Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Mobilisasi Dini Terhadap Pengetahuan Pelaksanaan Mobilisasi Dini Pada Pasien Post Operasi Di BLUD RSUD H. Padjonga Daeng. Ngallekabupaten Takalar Dewiyanti Dewiyanti; Wirda Wirda; Suardi Suardi; Dina Oktaviana; Alwi Alwi
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol. 8 No. 01 (2022): April: Jurnal Kesehatan Medika Udayana
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.745 KB) | DOI: 10.47859/jmu.v8i01.200

Abstract

Background : Early mobilization has a role in the healing process of postoperative patients. One of the nurse's roles in the recovery process is as an educator. Purpose : of the study was to determine the effect of early mobilization counseling on knowledge of the implementation of early mobilization in postoperative patients at the BLUD RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle, Takalar Regency. Methods: pre experimental design with a one group pre post test design with the sampling technique used is accidental sampling with a total of 34 respondents. Results: using the Wicoxon test, the calculated value was obtained with a value of = 0.000 <0.05. Conclusion: there is an effect of early mobilization counseling on knowledge of the implementation of early mobilization in postoperative patients at the BLUD RSUD H. PadjongaDaengNgalle, Takalar Regency.
Edukasi Penyakit Diabetes Melitus dengan Metode Pemberian Modul pada Penderita DM dimasa Pandemi COVID-19 di Kelurahan Bontokadatto Kab. Takalar Suardi; Patmawati; Ernawati; Wirda Wirda; Kamriana; Dewiyanti; Dina Oktaviana; Alwi
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v2i1.119

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah suatu kelainan yang dapat ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah dan hambatan metabolisme protein, lemak, serta karbohidrat yang dikaitkan dengan kurangnya secara mutlak maupun relative dari kerja ataupun pengeluaran insulin. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan penderita DM melalui pemberian Edukasi Penyakit Diabetes Melitus Dengan Metode Pemberian Modul Pada Penderita DM dimasa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Bontokadatto Kab. Takalar. Metode pelaksanaan kegiatan dengan cara pemberian penyuluhan secara langsung dengan menggunakan media Modul yang termuat di dalamnya Konsep DM, Diet DM, Aktivitas Fisik, Perawatan Kaki, Monitoring Gula Darah dan Pengobatan. Peserta maupun pemateri dalam kegiatan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung, sebelum penyuluhan dilakukan di ukur pengetahuan pre dan setelah dilakukan penyuluhan di ukur kembali pengetahuan post. Peserta yang terlibat adalah penderita DM. Hasil kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi Penyakit Diabetes Melitus Dengan Metode Pemberian Modul Pada Penderita DM dimasa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Bontokadatto Kab. Takalar, yaitu dari 1 responden (7%) yang pengetahuan baik meningkat menjadi 12 responden (80%)setelah dilakukan edukasi. Pada kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi pada penderita DM, sehingga masyarakat perlu terus diberikan edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, sehingga komplikasi bisa diminimalisir, dan kualitas hidup tetap baik.
Pendampingan Peningkatan Keterampilan Pasien Halusinasi Pendengaran Melalui Teknik Distraksi Menghardik Di RSKD Dadi Makassar kamriana kamriana; Salmah Arafah; Dewiyanti; Alwi; Ernawati; Dina Oktaviana
JCS Vol. 6 No. 2 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v6i2.110

Abstract

Gangguan jiwa merupakan suatu fenomena yang terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan, dan setiap tahun diberbagai belahan dunia jumlah penderita gangguan jiwa semakin bertambah. Diperkirakan jumlah penderita gangguan jiwa di dunia kurang lebih 450 juta orang, dengan perkiraan 10% orang dewasa, dan 25% di usia tertentu seseorang diprediksi akan mengalami gangguan jiwa, dan 135 juta diantaranya mengalami halusinasi. kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang mengendalikan halusinasi pendengaran melalui Teknik distraksi menghardik. Kegiatan dilakukan di RSKD Dadi Makassar selama dua kali dengan durasi 30 menit, terdiri dari sesi pembukaan, sesi mengidentifikasi halusinasi dan latihan menghardik, dan sesi evaluasi serta tindak lanjut. Pendampingan stimulasi sensori melalui teknik distraksi menghardik diberikan dengan permainan bisik kata dan mengidentifikasi suara. Hasil dan kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah sangat baik dimana pasien mampu mengidentifikasi stimulus sensori yang diberikan. Pasien juga mampu mengidentifikasi halusinasinya dan melakukan cara menghardik halusinasi yang benar. Pelaksanaan pendampingan ini sebaiknya rutin dilakukan untuk mengontrol halusinasi pasien
The Role of Family Support in Foot Care Compliance among Patients with Type 2 Diabetes Mellitus: Family Influence on Diabetic Foot Care Suardi Suardi; Dina Oktaviana; Fitriani Fitriani
Innovative Approaches in Health Science Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Innovative Approaches in Health Science Journal
Publisher : CV. Paperhome Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64871/gbppvx82

Abstract

Background: Type 2 Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease with a high risk of diabetic foot complications. During the COVID-19 pandemic, limited access to health services increased the importance of family-based self-care. This study aimed to analyze the relationship between family support and foot care adherence among patients with type 2 DM. Methods: A cross-sectional design was employed with 30 respondents selected through accidental sampling. Data were collected using a family support questionnaire and a foot care observation sheet. The Chi-square test was applied with a significance level of 0.05. Results: The results showed a significant relationship between family support and foot care adherence (p = 0.001). Conclusion: Strong family support improves patients' adherence in performing routine foot care.
HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA DAN SOSIAL PADA BALITA USIA 1-3 TAHUN DI DESA MONCONGKOMBA KECAMATAN POLONGBANGKENG SELATAN KABUPATEN TAKALAR: The Relationship Between Stunting And Sociald Development In Toddlers Aged 1-3 Years In Moncongkomba Village, Polongbangkeng Selatan District, Takalar Regency Dina Oktaviana; Patmawati; Ernawati; Dewiyanti; Suardi; Nur Citrayani Wahid
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2285

Abstract

Latar Belakang: Jumlah anak balita 1-3 tahun di Wilayah Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takarar mencapai 115 balita pada tahun 2024. Anak usia 1-3 tahun merupakan periode perkembangan otak yang sangat penting dan mencakup perkembangan motorik, bahasa, sosial, dan kognitif. Anak harus makan makanan yang bergizi agar proses perkembangan dan pertumbuhan mereka tidak terganggu. Jika asupan makanan tidak mencukupi, anak bisa menderita gangguan pertumbuhan disebut stunting. Tujuan: untuk mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan bahasa dan sosial pada anak usia 1-3 tahun. Metode : pendekatan cross-sectional digunakan untuk penelitian deskriptif dan analitis. Dengan subjek penelitian sebanyak 115 responden yang berusia 1-3 tahun. Data diolah menggunakan uji statistic Fisher’s Exact Test. Hasil: hasil penelitian membuktikan bahwa ada hubungan stunting dengan perkembangan bahasa dan sosial pada balita usia 1-3 tahun dengan skor p=0,001 dimana α<0,05. Kesimpulan: ada hubungan signifikan anatara stunting dengan perkembangan bahasa dan sosial pada balita usia 1-3 tahun di Desa Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Aplikasi INZTING Melalui Pendekatan ABCD untuk Mendukung Pencapaian SDGs 3 Ernawati Ernawati; Salmah Arafah; Dewiyanti Dewiyanti; Adi Sadli; Dina Oktaviana; Sumarmi Sumarmi; Risnah Risnah; Harmawati Harmawati; Patmawati Patmawati
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6721

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang, yang mengakibatkan tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Permasalahan ini menjadi isu penting karena berpengaruh terhadap kualitas generasi masa depan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan aplikasi INZTING (Ikhtiar MenZerokan Stunting) berbasis pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kegiatan ini menyasar dua kelompok utama, yaitu 23 ibu yang memiliki anak stunting dan 28 anggota kelompok dasawisma. Metode pelaksanaan mencakup edukasi interaktif dengan bantuan aplikasi digital. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test serta keaktifan peserta selama kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan signifikan, di mana pemahaman ibu mengenai stunting naik dari 52% menjadi 90%, sedangkan pemahaman kelompok dasawisma terkait penggunaan aplikasi INZTING meningkat dari 40% menjadi 95%. Materi yang berhasil dipahami antara lain pedoman gizi seimbang, tanda dan faktor penyebab stunting, serta dampak jangka panjangnya. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis potensi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital dapat memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan stunting di Kelurahan Pallantikang..
Terapi Yoga dan Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Pasien DMT2 di Takalar Suardi; Ernawati; Dina Oktaviana; Ipha Wahyuni Putri; Patmawati
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 6 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i6.169

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by impaired insulin secretion and/or action due to pancreatic beta-cell dysfunction and insulin resistance. This condition causes uncontrolled elevation of blood glucose levels. One nonpharmacological approach to diabetes management is yoga therapy. Objective: This study aimed to analyze the effect of yoga therapy on reducing blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM). Methods: This study used a pre-experimental one-group pretest-posttest design without a control group. A total of 30 respondents were selected using purposive sampling. The inclusion criteria were patients with T2DM aged ≥ 45 years, blood glucose levels ≥ 200 mg/dL, willingness to participate, ability to follow yoga therapy, and absence of severe physical disorders. The exclusion criteria included noncompliance with therapy and clinical conditions that could endanger respondents during yoga. Blood glucose levels were measured using an Autocheck device. Data were analyzed using a paired t-test. Results: There was a significant difference in blood glucose levels before and after yoga therapy (p < 0.001). The mean blood glucose level decreased from 265.23 mg/dL to 207.60 mg/dL in the final week. Conclusion: Yoga therapy reduced blood glucose levels among patients with T2DM at Bulukunyi Community Health Center, Takalar Regency. Keywords: community health center, nonpharmacological intervention, random blood glucose, T2DM, yoga therapy