Abdillah Azis
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Remaja Di Puskesmas Bantul II Kabupaten Bantul Abdillah Azis
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v7i2.240

Abstract

AbstrakPuskesmas Bantul II melaksanakan kegiatan skrining kesehatan kepada siswa SMA namun hanya kelas X. Permasalahan yang muncul adalah belum semua siswa mendapatkan skrining, pencatatan hasil skrining yang masih menggunakan berkas, biaya pengadaan dan penggandaan berkas skrining yang cukup besar, dan perhitungan nilai skoring skrining siswa yang masih dikerjakan secara konvensional. Penanggung jawab skrining di Puskesmas Bantul II menginginkan adanya sistem informasi berbasis komputerisasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan pengguna dan mengembangkan sistem informasi kesehatan remaja yang dapat dipakai di wilayah kerja Puskesmas Bantul II. Penelitian ini adalah research and development dengan objek penelitian pengembangan sistem informasi kesehatan remaja. Pada penelitian ini dilakukan analisis kebutuhan pengguna, perancangan desain antarmuka, implementasi desain menjadi sistem informasi, serta ujicoba sampai sistem diterima oleh pengguna. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan diketaui bahwa pengguna membutuhkan sistem informasi yang mampu untuk diakses dimana saja dan kapan saja, privasi dari setiap siswa terjamin, perhitungan nilai skoring pada kuesioner otomatis. Sistem Informasi Kesehatan Remaja dibuat dengan bahasa pemrograman PHP menggunakan framework codeigniter serta database MySQL. Pada tahapan ujicoba sistem diperoleh masukan dari pengguna terkait kelemahan dari sistem yang telah dikembangkan.Kata Kunci: sistem informasi, kesehatan remaja, puskesmas
KEBUTUHAN DAN STRATEGI DALAM MEMBANGUN E-HOSPITAL DI LEVEL NASIONAL Abdillah Azis
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i2.87

Abstract

AbstractElectronic Health Record (E H R) is a patient’s health records are created using electronic media. Means that service providers such as doctors, nurses and other health workers are no longer recorded on paper media but have been using computers and recorded in health record systems that are part of the “E Health”. RSUD Kota Tangerang is a hospital that was heading for E-Health, which since beginning of the Hospital no longer paper-based, but has implemented electronic data collection, but at the beginning of January 2015 made two versions of either electronically or manually( recorded on paper). The purpose of this research is to know the role and knowledge of physicians with the availability of high quality Electronic Health Record in this hospital . The type of research is observational analytic with cross sectional study design, quantitative research that is associative, aims to determine the effect or also the relationship between two or more variables. Target population of this study was a doctor in this hospital. While the sample of this research is all the population that met the inclusion criteria that all doctors who are given the authority did the process of hospital administration using e-health in this Hospital. Results of the test of normality that the data are not normally distributed ordinal and then use Spearman correlation test to examine the relationship between the role and knowledge of physicians with the availability of Electronic Health Records . The result showed that 23.43% based on the role doctors have influence the availability of a complete EHR and 45.7% Physician knowledge, have a significant effect on the availability of RKE. Physicians who have more capabilities can be used as “Champion” so it can be a role model or assist colleagues when experiencing difficulties in the implementation of the EHR. Knowledge doctors need to be improved both CD literature, demonstration or from the website. Implementation can be done in the form of regular training and self-learning, it is necessary to find appropriate solutions for the implementation of EHR is unable to support all interestsKeywords: Electronic Health Record (E H R) The role of physicians, physician knowledge, availability HERAbstrakRekam Kesehatan Elektronik (EHR) adalah catatan kesehatan pasien dibuat menggunakan media elektronik. Berarti bahwa penyedia layanan seperti dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya tidak lagi dicatat pada media kertas tetapi telah menggunakan komputer dan disimpan di sistem catatan kesehatan yang merupakan bagian dari “E Health”. RSUD Kota Tangerang adalah rumah sakit yang sedang menuju E-Health, yang sejak awal Rumah Sakit berbasis kertas tidak lagi, tapi telah menerapkan pengumpulan data elektronik, tetapi pada awal Januari 2015 yang dibuat dua versi baik secara elektronik maupun manual (dicatat di atas kertas). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan pengetahuan dokter dengan ketersediaan kualitas tinggi Rekam Kesehatan Elektronik di rumah sakit ini. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan desain studi cross sectional, penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif, bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau juga hubungan antara dua variabel atau lebih. Populasi target penelitian ini adalah seorang dokter di rumah sakit ini. Sedangkan sampel penelitian ini adalah seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi bahwa semua dokter yang diberi kewenangan melakukan proses administrasi rumah sakit menggunakan e-kesehatan di Rumah Sakit ini. Hasil uji normalitas bahwa data tidak terdistribusi normal ordinal dan kemudian menggunakan uji korelasi Spearman untuk menguji hubungan antara peran dan pengetahuan dokter dengan ketersediaan Elektronik Kesehatan Records. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23,43% berdasarkan dokter peran memiliki mempengaruhi ketersediaan EHR dan 45,7% pengetahuan Dokter lengkap, memiliki pengaruh yang signifikan pada ketersediaan RKE. Dokter yang memiliki kemampuan lebih dapat digunakan sebagai “Champion” sehingga dapat menjadi panutan atau membantu rekan ketika mengalami kesulitan dalam pelaksanaan EHR.Dokter pengetahuan perlu ditingkatkan baik CD sastra, demonstrasi atau dari website. Implementasi dapat dilakukan dalam bentuk pelatihan reguler dan belajar mandiri, perlu untuk menemukan solusi yang tepat untuk pelaksanaan EHR tidak dapat mendukung semua kepentinganKata kunci: Rekam Elektronik Kesehatan (EHR) Peran dokter, pengetahuan dokter, ketersediaan EHR