Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Motivasi Bermain Game dan Mediasi Orangtua dengan Kecenderungan Adiksi Video Game pada Anak Asti Adwitiya; Supra Wimbarti
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 3 No 2 (2020): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.568 KB) | DOI: 10.36341/psi.v3i2.1097

Abstract

Adiksi video game menjadi perhatian para peneliti di dunia, ditandai munculnya adiksi video game dalam DSM 5 sebagai internet gaming disorder. Namun kebanyakan penelitian tersebut masih berfokus pada remaja meski saat ini, mayoritas anak-anak juga sudah bermain video game dengan berbagai tingkatan motivasi yang melatarbelakanginya. Orangtua sebagai pihak yang memfasilitasi anak dengan perangkat untuk bermain game perlu memediasi interaksi anak dengan game yang dimainkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi bermain video game dan mediasi orangtua terhadap kecenderungan adiksi video game. Penelitian ini melibatkan 233 anak berusia 9-12 tahun (110 laki-laki ; 123 perempuan).. Analisis jalur yang dilakukan menunjukkan bahwa mediasi gatekeeping menjadi moderator hubungan antara motivasi bermain dengan kecenderungan adiksi video game.
HUBUNGAN ANTARA KECENDERUNGAN ADIKSI GAME ONLINE DAN KESEHATAN MENTAL SISWA DENGAN KUALITAS PERTEMANAN SEBAGAI VARIABEL MODERATOR Astuti Dian Lestari; Supra Wimbarti
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v5i1.34250

Abstract

Abstract One of activitiy done by students to spend their free time both at home and at school is to play online games. Friend’s factor becomes one of the strengthening factors in online gaming activities. However, playing online games has a risk that leads to addiction which can affect the mental health of the students. This study aimed at determining the role of the quality of friendship to the relationship of online game addiction and mental health of students. The subject of this research was the junior high school students in Yogyakarta. This research was conducted using survey method. Data retrieval was done by using Mental Health Scale, Quality Scale of Friendship and Online Game Addiction Scale. The sample was determined by purposive sampling. The result of moderation analysis revealed that the quality of friendship did not effected to the relationship between online game addiction and the mental health of students. The tendency of online game addiction and offline friendship quality could predict student mental health significantly.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kualitas pertemanan terhadap hubungan adiksi game online dan kesehatan mental siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa sekolah menengah pertama di Kota Yogyakarta yang berusia 12 hingga 15 tahun dan bermain game online. Subjek penelitian berjumlah 183 siswa yang terdiri dari 115 siswa laki-laki dan 68 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Skala Kesehatan Mental, Skala Kualitas Pertemanan dan Skala Adiksi Game Online. Sampel penelitian ditentukan secara purposive sampling. Hasil analisis moderasi menunjukkan bahwa kualitas pertemanan tidak terbukti secara signifikan berperan pada hubungan antara adiksi game online dan kesehatan mental siswa. Kecenderungan adiksi game online dan kualitas pertemanan di dunia nyata secara bersama-sama signifikan memprediksi kesehatan mental siswa.
Uji Validitas Konstruk The Centrality of Religiosity Scale (CRS-15) Pada Sampel Muslim Lisya Chairani; Supra Wimbarti; Subandi Subandi; Sunu Wibirama
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 4, No 2 (2023): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v4i2.22609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk instrumen The Centrality of Religiosity Scale (CRS-15) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 205 mahasiswa Muslim di Yogyakarta dan Pekanbaru. Partisipan terdiri dari 117 (57,1%) laki-laki dan 88 (42,9%) perempuan dengan rentang usia 18-31 tahun (Mage= 21). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) first order dengan menggunakan software Lisrel 8.80. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pengukuran religiusitas lima dimensi telah memenuhi kriteria Goodness of Fit Statistics: Chi-Square χ2 (80) =90.69, p=0.194 (p>0.000), RMSEA=0.026 (p<0.06), Non-Normed Fit Index (NNFI)/TLI = 0.984, Comparative Fit Index (CFI) = 0.988, Standardized RMR = 0.0576. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa butir-butir dalam pengukuran ini secara valid mengukur dimensi religiusitas (T>1.96), dengan rentang R2 berkisar diantara 0.06 – 0.61. Confirmatory Factor Analysis (CFA) Second Order dapat dilakukan peneliti selanjutnya untuk memastikan apakah dimensi intelektual, ideologi, ibadah publik, ibadah individual dan pengalaman/penghayatan valid membentuk konstruk religiusitas.   
Adaptasi Test of Mathematical Ability (TOMA-3) Nani Restati Siregar; Supra Wimbarti; Sri Kusrohmaniah; Yulius Sunardi
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 4, No 2 (2020): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.017 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v4i2.3218

Abstract

Abstrak. Adaptasi tes kemampuan matematika untuk penelitian secara luas yang melibatkan berbagai lintas usia dan jenjang tingkat pendidikan formal belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini agar menghasilkan tes test of mathematical ability (TOMA-3) versi Indonesia. Penelitian menggunakan metode survey dengan yang melibatkan penilaian ahli kepada 6 dosen dan 12 guru. Adapun proses adaptasi  meliputi: penerjemahan bahasa, penilaian ahli terhadap konten sub tes soal cerita, uji keterbacaan oleh siswa sekolah dasar dan uji coba untuk memperoleh koefisien reliabilitas. Uji coba tes hasil adaptasi dilakukan kepada siswa sekolah dasar berjumlah 84 orang siswa. Hasil penelitian menunjukan beberapa istilah dalam butir soal cerita perlu disesuaikan dengan kondisi anak-anak di Indonesia. Adapun indeks validitas konten sebesar 0,85 dan koefisien reliabilitas menggunakan alpha Cronbach sebesar 0,758. Koefisien reliabilitas tes asli sebesar 0,87 dengan menggunakan jumlah subyek yang lebih banyak pada rentang usia dan pendidikan subjek bervariasi. Sehingga TOMA-3 versi Indonesia dapat direkomendasikan sebagai tes terstandar  baik digunakan secara individual maupun kolektif.Kata Kunci: Tes Kemampuan Matematika, Penilaian Ahli, Indeks Validitas Konten, Reliabilitas.