Erniza Miranda Madjid
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN PIVOTAL RESPONSE TRAINING OLEH ORANGTUA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN JOINT ATTENTION PADA ANAK DENGAN AUTISM SPECTRUM DISORDER Rolla Apnoza; Erniza Miranda Madjid; Luh Sarini Y. Savitri
Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2018.v11i1.2073

Abstract

Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) menunjukkan gangguan pada joint attention yang merupakan kapasitas dalam mengkoordinasikan atensi untuk berbagi ketertarikan pada suatu objek atau kejadian/peristiwa yang ada disekelilingnya dengan sosial partner dalam suatu interaksi. Defisit joint attention tersebut menjadi ciri khas sekaligus menjadi penyebab utama gangguan komunikasi sosial pada anak dengan ASD. Intervensi yang dapat meningkatkan kemampuan joint attention pada anak dengan ASD salah satunya adalah pivotal response training (PRT). Pada intervensi ini melibatkan peran ibu sebagai terapis dalam menerapkan komponen-komponen PRT. Pada penelitian ini melihat keefektifan penerapan PRT oleh ibu untuk meningkatkan kemampuan joint attention anak dengan ASD. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan joint attention pada anak dengan ASD setelah diberikan intervensi PRT oleh ibu.
METODE TOTAL TASK PRESENTATION CHAINING PADA ANAK DENGAN INTELLECTUAL DISABILITY-SEVERE Mellisa Magdalena; Erniza Miranda Madjid
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 1, No 1: Januari 2018
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v1i1.9926

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan program modifikasi perilaku ini adalah untuk meningkatkan kemampuan A, anak laki-laki berusia 6 tahun 9 bulan dengan intellectual disability-severe dalam memakai baju kaos tanpa kancing secara mandiri. Kondisi A saat ini belum dapat berbicara, tidak paham pemberian instruksi secara verbal, dan tidak dapat berpakaian sendiri. Metode modifikasi perilaku yang digunakan adalah total task presentation chaining yang disertai dengan pemberian prompt dan positive reinforcer. Prompt yang digunakan adalah video prompt, verbal prompt, gestural/ modeling prompt, dan physical prompt. Chain dari perilaku memakai baju kaos terdiri dari 4 langkah sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan kognitif serta fisik A saat ini. Program modifikasi perilaku ini dapat dikatikan berhasil. Setelah melakukan 8 sesi dengan 3 kali latihan setiap sesi, A dapat melakukan 4 langkah tanpa bantuan orang lain. Kemampuan tersebut dikatakan konsisten dari data follow up yang dilakukan 1 minggu setelah sesi berakhir.