Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan New Media Terhadap Pemenuhan Kebutuhan (Studi Tentang Media Sosial Facebook Dalam Pemenuhan Informasi di Kalangan Ibu Rumah Tangga) Lea Nia; Riris Loisa
Prologia Vol 3, No 2 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i2.6393

Abstract

Initially, the media is something that is controlled by the owners, namely the parties concerned. But after internet technology was created, new media made people have their own accounts and create their own content. This Thesis Research aims to determine the effect of Facebook Use on Meeting Information Needs and why housewives use Facebook as a means of meeting their information needs, this can later be measured and described. This research is based on the number of housewives who are seen using Facebook to search for information instead of the Google search engine. Some of the concepts used as the basis for this research are the use of the internet, meeting needs, new media, and social media. The theory used in this research is the uses and gratification theory, the theory of alleged values, and new media theory. The approach used is a mix-method, which is a combination of quantitative and qualitative approaches, and uses a case study method. The conclusion in this study is that there is an influence of the variable Facebook Usage on Meeting the Needs of Information among Housewives, as well as the most common reasons housewives choose Facebook because it feels more familiar, easy, and complete. Pada awalnya, media adalah sesuatu yang dikendalikan oleh para pemiliknya, yakni kaum yang berkepentingan. Namun setelah teknologi internet tercipta, media baru membuat orang memiliki akunnya sendiri dan menciptakan konten mereka masing-masing. Penelitian Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Penggunaan Facebook terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi dan mengapa ibu rumah tangga menggunakan Facebook sebagai sarana pemenuhan kebutuhan informasi mereka, hal ini nantinya dapat diukur dan di deskripsikan. Penelitian ini didasari banyaknya ibu rumah tangga yang terlihat menggunakan Facebook untuk mencari informasi alih-alih mesin pencarian Google. Beberapa konsep yang dijadikan landasan dalam penelitian ini adalah penggunaan internet, pemenuhan kebutuhan, new media, dan media sosial. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori uses and gratification, teori nilai dugaan, dan teori media baru. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan campuran (mix-method), yaitu penggabungan dari pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dan menggunakan metode studi kasus. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh dari variabel Penggunaan Facebook terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi di Kalangan Ibu Rumah Tangga, serta alasan yang paling umum ibu rumah tangga memilih Facebook karena dirasa lebih familiar, mudah, dan lengkap.
Firm performance: Pengaruh supply chain finance dan asset utilization di perusahaan fast moving consumer good di Indonesia Lea Nia; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37546

Abstract

This study looks at how Supply Chain Finance (SCF) and Asset Utilization (AU) affect Firm Performance (FP) in Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2020 to 2024. The research responds to the drop in firm performance and the inefficiencies in cash flow management and asset utilization that many companies faced during and after the COVID-19 pandemic. These issues pressured firms to improve both their external financing methods and the efficiency of their internal resources to maintain profitability. The study is based on two related theories. Resource Dependence Theory (RDT) explains how firms rely on external resources to manage uncertainty and secure what they need to survive. In this study, Supply Chain Finance (SCF) acts as external financial support that helps firms lessen dependency risks and enhance liquidity by managing working capital efficiently, which is measured using the Cash Conversion Cycle (CCC). On the other hand, the Resource-Based View (RBV) highlights the strategic value of internal capabilities and resource efficiency in gaining a competitive edge. Asset Utilization, measured by Total Asset Turnover (TATO), shows how well firms convert their internal assets into revenue, emphasizing the importance of operational efficiency in maintaining performance. Together, Resource Dependence Theory (RDT) and Resource Based View (RBV) provide a combined perspective on how external financial methods and internal resource management influence Firm Performance, which in this study uses Return on Assets (ROA) as the proxy. Penelitian ini melihat bagaimana Supply Chain Finance (SCF) dan Asset Utilization (AU) memengaruhi Firm Performance (FP) pada perusahaan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap penurunan kinerja perusahaan dan munculnya ketidakefisienan dalam pengelolaan arus kas serta pemanfaatan aset yang dialami oleh banyak perusahaan selama dan setelah pandemi COVID-19. Kondisi tersebut menekan perusahaan untuk meningkatkan metode pembiayaan eksternal dan efisiensi sumber daya internal demi mempertahankan profitabilitas. Kajian ini didasarkan pada dua teori yang saling berkaitan. Resource Dependence Theory (RDT) menjelaskan bagaimana perusahaan bergantung pada sumber daya eksternal untuk mengelola ketidakpastian dan memenuhi kebutuhan agar tetap bertahan. Dalam penelitian ini, Supply Chain Finance (SCF) berperan sebagai dukungan keuangan eksternal yang membantu perusahaan mengurangi risiko ketergantungan dan meningkatkan likuiditas melalui pengelolaan modal kerja yang efisien, yang diukur menggunakan Cash Conversion Cycle (CCC). Di sisi lain, Resource-Based View (RBV) menekankan nilai strategis dari kapabilitas internal dan efisiensi sumber daya dalam memperoleh keunggulan kompetitif. Asset Utilization, yang diukur melalui Total Asset Turnover (TATO), menunjukkan seberapa baik perusahaan mengonversi aset internal menjadi pendapatan, menegaskan pentingnya efisiensi operasional dalam mempertahankan kinerja. Secara keseluruhan, Resouce Dependence Theory (RDT) dan Resource Based View (RBV) memberikan perspektif terpadu mengenai bagaimana metode pembiayaan eksternal dan pengelolaan sumber daya internal memengaruhi Firm Performance, yang dalam penelitian ini menggunakan Return on Assets (ROA) sebagai proksi.