Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Faktor Yang Memprediksi Perilaku Menabung Pekerja Di Jakarta Yehezkiel Frendi Suhendra; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol 1, No 3 (2019): Juni 2019
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v1i3.5372

Abstract

The purpose of this study is to analyze the factors that can predict the saving behavioral of young worker in Jakarta. Samples obtained from questionnaires were 469 respondents. The data analysis technique used is PLS-SEM using SmartPLS 3 for Windows 10 V3.2.7 and Microsoft Excel 2016. The results of this study indicate empirically and partially between service quality and trust cannot predict significant repurchase intentions. But if through customer satisfaction service quality and trust can predict significant repurchase intention.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat memprediksi Perilaku menabung pekerja muda di Jakarta. Sampel yang diperoleh dari kuesioner sebanyak 469 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah PLS-SEM menggunakan SmartPLS 3 for Windows 10 V3.2.7 dan Microsoft Excel 2016. Hasil dari penelitian ini menunjukkan secara empiris dan parsial antara financial literasi, minat menabung, norma subjektif dan sikap terhadap menabung dapat memprediksi perilaku menabung.
Pengaruh Financial Knowledge, Financial Self-Efficacy, dan Risk Perception terhadap Investment Intention di Pasar Saham Irene Florencia; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v4i2.18236

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah 1) pengetahuan keuangan dapat mempengaruhi niat investasi; 2) efikasi diri dapat mempengaruhi niat investasi; 3) persepsi risiko dapat mempengaruhi niat investasi. Sampel diperoleh dengan metode purposive sampling dengan total 283 responden di Jabodetabek dan dianalisa dengan SmartPLS 3.0.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan, efikasi diri, dan persepsi risiko memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat investasi. The purpose of this study is to analyze whether 1) financial knowledge can affect investment intentions; 2) self-efficacy can affect investment intentions; 3) the perception of risk can affect investment intentions. The sample was collected by purposive sampling method with a total of 283 respondents in JABODETABEK and analyzed using SmartPLS 3.0.0. The results of this study show that financial knowledge, self-efficacy, and risk perception have a significant influence on investment intentions.
Pengaruh Financial Attitude, Financial Self-Efficacy, dan Risk Perception terhadap Investment Intention Jesyca Syabilla Laurency; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v4i3.19694

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh sikap keuangan, efikasi keuangan diri, dan persepsi risiko terhadap niat investasi. Subjek penelitian ini adalah generasi milenial di Jabodetabek. Teknik sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner secara online menggunakan google form. Analisis data menggunakan SEM-PLS. Jumlah sampel sebanyak 302 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sikap Keuangan dan Persepsi Risiko berpengaruh positif signifikan terhadap Niat Investasi. Sedangkan Efikasi Keuangan Diri tidak berpengaruh signifikan terhadap Niat Investasi. The purpose of this research is to analyze the influence of financial attitude, financial self-efficacy, and risk perception on investment intention. This study will examine millennials in Jabodetabek as a sample. Sampling technique is done by using non-probability sampling which specifically speaking is purposive sampling. This observation was done by giving online questionnaires using google form and processed by SmartPLS 3.3.3 program, the observation eventually gained 302 respondents. The result of this study reveals that financial attitude and risk perception do affect positive significantly on investment intention. Meanwhile, financial self-efficacy has no significant positive effect on investment intention.
Pengetahuan Keuangan terhadap Niat Investasi Saham pada Generasi Milenial Natasya Tayana; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v4i3.19774

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah 1) pengetahuan keuangan dapat mempengaruhi niat investasi saham; 2) sikap keuangan dapat mempengaruhi niat investasi saham. Sampel diperoleh dengan metode purposive sampling dengan total 302 responden di JABODETABEK dan dianalisa dengan SmartPLS 3.0.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat investasi saham. Sedangkan, pengetahuan keuangan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. The purpose of this research is to examine whether 1) financial knowledge can influence stock investment intention; 2) financial attitude can influence stock investment intention. Sample was collected by purposive sampling method with total amount 302 respondent in JABODETABEK and analyzed with SmartPLS 3.0.0. The result of this study show that financial attitude have significant effect to stock investment intention. On the contrary, financial knowledge does not have significant effect to stock investment intention.
Pengaruh Customer Experience dan Customer Satisfaction terhadap Financial Performance Bank pada Pengguna Digital Banking di Indonesia Selvi Dharsono; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 5 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v6i5.20315

Abstract

This study aims to analyze and determine empirical evidence of customer experience and customer satisfaction in affecting the financial performance of banks on the customer that used digital banking in Indonesia. The samples in this research are 261 respondents. The criteria of the sample are respondents who live in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi and are digital banking users. The method of this research is using non-probability sampling. The method of data collection is online questionnaires. The data were analyzed by using PLS-SEM. The result of this research is: First, customer experience has a positive effect on financial performance. Second, customer satisfaction has a positive effect on financial performance. The study could contribute to other banks in Indonesia to analyze and improve their digital banking services to increase digital banking usage. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris apakah customer experience dan customer satisfaction berpengaruh terhadap financial performance suatu bank pada pengguna digital banking di Indonesia. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 261 responden. Adapun kriteria responden dalam penelitian ini adalah responden yang tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dan responden yang merupakan pengguna layanan perbankan digital banking. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner online. Analisis data menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian pertama adalah customer experience berpengaruh positif terhadap financial performance. Kedua, customer satisfaction berpengaruh positif terhadap financial performance. Hasil studi ini dapat membantu bank-bank di Indonesia untuk menganalisis dan meningkatkan layanan digital banking untuk meningkatkan penggunaan layanan tersebut.
Analisis Pengaruh Customer Satisfaction dan Customer Loyalty terhadap Financial Performance pada Layanan Bank Digital di Indonesia dari Sudut Pandang Konsumen Claudius Barly Sadhewa; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 6 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v6i6.20687

Abstract

This study aims to find out that the financial performance of a digital bank provider company can be influenced by consumer perceptions which are represented through the variables of customer satisfaction and customer loyalty. The data in this study were collected using a survey aimed at users of digital bank services in Indonesia which was then tested statistically using PLS-SEM. Unlike other studies, this study used NPS (Net Promoter Score) as an indicator of financial performance as dependency variables, and customer satisfaction and customer loyalty as independent variables. From the results of the analysis, it was found that customer satisfaction and customer loyalty had a significant relationship impact with financial performance can consider the characteristics of consumers in providing digital bank services. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu financial performance dalam sebuah perusahaan penyedia layanan bank digital dapat dipengaruhi oleh persepsi konsumen yang diwakili melalui variabel customer satisfaction dan customer loyalty. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan survei yang ditujukan untuk pengguna layanan bank digital di Indonesia yang kemudian diuji secara statistik dengan menggunakan PLS-SEM. Tidak seperti penelitian lainnya, penelitian ini menggunakan NPS (Net Promoter Score) sebagai indikator dari financial performance sebagai variabel dependen, serta customer satisfaction dan customer loyalty sebagai variabel independen. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa customer satisfaction dan customer loyalty memiliki dampak yang hubungan yang signifikan dengan financial performance. Beberapa temuan dalam penelitian ini dapat berguna untuk penyedia layanan bank digital dan marketing bank digital untuk dapat mempertimbangkan karakteristik dari konsumen dalam menyediakan layanan bank digital.
Pengaruh Financial Attitude, Risk Perception terhadap Investment Intention pada Pasar Saham Indonesia Rita Felisya; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v4i4.20541

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari sikap keuangan (FA) dan persepsi resiko (RP) terhadap niat investasi (II). Subjek dari penelitian ini adalah generasi milenial di Jabodetabek. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner secara online menggunakan google form. Analisis data menggunakan SEM-PLS. Jumlah data sebanyak 302 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa FA berpengaruh signifikan terhadap II, dan RP berpengaruh signifikan terhadap II. The purpose of this study was to analyze the effect of Financial Attitudes (FA) on Investment Intentions (II) with Risk Perception (RP) as a mediating variable. The subject of this research is the millennial generation in Jabodetabek. The sampling technique used purposive sampling. Data was collected by distributing online questionnaires using google forms. Data analysis using SEM-PLS. Total data are 302 respondents. The results of this study indicate that FA has a significant effect on II, and RP has a significant effect on II.
Pengaruh information dan communication technology adoption serta digital transformation terhadap asset growth UMKM Revolino Hardi; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v7i3.23866

Abstract

In the current era of the digital industry, the use of information technology supports a business sector in marketing its products. One of the information technologies that is widely used by MSME actors is the use of social media in conveying information. The purpose of this study was to examine the relationship between the Adoption of Information and Communication Technology (ICT) and Digital Transformation Understanding of business opportunities so that it has an impact on MSME asset growth with a descriptive analysis method using a collection of 117 respondents. The results obtained in this study are that there is no relationship between the adoption of information and communication technology on the growth of SME assets. This is because MSME owners are only aware of the importance of using new technology but have not fully used new technology in their businesses, while SME asset growth is more influenced by an understanding of digital transformation by SMEs. Di dalam era industri digital saat ini, penggunaan teknologi informasi menjadi penopang suatu bidang usaha melakukan pemasaran produknya. Salah satu teknologi informasi yang ramai digunakan oleh pelaku UMKM adalah penggunaan media sosial dalam penyampaian informasi. Tujuan dari penelitian untuk mengkaji keterkaitan antara Adopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Pemahaman Transformasi Digital atas peluang bisnis sehingga berdampak pada pertumbuhan aset UMKM dengan metode analisa deskriptif menggunakan pengumpulan responden sebanyak 117 responden. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah tidak ada keterkaitan antara adopsi teknologi informasi dan komunikasi terhadap pertumbuhan aset UMKM. Hal ini dikarenakan bahwa para pemilik UMKM hanya sebatas sadar akan pentingnya penggunaan teknologi baru namun belum sepenuhnya menggunakan teknologi baru pada usaha mereka sedangkan pertumbuhan aset UMKM lebih dipengaruhi oleh pemahaman akan transformasi digital oleh para pemilik UMKM.
Pengaruh inovasi pengguna dan dukungan pemerintah terhadap niat UMKM mengadopsi teknologi keuangan Theodorus Alvin; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v7i3.23867

Abstract

MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises) have become an important part of the economy in developing countries. However, MSMEs are often constrained in obtaining funding, especially from banking institutions. This problem can be overcome by using financial services technology, namely Peer to Peer Lending. Even though the existence of peer-to-peer lending can overcome this problem, many MSMEs do not want to use it. The purpose of this study is to find out whether the level of user innovation and government support influence MSME in using peer to peer lending. This research is descriptive research with quantitative methods. The sampling method uses purposive sampling by distributing questionnaires to 174 MSME in Jabodetabek. Data were analyzed using SEM PLS. The results of the study show that user innovation and Government Support have a positive and significant effect on the intention to use peer to peer lending. For this reason, user innovation and Government Support are considered to be able to increase the intention of MSME actors to use Peer to Peer Lending. UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) telah menjadi bagian penting dalam roda ekonomi di Negara yang masih berkembang. Namun, UMKM sering terkendala dalam mendapatkan pendanaan terutama dari lembaga perbankan. Masalah ini dapat diatasi dengan penggunaan teknologi jasa keuangan yaitu Peer To Peer Lending. Walaupun keberadaan peer to peer lending dapat mengatasi permasalahan ini, banyak pelaku UMKM tidak mau menggunakannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui apakah tingkat inovasi pengguna dan dukungan pemerintah mempengaruhi niat pelaku UMKM dalam menggunakan peer to peer lending. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Metode sampling menggunakan purposive sampling dengan menyebarkan kuesioner ke 174 pelaku UMKM di Jabodetabek. Data dianalisa menggunakan SEM PLS. Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi pengguna dan dukungan pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi penggunaan peer to peer lending. Untuk itu, inovasi pengguna dan dukungan pemerintah dinilai dapat meningkatkan intensi pelaku UMKM dalam menggunakan Peer To Peer Lending.
Pengaruh financial technology adoption capability dan financial literacy terhadap business sustainability Olvia Intan Permata Sari; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v7i3.23870

Abstract

National economic development is significantly influenced by the existence of MSMEs, as existing economic businesses in Indonesia are dominated by MSMEs. During the Covid-19 pandemic, SMEs faced several challenges to continue their business, not to mention a few business units that had to cease operations. The ability to adapt is an opportunity for the SME sector to improve their strategies, one of which is capital and payment transactions. In this digital age, financial technology (fintech) becomes an alternative in obtaining loans that can help SME business development, especially in terms of financing. Nevertheless, in line with the use of fintech, financial literacy is also required to be improved in order for SMEs to be more prudent in choosing and maintaining access to help finance their business. In addition, by understanding financial literacy, it is hoped that SMEs will be capable of using and managing their financial resources. Through this study, the relation between Financial Technology Adoption Capability and Financial Literacy against Business Sustainability is thoroughly examined and evaluated using the Technology Acceptance Model and the Diffusion of Innovation Theory approach, involving a collection of 149 respondents as the source of data. The result obtained in this study is that financial technology adoption capability and financial literacy have a positive influence on business sustainability. embangunan ekonomi nasional secara signifikan dipengaruhi oleh keberadaan UMKM, hal ini dikarenakan usaha yang ada di Indonesia didominasi oleh UMKM. Pelaku UKM menghadapi beberapa tantangan untuk melanjutkan usahanya, bahkan tidak sedikit unit usaha yang harus berhenti beroperasi di masa pandemi Covid-19. Kemampuan untuk beradaptasi merupakan kesempatan bagi sektor UKM untuk memperbaiki strategi, salah satunya ialah permodalan dan transaksi pembayaran. Pada era digitalisasi, teknologi finansial (tekfin) merupakan salah satu alternatif dalam mendapatkan pinjaman yang dapat membantu perkembangan bisnis UKM, terutama dalam sisi pembiayaan. Namun sejalan dengan penggunaan tekfin, literasi keuangan juga harus ditingkatkan agar pelaku UKM cermat dalam memilih dan menggunakan akses keuangan untuk membantu bisnisnya. Selain itu dengan memahami literasi keuangan diharapkan UKM akan mampu menggunakan dan mengelola sumber daya keuangan yang dimiliki. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh financial technology adoption capability dan financial literacy terhadap business sustainability dengan metode analisa deskriptif menggunakan pengumpulan responden sebanyak 149 responden. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah financial technology adoption capability dan financial literacy berpengaruh terhadap business sustainability.