Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Desain Kartu Ucapan Pada Usaha Florist Dian Pramana; Lilis Yuningsih; Wayan Agus Suka Dana
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 2 No. 3 (2020): Juli
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/widyabhakti.v2i3.207

Abstract

AVA Flowers & Gift adalah salah satu toko florist yang ada di seputaran Kota Denpasar. Pelanggan utama dari florist ini adalah para remaja. Segmen pelanggan tersebut telah menjadikan usaha ini fokus pada penggunaan Instagram sebagai media pemasaran utamanya. Pendapatan rata-rata tiap bulan dari usaha florist ini mencapai Rp 2.000.000,- dan biasanya selalu meningkat pada hari-hari tertentu, seperti pada Hari Valentine atau pada Hari Ibu. Salah satu kendala yang dihadapi oleh mitra adalah dalam pembuatan kartu ucapan. Usaha florist ini harus menyiapkan biaya lebih untuk pembelian kartu terutama apabila pelanggan tidak menyukai desain kartu ucapan yang telah disiapkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini telah dilaksanakan dalam bentuk pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mitra dalam desain grafis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain adalah sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Sebagai hasil dari kegiatan, saat ini usaha florist sudah mampu mendesain dan menghasilkan berbagai macam kartu ucapan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan dari pelanggan.
Pemberdayaan Perempuan Pengrajin Kebaya Melalui Pengembangan Kapasitas Produksi Dan Inovasi Desain Berbasis Kultural Putu Setyarini; Lilis Yuningsih; I Wayan Gede Lamopia
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v4i3.798

Abstract

This community service activity aims to enhance production capacity and strengthen the business identity of Putri Tailor Kebaya as a small-scale enterprise in the kebaya garment sector in Denpasar City, Bali. Managed by a female artisan, this business has significant potential due to the high demand for kebaya for traditional, religious, and formal events. However, the partner still faces several challenges, such as limited production equipment, the absence of a business brand identity, and a marketing system that remains relatively simple. This community service program employs the Participatory Action Research (PAR) method, consisting of several stages: identifying the partner’s problems, providing production equipment in the form of a Typical GC628-1 sewing machine, designing product packaging as a branding medium, and conducting product documentation to support business promotion. The results show that the addition of a sewing machine has improved production efficiency and accelerated order completion. Furthermore, packaging design with a clear brand identity has enhanced the business’s professional image and strengthened the competitiveness of kebaya products in the local market
Perempuan Sebagai Pendidik Pertama dan Utama: Penguatan Literasi Digital Bagi Ibu untuk Mendukung Generasi Emas 2045 Dadang Hermawan; Lilis Yuningsih; Erma Sulistyo Rini; Ni Made Dewi Kansa Putri; Putu Tjintia Kencana Dewi
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Agustus 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v5i2.89

Abstract

Perempuan, khususnya ibu, memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga, termasuk dalam menghadapi tantangan era digital. Anak-anak yang tumbuh sebagai digital natives memerlukan pendampingan agar penggunaan gawai lebih terarah dan bermanfaat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas literasi digital parenting bagi ibu rumah tangga di Denpasar, Bali. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, workshop, diskusi kelompok terarah, konsultasi individu, dan monitoring berkelanjutan. Peserta kegiatan berjumlah 25 ibu rumah tangga anggota PKK desa setempat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta, khususnya dalam penggunaan parental control, pengaturan screen time, pemilihan aplikasi edukatif, serta komunikasi positif dengan anak. Lebih dari 75% peserta juga mulai membiasakan anak dengan aktivitas alternatif non-gawai. Monitoring pascapelatihan melalui grup media sosial memperlihatkan terbentuknya ekosistem pembelajaran berkelanjutan di antara peserta. Temuan menunjukkan bahwa literasi digital parenting efektif memberdayakan ibu sebagai fasilitator pendidikan keluarga di era digital. Kegiatan lanjutan diperlukan untuk memperluas jangkauan komunitas dan memperdalam integrasi nilai budaya lokal dalam praktik pengasuhan digital.   Women, especially mothers, play a strategic role as the first and primary educators in the family, including in facing the challenges of the digital age. Children who grow up as digital natives need guidance so that their use of gadgets is more focused and beneficial. This Community Service (PKM) activity aims to increase the digital literacy capacity of housewives in Denpasar, Bali. The implementation method uses a participatory approach through socialization, workshops, focused group discussions, individual consultations, and continuous monitoring. There were 25 housewives who are members of the local village PKK participating in the activity. The results of the activity showed a significant increase in the participants' understanding and skills, particularly in the use of parental controls, screen time management, selection of educational applications, and positive communication with children. More than 75% of participants also began to familiarize their children with alternative non-device activities. Post-training monitoring through social media groups showed the formation of a sustainable learning ecosystem among participants. The findings indicate that digital literacy parenting effectively empowers mothers as facilitators of family education in the digital age. Follow-up activities are needed to expand the reach of the community and deepen the integration of local cultural values into digital parenting practices.