Yoga Utomo
Universitas Esa Unggul

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kompetensi PMIK Terhadap Kualitas Koding Klinis Di RSU Vertikal Kementerian Kesehatan DKI Jakarta Yoga Utomo; Hosizah Markam
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.264

Abstract

Sejak diberlakukannya pembayaran prospektif dengan pola case-mix berbasis Diagnosis Related Groups (DRG), maka keakurasian data koding klinis sangat penting. Besaran klaim yang dibayarkan dan disetujui tergantung dari ketepatan koding klinis yang dihasilkan. Ketepatan koding klinis dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap PMIK. Pengetahuan dan sikap merupakan bagian dari kompetensi PMIK. Saat ini ketiga RSU vertikal Kementerian Kesehatan Wilayah DKI Jakarta terdapat pengembalian berkas klaim sebesar 3,4 % atau sekitar 850 juta rupiah dikarenakan ketidaktepatan koding klinis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompetensi PMIK terhadap kualitas koding klinis di RSU vertikal Kementerian Kesehatan DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah sample jenuh dengan total 17 PMIK terdiri dari 6 orang RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, 6 orang RSU Fatmawati dan 5 orang RSU Persahabatan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data dengan regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata skor kompetensi PMIK 81,65 dan rata-rata kualitas koding yang dihasilkan 8. Hasil regresi linear sederhana diperoleh bahwa ada pengaruh signifikan antara kompetensi PMIK terhadap kualitas koding klinis (p-value 0,000<0,05) dengan persamaan kualitas koding klinis = -4,491 + 0,153 (kompetensi PMIK). Adapun arti koefisien, setiap kompetensi naik 1 poin, maka kualitas koding klinis naik 0,153
TINJAUAN KONDISI FISIK RUANGAN TERHADAP KINERJA PETUGAS DALAM PENGOLAHAN REKAM MEDIS DI RSUD M. ZEIN PAINAN Yoga Utomo; Hosizah Markam
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v4i1.102

Abstract

AbstractThe purpose in this study was to determine how the physical condition of the room to the performance of staff in the processing of medical records. This study dilakanakan in hospitals M.Zein Painan begin April 22 until May 4, 2015. The population in this study is the medical record room, and the average number of files per day approximately 150 files. The sample in this research that file processing is done during the study as many as 60 files. Data collected by observation and measuring and then the data is processed, analyzed using univariate and presented in narrative and tabular form. The results showed that the area of data processing room 3,8m x 3,4m. Spacious storage room (I) 3,8m x 7,4m. Spacious storage room (II) 1,7m x 10,6m. Medical record room temperature 29oC - 31oC. The lighting in the room medical record 21.6 Lux - Lux 142.2. This can greatly affect the performance of medical records clerk. The conclusions of this study is the ambient conditions do not meet the standards of medical records comprehensive, temperature and lighting.Keywords: medical record processing, the physical condition of the roomAbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi fisik ruangan terhadap kinerja petugas dalam pengolahan rekam medis. Penelitian ini dilakanakan di RSUD M.Zein Painan mulai tanggal 22 April sampai dengan 04 Mei 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah ruang rekam medis dan jumlah rata-rata berkas per harinya kurang lebih 150 berkas. Sampel dalam penelitian ini yaitu berkas yang pengolahannya dilakukan saat penelitian yaitu sebanyak 60 berkas. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan mengukur kemudian data diolah, dianalisa secara univariat dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas ruangan pengolahan data 3,8m x 3,4m. Luas ruangan penyimpanan (I) 3,8m x 7,4m. Luas ruangan penyimpanan (II) 1,7m x 10,6m. Suhu ruangan rekam medis 29oC – 31oC. Pencahayaan di ruangan rekam medis 21,6 Lux – 142,2 Lux. Hal ini sangat mempengaruhi kinerja petugas rekam medis. Simpulan penelitian ini adalah kondisi ruangan rekam medis belum memenuhi standar luas, suhu dan pencahayaan.Kata kunci: pengolahan rekam medis, kondisi fisik ruangan