This Author published in this journals
All Journal JURNAL KEBIDANAN
Yunda Dwi Jayanti
akademi kebidanan dharma husada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI KELAS XI AKUNTANSI 2 (DI SMK PGRI 2 KOTA KEDIRI) Yunda Dwi Jayanti; Nidya Elsa Novananda
JURNAL KEBIDANAN Vol 6 No 2 (2017): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.199 KB) | DOI: 10.35890/jkdh.v6i2.38

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Pada remaja harus mendapatkan asupan zat-zat gizi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan agar tercapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Ketidakseimbangan asupan dan perkembangan minumbulkan masalah gizi. Salah satu penyebab masalah gizi adalah kurangnya pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan crooss sectional. Populasinya adalah remaja putri kelas XI Akuntansi 2 di SMK PGRI 2 Kota Kediri sebanyak 50 responden sampel diambil menggunakan teknik total sampling sehingga populasi dijadikan sampel. Variabel independennya adalah pengetahuan remaja putri tentang gizi seimbang, variabel dependennya adalah status gizi remaja putri. Pengumpulan data ini dilakukan pada tanggal 24 juli 2017 pada pengetahuan remaja putri menggunakan kusioner dan status gizi menggunakan lembar observarsi mengukur berat badan dan tinggi badan remaja putri, diolah melalui editing, coding, scoring, tabulating dan dianalisis menggunakan uji statistik Spermank Rank. Hasil ini menunjukkan dari 50 responden didapatkan mayoritas 27 responden (54,0%) mempunyai pengetahuan cukup, minoritas 8 responden (16,0%) yang mempunyai pengetahuan kurang, dan mayoritas 26 responden (52%) mempunyai status gizi normal, minoritas 10 responden (20,0%) yang mempunyai status gizi dengan kriteria kurus. Diperoleh nilai signifikasi sebesar 0,003 < σ (0,05) maka hipotesis H1 diterima artinya terdapat hubungan yang signifikasi antara Pengetahuan tentang Gizi Seimbang dengan Status Gizi Remaja Putri. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa ada hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dengan status gizi pada remaja putri. Dengan demikian diharapkan remaja putri lebih meningkatkan pengetahuannya melalui media massa atau tenaga kesehatan, serta dapat menerapkan pengetahuan dalam memilih asupan nutrisi yang dibutuhkan remaja setiap hari sehingga dapat menunjang status gizi remaja menjadi baik
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK PRASEKOLAH USIA 4-5 TAHUN (di TK An Nidhom Desa Bangsongan Kabupaten Kediri) YUNDA DWI JAYANTI; Lorenz Ari Ambar Wati
JURNAL KEBIDANAN Vol 6 No 1 (2017): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.96 KB) | DOI: 10.35890/jkdh.v6i1.55

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan cara orang tua mengarahkan anak, bagaimana mereka mendidik dan mengajarkan pada anak segala hal. Perkembangan bahasa pada anak sangat dipengaruhi adanya hubungan yang sehat antara orang tua dengan anak. Terjadinya keterlambatan berbahasa pada anak mengakibatkan anak menjadi sulit bersosialisasidengan teman sebaya maupun lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan bahasa anak prasekolah usia 4-5 tahun. Desain penelitian yang digunakan yaitu korelasional dengan pendekatan cross sectional. Dengan menggunakan teknik total sampling, populasi dan sampel sejumlah 38 responden ibu dan anak prasekolah usia 4-5 tahun. Variabel yang digunakan variabel independen yaitu polaasuh orang tua dan variabel dependen yaitu perkembangan bahasa anak prasekolah usia 4-5 tahun. Penelitian dilakukan tanggal 7-8 mei 2014. Data diperoleh dari kuesioner dan cheklist DDST dan pengolahan data meliputi (editing, coding, scoring, tabulating)kemudian di analisa dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 38 responden diperoleh 19 responden (50%) menggunakan pola asuh demokratis dalam mengasuh anaknya dan 19 anak (50%) perkembangan bahasanya normal. Berdasarkan hasil uji statistik chi square diperoleh hasil hitung (18,13) >tabel (9,49). Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti ada hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan bahasa anak prasekolah usia 4-5 tahun. Pola asuh orang tua yang sesuai dalam mengasuh anak dapat mengurangi terjadinya resiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah usia 4-5 tahun. Sehingga orang tua perlu menerapkan pola asuh yang sesuai pada anaknya pada situasi tertentu.
PENGARUH WAKTU PEMBERIAN SUPLEMEN FERRO SULFAT TERHADAP KADAR SERUM FERRITINPADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) BUNTING Yunda Dwi Jayanti
JURNAL KEBIDANAN Vol 7 No 2 (2018): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.235 KB) | DOI: 10.35890/jkdh.v7i2.102

Abstract

Kehamilan merupakan keadaan dimana kebutuhan zat besi dalam tubuh mengalami peningkatan. Persoalan apakah suplemen zat besi perlu diberikan atau tidak masih menjadi perdebatan. Suplemen zat besi dan peningkatan cadangan zat besi dalam darah dikaitkan dengan komplikasi pada ibu hamil karena terjadi peningkatan oksidatif stres selama kehamilan. serum ferritin merupakan parameter untuk mengetahui status besi dalam tubuh. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh waktu pemberian suplemen ferro sulfat terhadap kadar serum ferritin pada tikus putih bunting.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan jenis penelitian adalah Randomized Post Test Only Control Group Design. Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus bunting yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok kontrol, yaitu kelompok tikus bunting yang tidak diberi perlakuan apapun dan kelompok perlakuan 1, 2 dan 3, yaitu kelompok tikus bunting yang diberi ferro sulfat dosis 300 mg/hari mulai hari ke 1, 8 dan 15 kehamilan. Analisis data yang digunakan adalah ANOVA. Hasil penelitian didapatakn rerata kadar serum ferritin menunjukkan perbedaan bermakna baik pada kelompok kontrol dan juga kelompok perlakuan mulai pada awal, pertengahan dan akhir kehamilan(masing-masing 38.314±6.756a ng/mL, 85.290±9.040b ng/mL, 66.586±1.353c ng/mL, 56.002±5.229d ng/ml). Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa semakin awal pemberian suplemen ferro sulfat dapat meningkatkan kadar serum ferritin