Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BENTUK, MAKNA DAN FUNGSI KESENIAN MOANGGO (NYANYIAN RAKYAT MASYARAKAT TOLAKI) Evang Asmawati
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 3 No 3 (2018): Agustus
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze and describe the forms, meanings, and functions contained in the traditional art of Moanggo (a folksong of Tolakinese society) in Konawe regency. The study employed a qualitative method. The data of the study was oral data obtained from native speakers who know well about Moanggo. The targeted informants were those who hold good expertise/fluency with Moanggo and were living in Konawe regency. The techniques of data collection used in this study were: 1) recording, 2) note-taking, 3) elicitation. The techniques of data analysis involved transcription and translation, followed by heuristic and hermeneutic reading, and then finally interpreting the forms, meanings, and functions contained in the text of Moanggo. The study employed hermeneutic theory, structural functional theory, and semiotic theory. The results of the study showed that Moanggo takes some forms similar to poems. Moanggo has five forms: anggo mete’ia, anggo mosawa-sawa, anggo monda’u, anggo mombeperiri and anggo ndula-tula. The meanings of Moanggo are related to such themes as advice, religion, and love. Moanggo serves the functions as a way of expressing feeling, giving advice (education), entertaining, and preserving local culture. Keywords: forms, meanings, functions, traditional art of Moanggo.
SEJARAH PEREMPUAN MUNA PEMECAH BATU DI DESA TANJUNG TIRAM KECAMATAN MORAMO UTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN: 1995-2016 Zahirin Zahirin; Evang Asmawati
Journal Idea of History Vol 1 No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Juli - Desember 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/history.v1i2.466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah perempuan Muna pemecah batu di Desa Tanjung Tiram Utara Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan: 1995-2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang dikemukakan oleh Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahapan yaitu: (1) Pemilihan topik, (2) Pengumpulan sumber, (3) Verifikasi sumber, (4) Interpretasi sumber, (5) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Mayoritas perempuan pemecah batu di Desa Tanjung Tiram berasal dari pulau Muna yang melakukan migrasi untuk memperbaiki kehidupan keluarganya. Pada awalnya kehidupan ekonomi difokuskan pada pertanian, tetapi karena kurang berhasil sehingga kepala keluarga beralih menjadi nelayan, sementara para perempuan berinisiatif membantu suami dengan menjadi pemecah batu. Para perempuan Muna memutuskan menjadi pemecah batu sejak 1995 dan berjumlah 6 orang. Jumlah tersebut bertambah menjadi 40 orang pada 2017. Para perempuan Muna pemecah batu di Desa Tanjung Tiram mayoritas berstatus ibu rumah tangga. Alasan menjadi perempuan pemecah batu karena faktor ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. (2) Perubahan sosial ekonomi keluarga perempuan Muna pemecah batu di Desa Tanjung Tiram terbagi atas dua periode. Periode pertama 1995-2003 yaitu kehidupan ekonomi keluarga tergantung pada pertanian dan nelayan, sedangkan para perempuan mencari aktivitasnya dengan menjadi pemecah batu namun jumlahnya masih sedikit dan kondisi ekonomi masih sederhana. Periode kedua 2004-2016 yaitu kondisi sosial ekonomi telah mengalami perubahan, ditandai dengan kondisi sosial kaum perempuan yang semakin membaik dari segi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Kata Kunci: Sejarah, perempuan Muna pemecah batu, perubahan sosial ekonomi