Nicholas Wila Adi
Fakultas Seni Rupa Dan Desain, Institut Kesenian Jakarta

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Tema Panorama Indonesia Dalam Karya Visual Bak Truk: Yogjakarta Truck Festival 2018, di Jogja Expo Center JEC - Jogjakart Nicholas Wila Adi
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 6 No. 1 (2018): Di antara Ekspresi, Komunikasi, dan Fungsi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v6i1.49

Abstract

Abstrak: Pada tahun 2018, komunitas truk Yogyakarta menyelenggarakan festival “Jogjakarta Truck Festival 2018”. Dalam festival ini ditampilkan kreasi melukis dan memodifikasi truk-truk angkutan. Acara utama yaitu lomba melukis dan memodifikasi, kemudian iring-iringan. Melukis truk menjadi sebuah kepuasan batin bagi senimannya. Melukis truk menjadi media bagi mereka untuk menyalurkan unek-unek atas kepenatan hidup yang sehari-hari dialami. Melalui lukisan bak truk, mereka mencoba mengajak para penikmatnya untuk berkomunikasi. Mereka mencoba untuk menggerakkan perasaan dan emosi penikmatnya untuk suatu tujuan tertentu. Melukis truk juga bukan hal yang mudah, apalagi para seniman lukis truk ini tidak pernah mengenyam pendidikan seni rupa. Keahlian mereka melukis didapat secara otodidak, begitu pula dengan tehnik- tehnik melukis yang digunakan. Dahulu lukisan bak truk dibuat dengan cara melukis dengan kuas dan cat, kemudian tehnik airbrush dan sekarang sudah banyak yang memadukan dengan tehnik cutting sticker. Kegiatan melukis, memodifikasi, serta parade selain dilihat sebagai proses penciptaan kesenian, juga memenuhi syarat sebagai proses komunikasi karena ada pesan, media, penyampai pesan dan pemirsa. Kegiatan ini mengambil tema Panorama Indonesia. Melalui lomba itu tergambarkan kreatifitas dalam mengembangkan tema dari masing-masing peserta lomba dan menjadi promosi wisata. Abstract: In 2018, the Yogyakarta truck community held a “Jogjakarta Truck Festival 2018” festival. In this festival creations of painting and modifying trucks are displayed. The main event is painting and modifying competitions, then a parade is carried out. Painting a truck becomes a personal expression for the artists. Truck painting is a medium for them to channel their feelings to the fatigue of their daily lives. Through truck paintings, they also performed a mean to communicate. They try to move the feelings and emotions of the audience for a particular purpose. Painting a truck is also not an easy thing, moreover the truck painting artists have never experienced art education. They are self-taughtpainters. In the past, truck paintings were made with brushes and paint, and then using airbrush techniques and now many have combined with cutting sticker techniques. Painting, modifying, and parade activities, besides being seen as a process of creating art, also qualify as a communication process because there are messages, media, messages and viewers. This activity takes the theme Panorama Indonesia. Through the competition creativity can be seen in developing the themes of each competitor and could be considered as a destination promotion.
TINGKAT KETERBACAAN HURUF PADA RAMBU PETUNJUK JURUSAN DI JAKARTA Nicholas Wila Adi
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 6 No. 2 (2018): Seni dan Transformasi
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v6i2.98

Abstract

Abstrak: Rambu petunjuk jurusan sangat penting keberadaannya bagi pengendara di jalan raya. Rambu ini memandu pengendara dalam perjalanan. Sebuah rambu petunjuk jurusan yang baik harus memiliki tingkat keterbacaan huruf yang tinggi karena pesan informasi yang ada harus dapat diterima dalam waktu yang singkat dan cepat oleh pengendara. Peraturahn Menteri Perhubungan Republik Indonesia telah menetapkan penggunaan jenis huruf tertentu untuk dipakai pada rambu lalu lintas serta tata cara penulisannya.Penelitian dengan metode observasi langsung di lapangan ini memperlihatkan bahwa masih banyak rambu petunjuk jurusan di Jakarta yang belum menerapkan aturan mengenai jenis huruf serta tata cara penulisan. Abstract: Signs for directions are very important for motorists on the highway. This sign guides the driver on the way. A good direction signs must have a high level of readability because the information message must be received in a short and fast time by the driver.The Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia has determined the use of certain types of letters to be used on traffic signs and procedures for writing them. Research with direct observation methods in this field shows that there are still a lot of direction signs in Jakarta that do not apply rules regarding the type of letters and procedures for writing.
STRATEGI KAMPANYE KOMERSIAL MCDONALD’S DALAM KEMASAN BTS MEAL Nicholas Wila Adi Pratama
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 10 No. 1 (2022): Liminalitas Dalam Seni
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v10i1.143

Abstract

Korean wave atau gelombang Korea dimulai dari munculnya penggemar K-Pop yang tersebar di seluruh dunia, termasuk di negara Indonesia. Pertunjukkan boy band maupun girl band dari negara gingseng dengan mudah diakses pada platform digital maupun tv Indonesia. Diantara group ande yang berasal dari Korea Selatan adalah BTS (Bangtan Sonyeodan) atau Bangtan Boys yang tengah andemi di dunia pertunjukan ande dunia, termasuk Indonesia. Perusahaan waralaba McDonald’s melihat peluang untuk meluncurkan produk BTS meal yaitu kolaborasi McDonald’s bersama BTS. Strategi kampanye Komersial produk McDonald’s – BTS Meal hadir pada 9 Juni 2021 lalu. Melalui penggemar setia BTS, kesempatan ini digunakan oleh McDonalds untuk menaikkan omzet penjualan. Army merupakan target market yang disasar oleh McDonald melalui BTS meal. BTS meal adalah makanan cepat saji yang dihadirkan dengan sentuhan khusus baik secara rasa maupun kemasannya. McDonald’s – BTS bekerjasama melalui desain kemasan yang bersifat terbatas (limited editions) menampilkan para personil BTS dan menjadi barang koleksi bagi Army (fans BTS) di Indonesia. Perkembangan strategi pemasaran semakin beragam, sehingga menghadirkan ide-ide yang menarik minat konsumen. Strategi pemasaran menjadi fokus penelitian dengan pendekatan desain kemasan dan komunikasi visual. Desain grafis, sebagai strategi komunikasi atau rangkaian pesan visual yang disusun secara terencana dan bersifat komersil. Produk makanan cepat saji BTS meal adalah salah satu cara McDonald’s memanfaatkan pesan visual melalui kemasan untuk mempengaruhi konsumen dalam membeli produk makanannya dimasa andemic ini.
BENTUK PERUBAHAN DAN PERALIHAN PADA KARYA SENI MINIATUR TRUK PROSES KREATIF KOMUNITAS MINIATUR TRUK COMMUNITY MTC Nicholas Wila Adi; Deny Rusanto; Hilarius Egedius Sae
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 10 No. 2 (2022): Metamorfosis
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v10i2.154

Abstract

Komunitas adalah sekelompok orang memiliki ketertarikan dan minat yang sama, dalam hal ini adalah hobi (kegemaran). Komunitas berdasarkan minat memiliki jumlah terbesar karena melingkupi berbagai aspek seperti kesamaan profesi, budaya dan minat. Diantaranya adalah  Miniatur Truk Community MTC adalah komunitas miniatur truk yang didirikan pada tahun 2006. Pada perkembangannya MTC mampu menghadirkan kualitas membuat miniatur truk dengan baik dan penuh ketelitian yang presisi. Proses kreativ MTC secara organik bermetamorfosis, pada proses desain tidak hanya keterampilan bidang estetis yang dituntut, namun terampil dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis digital atau “melek teknologi” menjadi penunjang penting lainnya. Produk dari Miniatur truk karya MTC bermetamorfosis membawa perubahan yang fundamental terhadap arah seni rupa dan desain baik dari gagasan, proses kreativ, aktivitas hingga discourse analisys. Perkembagan teknologi digital dan pengunaannya, pada akhirnya menjadi bagian dari kehidupan keseharian. Teknologi digital mampu mengakomodir berbagai kemudahan dalam masalah waktu dan menjadi bagian dari penanda zamannya. Pada proses desain, penggunaan teknologi digital dapat menghadirkan visual dari desain secara nyata (miniatur truk  terinspirasi dari truk asli yang ada di masyarakat). Kehadiran karya-karya desain pada truk terus tumbuh subur begitu pula representasi karya desain pada miniature truk mengalami perubahan signifikan dari analog menuju virtual, dengan berbagai pilihan  platform media sosial. 
Perkembangan Visual Seni Lukis Pada Truk Nicholas Wila Adi
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 5 No. 1
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7967.649 KB) | DOI: 10.52969/jsnc.v5i1.76

Abstract

Seni lukis pada bak truk sebagai sebuah seni urban mengalami perkembangan yang pesat. Penelitian di tahun 2009, lukisan bak truk dikerjakan oleh seniman lukis bak truk profesional. Pengerjaan nya membutuhkan waktu berhari-hari dengan konsep dan tema yang matang. Beberapa tema mengangkat kehidupan sehari-hari sang supir truk. Dengan berkembangnya teknologi digital printing, lukisan bak truk tidak lagi dikerjakan oleh seniman lukis bak truk. Hadirnya beberapa komunitas-komunitas truk di beberapa daerah di Pulau Jawa, mendorong munculnya gaya baru dalam lukisan pada truk diiringi dengan berbagai modifikasi truk. Visual truk pun beralih lebih banyak ke tipografi. Gambar yang dipakai pun sudah dengan mudah diambil dari internet. Kegiatan tersebut dilihat sebagai proses penciptaan seni, juga tak luput dari proses komunikasi visual yang di dalamnya banyak mengandung pesan, media, penyampaian pesan dan pemirsa.
IDENTITAS VISUAL DESA BUDAYA PAMPANG SAMARINDA Arafah Zakiyah Rachma; Nicholas Wila Adi; Hafizh Al Fikri
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 11 No. 1 (2023): Multikulturalisme
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v11i1.165

Abstract

Desa Budaya Pampang merupakan salah satu tujuan wisata yang terdapat di Samarinda, Kalimantan Timur. Kebudayaan Dayak yang ditawarkan oleh desa ini diminati oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Desa ini merepresentasikan eksotisme kebudayaan Dayak dalam bentuk tarian,  rumah Lamin Panjang, dan lain-lain, seperti  aneka cenderamata manik-manik yang dapat dibeli oleh para wisatawan. Namun, kurangnya publikasi dan tidak adanya identitas visual yang dimiliki oleh Desa Budaya Pampang sangat disayangkan. Identitas visual dapat menjadi solusi, khususnya bagi pemerintah serta pengelola untuk dapat memajukan pariwisata dan melestarikan kebudayaan Suku Dayak.  Identitas visual dapat berfungsi untuk mengangkat citra positif serta menarik minat wisatawan untuk berkunjung agar membawa kemajuan bagi Desa Budaya Pampang sebagai salah satu destinasi wisata. Tulisan ini membicarakan identitas visual tersebut menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi Pustaka, dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh merupakan dasar dari proses identitas visual beserta strategi komunikasinya.