempertahankannya.
Pengungkapan Diri Mahasiswa Pengguna Instagram di Kota Bandung Irwanto Irwanto; Daniel Tamburian
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2014

Abstract

Instagram merupakan salah satu media sosial paling populer di dunia saat ini. Orang menggunakan Instagram sebagai media untuk berkomunikasi melalui foto, tulisan, dan video. Pengungkapan diri adalah salah satu jenis komunikasi yang dilakukan para pengguna Instagram. Menurut Brand Development Lead Instagram APAC Paul Webster, Instagram memiliki 45 juta pengguna di Indonesia, yang 59 persen diantaranya berusia 18-24 tahun, dan terdidik. Penulis menggunakan teori pengungkapan diri oleh Joseph Devito untuk menggambarkan pola-pola pengungkapan diri mahasiswa pengguna Instagram di Kota Bandung. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dan wawancara mendalam sebagai teknik penggumpulan data pada penelitian ini yang bertujuan untuk memberikan gambaran pola pengungkapan diri. Penelitian ini juga menggunakan informan kunci untuk memvalidasi jawaban wawancara dari para informan. Hasil penelitian ini membantu pembaca untuk melihat pola pengungkapan diri mahasiswa pengguna Instagram di Kota Bandung, seperti ketika mereka melakukan pengungkapan diri yang bersifat informasi personal di Instagram; perilaku dan perasaan mereka.
Resepsi Remaja terhadap Konten @BotakTikTok di Media Sosial TikTok Steven Kesuma; Daniel Tamburian
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10228

Abstract

TikTok is an application that gives users access to create short videos with their creations and creativity. In the TikTok application, there are lots of content creators who create content - content ranging from positive content to negative content. The author focuses more on @BotakTikTok creator content because this creator's content is unique, namely having 3 TikTok accounts. The purpose of this study is to describe the reception of adolescents to the content of @BotakTikTok on social media. The research method used in this research is a qualitative approach with phenomenological research. Phenomenological research is used by the author because it allows to find out and understand about the meaning of content in social media (TikTok). The results of the data were obtained through direct interviews with 3 sources, direct observation and literature study. Observation is used by the author by making direct observations so that the author can find out how the subject sees the object under study. The result of this research is that the meaning received by adolescents in positive content is denotative meaning and the meaning that is received by adolescents in negative content is the connotative meaning and the reception of adolescents is included in the hegemonic - dominant position.TikTok merupakan aplikasi yang memberikan akses kepada penggunanya untuk membuat video berdurasi pendek dengan kreasi dan kreativitas yang dimiliki. Dalam aplikasi TikTok terdapat banyak sekali konten kreator yang membuat konten mulai dari konten positif hingga konten negatif. Penulis lebih memfokuskan kepada konten kreator @BotakTikTok karena konten kreator ini memiliki keunikan yaitu memiliki tiga akun TikTok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan resepsi remaja terhadap konten @BotakTikTok dalam media sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif dengan penelitian fenomenologi. Penelitian fenomenologi digunakan oleh penulis karena memungkinkan untuk mencari tahu dan memahami mengenai pemaknaan konten dalam media sosial (TikTok). Hasil data diperoleh melalui wawancara langsung dengan tiga narasumber, observasi langsung serta studi kepustakaan. Observasi digunakan oleh penulis dengan cara melakukan pengamatan langsung agar penulis bisa mengetahui cara pandang subjek terhadap objek yang diteliti. Hasil dari penelitian ini adalah makna yang diterima remaja dalam konten positif merupakan makna denotatif dan makna yang diterima remaja dalam konten negatif merupakan makna konotatif serta resepsi remaja termasuk kedalam posisi hegemonik-dominan.
Komunikasi Antarpribadi Karyawan PT Istana Deli Kejayaan (Studi Tentang Keberagaman dan Inklusivitas) Cynthia Tanera; Daniel Tamburian
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.1988

Abstract

Perusahaan yang memiliki karyawan dengan keberagaman budaya membuat perusahaan menjadi semakin beragam. Komunikasi antarpribadi dapat berlangsung secara efektif jika terdapat keterbukaan, empati, memiliki perasaan positif, memberikan dukungan dan memelihara kesetaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karyawan menerima perbedaan dalam berkomunikasi dan memandang keberagaman. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan mengunakan metode wawancara, observasi dan studi pustaka. Objek dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Istana Deli Kejayaan dan karyawan yang sudah bekerja selama dua tahun sekaligus berasal dari suku Jawa, suku Tionghoa, suku Batak dan suku Melayu. Penelitian ini menggunakan analisis data secara triangulasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat karyawan yang belum menerima keberagaman dalam berkomunikasi, serta sikap positif yang dapat membuat karyawan bersikap terbuka dalam memandang keberagaman.
Pola Komunikasi Tim Usher GBI Gilgal dalam Membangun Kekompakan Tim Julianto Julianto; Daniel Tamburian
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2437

Abstract

Komunitas adalah kelompok sosial yang mempunyai tujuan yang sama. Komunitas merupakan kelompok sosial yang terdiri dari orang-orang dengan berbagai latar belakang yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama. Kelompok memiliki tujuan yang sama salah satunya adalah kelompok pelayanan usher di GBI Gilgal Jakarta. Usher adalah sebuah penyambut tamu. Namun di dalam sebuah gereja disebut pelayanan untuk menyambut jemaat yang datang. Di dalam sebuah kelompok terjadi sebuah komunikasi dan biasanya komunikasi membentuk sebuah pola komunikasi. Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui bagaimana pola komunikasi tim usher dalam membangun kekompakan tim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus dimana penulis terjun ke lapangan tempat penelitian dan juga melakukan wawancara dengan ketua dan beberapa anggota tim usher. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi yang dibangun dalam membangun kekompakan tim. Hasil penelitian ini menunjukan pola komunikasi yang digunakan oleh tim usher adalah menggunakan pola komunikasi dua arah dan multi arah. Tim usher GBI Gilgal juga menggunakan proses komunikasi sekunder karena tim usher juga menggunakan media sebagai alat komunikasi dalam menyampaikan pesan. Tingginya intensitas komunikasi membangun kekompakan tim usher GBI Gilgal.