Diana Manurung
SMP Negeri 1 Patumbak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF DALAM MEPERBAIKI AKTIVITAS BELAJAR IPA TERPADU SISWA DI KELAS IX SMP NEGERI 1 PATUMBAK Diana Manurung
Journal of Education and Teaching Learning Vol 1 No 1 (2019): Journal of Education and Teaching Learning (JETL)
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jetl.v1i1.29

Abstract

Penelitan ini termasuk dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas.Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yakni suatu pencermatan terhadapsemua kegiatan yang sengaja dimunculkan, dan terjadi di dalamsebuah kelas (Suharsllni krikunto, dkk:16:2007). Tempat penelitiantindakan kelas ini adalah di SMP Negeri 1 Patumbak kelas IX TahunPelajaran 2013/2014. dan waktu penyelenggaraan penelitian iniadalah pada semester I (ganjil) mulai dari bulan September 2013sainpai bulan Desember 2013. Subjek penelitian tindakan kelas iniadalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Patumbak Tahun Pelajaran2013/2014 yang berjumlah 29 siswa. Data-data tes hasil belajar,aktivitas belajar siswa terhadap model pembelajaran Generatifselarna kegiatan belajar mengajar tersusun, kemudian dianalisis,sehingga dapat disimpulkan sesuai dengan rumusan masalah. (1)Data aktivitas siswa menurut kedua pengamatan pengamat padaSiklus I antara lain: menulis/membaca (43,8%), bekeja (28,3% ),bertanya sesama teman (12,5%), bertanya kepada guru (12,5%), danyang tidak relevan dengan KBM (2,9%). Dan Data aktivitas siswamenurut pengamatan pada Siklus II antara lain: menulis/membaca(22,2%), bekerja (48,7%), bertanya sesama teman (14,8%), bertanyakepada guru (13,0%), dan yang tidak relevan dengan KBM (1,3%).(2) Dengan menerapkan model pembelajaran Generatif, hasil belajarsiswa dari Siklus I ke Siklus berikutnya mengalami perbaikan. Hasilbelajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Generatifpada Formatif I dan Formatif II menunjukkan 9 orang siswa tuntassecara individu, sedangkan kelas tidak tuntas. Pada Siklus II, tuntassecaia individu sebanyak 26 orang siswa, sedangkan kelas adalahtuntas dengan rata-rata siklus I dan siklus II adalah 70,4 dan 84,5dan persentase ketuntasan klasikal adalah 3 1,05% pada siklus I dan89,65% pada siklus II.Kata Kunci: Model Pembelajaran
PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII – 3 SMP NEGERI 1 PATUMBAK Diana Manurung
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol 3, No 3: Juni 2019
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.529 KB) | DOI: 10.24114/js.v3i3.17871

Abstract

Abstract: The Use of Experimental Methods to Increase Student Learning Outcomes in Natural Sciences Class VIII - 3 Middle School 1 Patumbak. This study aims to determine the increase in the results of integrated science degrees using concrete object props. The subjects of this study were students of class VIII - 3 of SMP Negeri 1 Patumbak totaling 30 people. The research method used was PTK. The average value of students on the Initial Test of 43.89% with mastery learning 11.1% after taking action in the first cycle in an average of 62.2% learning outcomes where 20 students or 55.5% students have reached the level of mastery learning. In cycle II, the average test result of student learning is 81.9% where 28 students or 89% of students have reached the level of mastery learning.Keywords: experimental methods, Integrated science learning outcomesAbstrak: Penggunaan Metode Eksperimen Untuk Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas VIII – 3 SMP Negeri 1 Patumbak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajat IPA Terpadu dengan menggunakan alat peraga benda konkret. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII - 3 SMP Negeri 1 Patumbak berjumlah 30 orang. Metode Penelitian yang digunakan adalah PTK. Rata-rata nilai siswa pada Tes Awal sebesar 43,89% dengan ketuntasan belajar 11,1% setelah dilakukan tindakan pada siklus I di dapat rata-rata hasil belajar sebesar 62,2% dimana 20 orang siswa atau 55,5% siswa sudah mencapai tingkat ketuntasan belajar. Pada siklus II didapat rata-rata tes hasil belajar siswa sebesar 81,9% dimana 28 orang siswa atau 89% siswa sudah mencapai tingkat ketuntasan belajar.Kata Kunci : metode eksperimen, hasil belajar IPA Terpadu