This Author published in this journals
All Journal JURNAL KEBIDANAN
Lely Khulafa’ur Rosidah
akademi kebidanan dharma husada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN MINAT MELAKUKAN PAP SMEAR DI RT 16 KELURAHAN BLABAK KECAMATAN PESANTREN KOTA KEDIRI. Lely Khulafa’ur Rosidah; Kiky Kusuma Ningrum
JURNAL KEBIDANAN Vol 6 No 2 (2017): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.519 KB) | DOI: 10.35890/jkdh.v6i2.41

Abstract

Kanker serviks adalah kanker pembunuh perempuan Indonesia no.1 tertinggi saat ini. Di Asia Tenggara terdapat 40.000 kasus baru kanker serviks dengan sekitar 22.000 kematian. Data DINKES kota Kediri (2015), penderita kanker serviks mencapai 100-120 pertahun. Karena tingginya angka kematian akibat kanker serviks maka perlu adanya deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan wanita usia subur dengan minat melakukan Pap smear. Desain penelitian yang digunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua wanita usia subur berjumlah 30 orang. Teknik sampling yang digunakan total sampling maka sampelnya yaitu seluruh wanita usia subur sebanyak 30 orang. Variabel yang digunakan variabel Independen yaitu pengetahuan wanita usia subur tentang kanker serviks sedangkan variabel dependen yaitu minat melakukan pap smear. Lokasi penelitian di RT 16 Kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren Kota Kediri pada tanggal 2-16 Mei 2017. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian data diolah dengan proses editing, coding, scoring, tabulating, selanjutnya dianalisa dengan spearman rank. Hasil penelitian dari 30 responden didapatkan berpengetahuan baik dengan minat tinggi 25 responden (83,3%), berpengetahuan cukup dengan minat sedang 5 responden (16,7%), berpengetahuan rendah dengan minat rendah 0 responden (0). Dari perhitungan uji spearmank rank menunjukkan hasil koefisien sebesar 0,668 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 maka H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan wanita usia subur tentang kanker serviks dengan minat melakukan Pap smear. Dalam meningkatkan pengetahuan responden tentang kanker serviks dengan pemeriksaan Pap smear perlu adanya peranan aktif dari petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 1-3 TAHUN (Di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk) Lely Khulafa’ur Rosidah; Suleni Harsiwi
JURNAL KEBIDANAN Vol 6 No 1 (2017): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.732 KB) | DOI: 10.35890/jkdh.v6i1.48

Abstract

Perkembangan memiliki tahapan yang berurutan mulai dari kemampuan melakukan hal yang sederhana menuju kemampuan melakukan hal yang sempurna dan setiap individu memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda-beda. Proses percepatan dan perlambatan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor herediter, lingkungan, budaya lingkungan, sosial ekonomi, iklim / cuaca, nutrisi, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang hubungan status gizi dengan perkembangan balita usia 1-3 tahun di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan rancangan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua ibu dan balita usia 1-3 tahun di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk, dengan teknik Total sampling didapatkan sampel sejumlah 35 responden. Variabel independent yaitu status gizi balita usia 1-3 tahun dan variabel dependent yaitu perkembangan balita usia 1-3 tahun. Pengambilan data menggunakan observasi BB/TB dan KPSP kemudian diolah dengan editing, coding, scoring, dan tabulating dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian dari 35 responden didapatkan sebagian besar status gizi balita adalah gizi baik sebanyak 25 responden (71.5%). Sebagian besar perkembangan balita adalah sesuai sebanyak 23 responden (65.7%). Berdasarkan hasil uji statistik Spearman Rank didapatkan t hitung 3,647 dan bila dibandingkan dengan t tabel (α = 0,025) adalah 1,960 maka t hitung > t tabel yaitu 3,647 > 1,960 sehingga H1 diterima artinya ada hubungan antara status gizi dengan perkembangan balita usia 1-3 tahun. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa status gizi akan mempengaruhi perkembangan balita. Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak memerlukan zat gizi agar proses pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan baik.
PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN DISMINORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI (Di Pondok Pesantren Queen Al-Falah Ploso Mojo Kediri) Lely Khulafa’ur Rosidah; Adelina Diah Permata Larasati
JURNAL KEBIDANAN Vol 5 No 1 (2016): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.984 KB) | DOI: 10.35890/jkdh.v5i1.63

Abstract

Kompres hangat merupakan tindakan dengan memberikan kompres hangat yang bertujuan memenuhi kebutuhan rasa nyaman, mengurangi atau membebaskan nyeri, mengurangi atau mencegah terjadinya spasme otot dan memberikan rasa hangat.Disminore adalah nyeri pada daerah panggul akibat menstruasi dan produksi zat prostaglandin.Seringkali di mulai segera setelah mengalami menstruasi pertama atau menarce.Nyeri berkurang setelah menstruasi, namun pada beberapa wanita nyeri bisa terus dialami selama periode menstruasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap penurunan disminore primer pada remaja putri di Pondok Pesantren Queen Al-falah Ploso Mojo Kediri. Desain penelitian adalah pra-eksperimenta dengan menggunakan one group pre-test-post-test design.Populasinya adalah Semua Remaja putri yang mengalami disminore primer di pondok pesantren Queen Al-falah ploso mojo Kediri berjumlah 30 orang. Pengambilan Sampel menggunakan teknik total sampling sehingga seluruh populasi digunakan sampel. Variabel penelitian ini terdiri dari 2 variabel yaituIndependent Variable berupa kompres hangat dan Dependent Variable berupa penurunan disminore primer pada remaja putri. Pengumpulan data diperoleh menggunakanchecklist, pengolahan data melalui editing, coding, scoring dan tabulating. Untuk menguji adanya perbedaan dilakukan analisa uji Wilcoxon Match Pair Testdengan hasil Z sebesar -5,385. Hasil penelitian menunjukkan skala nyeri disminore primer sebelum dikompres hangat dengan kategori nyeri berat, sebanyak 16 responden (53,3%) dan nyeri sedang sebanyak 14 responden (46,7%). Sedangkan skala nyeri disminore primer sesudah dikompres hangat terbanyak dengan kategori nyeri sedang sebanyak 17 responden (56,7%) dan nyeri ringan sebanyak 13 responden (43,3%).Dari uji Wilcoxon didapatkan hasil ada pengaruh penurunan disminore primer sebelum dan sesudah dilakukan kompres hangat pada remaja putri (σ≤0,05). Berdasarkan penelitian tersebut, dapat diketahui Ada perbedaan pengaruh penurunan disminore primer sebelum dan sesudah dilakukan kompres hangat pada remaja putri di Pondok Pesantren Queen Al-falah Ploso Mojo Kediri yaitu, yang mengalami nyeri disminore primer dengan kategori berat setelah dilakukan kompres hangat telah menurun menjadi kategori nyeri sedang dan nyeri ringan.