Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Motif Penggunaan Aplikasi Media Sosial LINE (Studi Kasus terhadap Remaja Jakarta berusia 16-19 tahun) Linsye Linori Tanama; Farid Rusdi; Septia Winduwati
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1365

Abstract

Pada penelitian ini, penulis membahas tentang media komunikasi sosial, yakni media baru, khususnya dalam konteks motif penggunaannya. Dari berbagai media komunikasi sosial yang ada, penulis fokus pada aplikasi pesan instan LINE. Penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran teori komunikasi, jenis komunikasi, new media, Uses and Gratification Theory, media sosial dan remaja. Penelitian ini menggunakan mixed-methods dengan sifat penelitian deskriptif. Data diperoleh dengan menyebarkan kuisioner kepada 30 responden dan melakukan wawancara mendalam dengan informan, yakni remaja Jakarta 16-19 tahun yang aktif menggunakan LINE. Hasil data kuantitatif menunjukkan bahwa remaja menggunakan LINE didasari oleh motif hiburan, yaitu penggunaan sticker. Kemudian dari data kualitatif menunjukkan bahwa remaja yang aktif menggunakan LINE didasari atas empat motif McQuail, yakni motif informasi (karena informan dapat mengakses berita LINE update), motif identitas pribadi (karena informan dapat menemukan penunjang nilai-nilai yang berkaitan dengan pribadi mereka sendiri), motif integrasi dan interaksi sosial (karena informan dapat berkomunikasi secara personal maupun grup melalui via chat, call, maupun video call), motif hiburan (karena informan merasa terhibur saat menggunakan aplikasi tersebut).
Analisis perbandingan kinerja reksa dana saham konvensional dan reksa dana saham syariah dalam aplikasi Bibit berdasarkan metode Sharpe, Treynor, dan Jensen selama masa pandemi Covid-19 periode 2020-2021 Linsye Linori Tanama; Indra Widjaja
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v7i1.22465

Abstract

Mutual funds are investment instruments with minimum risk that have several types, namely money market mutual funds, fixed income mutual funds, mixed mutual funds, and equity funds. For novice investors, mutual funds are considered to be the right choice to start investing because the funds are managed by an Investment Manager. Bibit application is a financial technology highly demanded by investors in Indonesia because the application has unique features that make it easier for investors to invest, one of that is Robo-advisor. In this era of the Covid-19 pandemic, stock prices fluctuated drastically. The purpose of this study is to compare the performance of conventional equity mutual funds with Islamic equity mutual funds based on equity mutual fund products sold by Bibit mutual fund agent during the Covid-19 pandemic, the period of 2020-2021. This research is a descriptive quantitative research and comparative method with purposive sampling data collection. The analytical method used was Sharpe, Treynor, and Jensen, and then the results were compared using an independent t-test. The results show that of the three analytical methods, the best performance of conventional mutual funds is Manulife Saham Andalan, while the best performance of Islamic mutual funds is Sucorinvest Sharia Equity. In addition, other results show that there is no significant difference in mutual fund performance between conventional equity mutual funds and Islamic equity mutual funds. However, from the average performance, conventional equity mutual funds are superior to Islamic mutual funds. Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki risiko minimum dengan beberapa jenisnya, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham. Bagi investor pemula, reksa dana merupakan pilihan yang tepat untuk memulai investasinya karena dana dikelola oleh Manajer Investasi. Aplikasi Bibit merupakan financial technology yang paling diminati oleh investor di Indonesia karena aplikasi tersebut memiliki fitur unik yang memudahkan investor dalam berinvestasi, salah satunya adalah Robo-advisor. Di era pandemi Covid-19 ini, harga saham berfluktuasi secara drastis. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kinerja reksa dana saham konvensional dengan reksa dana saham syariah berdasarkan produk reksa dana saham yang dijual oleh agen reksa dana Bibit selama pandemi Covid-19, yaitu periode tahun 2020-2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dan komparatif dengan metode pengumpulan data purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah Sharpe, Treynor, dan Jensen, yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan menggunakan uji independen t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga metode analisis tersebut, kinerja reksa dana konvensional terbaik adalah Manulife Saham Andalan, sedangkan kinerja reksa dana syariah terbaik adalah Sucorinvest Sharia Equity. Selain itu, hasil lainnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kinerja reksa dana yang signifikan antara reksa dana saham konvensional dengan reksa dana saham syariah. Namun dari rata-rata kinerja, reksa dana saham konvensional lebih unggul dibandingkan dengan reksa dana syariah.