Agus Karya Suhada
Institut Teknologi Bandung

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Product Design

SARANA TRANSPORTASI PENUNJANG RISET PENELITIAN DI KAWASAN HUTAN MANGROVE Kusuma, Otriya; Suhada, Agus Karya
Product Design Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

ABSTRAKIndonesia adalah salah satu negara yang mempunyai hutan bakau terbesar di dunia, yaitu mencapai 8,60 juta hektar, meskipun saat ini dilaporkan sekitar 5,30 juta hektar jumlah hutan itu telah rusak (Gunarto, 2004).Mulai tahun 1960 banyak hutan bakau di Indonesia banyak yang akhirnya dibuka untuk dijadikan lahan tambak. Pembukaan lahan ini menyebabkan pertahanan tanah terhadap abrasi pantai dan ombak besar yang menerjang menjadi rendah. Pertahanan alam terhadap tsunami pun hilang (I Nyoman N. Suryadiputra. 2007).Rehabilitasi terhadap pengerusakan hutan bakau saat ini sedang diusahan. Penelitian pun dilakukan agar dapat diketahui keadaan hutan saat ini. Peneliti menggunakan berbagai sarana untuk menyajikan data terbaik.Sarana penelitian dapat berupa berbagai bidang, dalam laporan ini terdapat pengembangan sarana transportasi untuk para peneliti di hutan bakau. Kekhasan hutan bakau dan kontur alamnya membuat saran transportasi disana harus berbeda dengan yang sudah ada saat ini. Ditambah lagi perlengkapan penelitian dan banyaknya subjek yang harus diteliti juga menjadi tantangan tersendiri untuk dipikirkan dan dicarikan jalan keluarnya.Sarana tansportasi terutama di perairan yang sesuai dengan kondisi alam di hutan bakau adalah sarana yang ringan, stabil, kecil, dan memiliki ruang kosong dalam kapal yang luasKeyword : Hutan, Bakau, Transportasi, Kapal, Penelitian ABSTRACTIndonesia has the largest mangrove’s forest. 5.3 million of 8.6 million hectare of the forest has been damages. (Gunarto, 2004).Start from 1960 there are mangrove’s forests been open became shrimp’s embankment. That made land defense became low against abrasion and big waves.Rehabilitation of the destruction of mangroves currently being conducted. The research was done in order to know the current state of the forest. Researchers use various ways to present the best data.In this report there are developing in research’s equipment at mangrove’s forest. Peculiarities and natural contours of mangrove’s forest make people used a different transportation. Plus research equipment that must be taken and the number of objects of research that should take also became a challenge to be considered and addressed.Transportation at mangrove’s forest, especially in waters, that correspond to the natural condition is light small ship that stable and has a wide space in ship.Keyword : Forest, Mangroves, Transportation, Boat, Research.
REBRANDING PENCITRAAN SARANA PERANGKAT MINUM TEH POCI TEGAL SEBAGAI BENTUK PENGEMBANGAN BUDAYA MINUM TEH TRADISIONAL KHAS TEGAL Puspita, Setyo Andarini; Suhada, Agus Karya
Product Design Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

AbstrakTeh poci Tegal, sebagai salah satu budaya sajian minuman teh lokal daerah sudah ada sejak dulu dengan sejarah dan filosofi penyajian yang dimilikinya. Sayangnya, sajian minum ini kurang berkembang selain di daerah asalnya. Di samping itu, konsumsi teh masyarakat rendah, sedangkan masyrarakat perkotaan khususnya generasi muda cenderung memilih teh dengan pencampuran budaya luar sebagai pilihan sajian minum. Karena itu, untuk meningkatkan konsumsi teh lokal, khususnya teh poci Tegal sebagai sajian minuman teh lokal khas Tegal, teh poci Tegal di-rebranding agar dapat diterima, dikonsumsi, dan menjadi gaya hidup dengan penyajiannya yang memberikan value berupa experience.Kata Kunci : budaya, pencitraan, perangkat sajian, teh poci, Tegal AbstractTeh poci Tegal, as one of traditional tea dish has been exist and contains history and phylosophy. Unfortunately, this dish less developed except in their origin place. Beside that, peoples consumption still low, meanwhile young people especially in big city prefer to drink import tea with foreign tea. because of that, to improve local tea consumption, specially teh poci Tegal as one of local tea drink with Tegal characteristic, teh poci Tegal will be rebranded that can be accepted by people and becoming one of people life style thus give value by experience from the product.
PEMANFAATAN LIMBAH BAN DALAM BEKAS (INNER TUBE PROJECT) Kurniadi, Steven; Suhada, Agus Karya
Product Design Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Bersepeda sudah merup akan gaya hidup bagi banyak orang karena manfaatnya yang banyak bagi kesehatan dan bagi lingkungan. Dibalik nilai positif bersepeda ternyata sepeda pun memiliki kekurangan, sepeda juga memiliki limbah yaitu ban dalam. Ban dalam sepeda termasuk limbah yang dihasilkan dengan frekuensi cukup besar. Limbah sepeda dapat ditemukan di berbagai tempat dengan jumlah yang banyak.Untuk mengatasi masalah limbah secara cepat dan mudah adalah dengan upcycling, yaitu proses mengubah material buangan menjadi material/produk baru dengan kualitas yang lebih baik dan mampu mengatasi masalah lingkungan.Maka dari itu dibuatlah suatu product line yang merupakan hasil dari pengolahan limbah dengan proses sederhana dan cepat (pemotongan material limbah ban dalam, pencucian material, laser-cutting / laser-engraving, perakitan, dan finishing) yang diharapkan dengan produksi yang besar mampu menyerap limbah ban dalam dan mengatasi masalah lingkungan.
ALAT FILTRASI AIR UNTUK KEBUTUHAN SURVIVAL Argo Hutomo, Eduardus Adityo; Suhada, Agus Karya
Product Design Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan dasar manusia. Tanpa air manusai akan sulit bertahan hidup dalam tiga hari. Dalam situasi survival air bersih merupakansalah satu kebutuhan utama. Kekurangan air akan berakibat dehidrasi, yang akan mengganggu proses penyelamatan diri, bahkan mengakibatkankematian. Dalam hutan tropis tidaklah sulit untuk mendapatkan air, namun banyak daerah di Indonesia yang memiliki air yang tidak layak untukdiminum. Air yang terlihat bersih belum tentu layak untuk diminum. Untuk itu diperlukan alat filtrasi air untuk membantu survivor bertahan hidup