Deny Rusanto
Institut Kesenian Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BENTUK PERUBAHAN DAN PERALIHAN PADA KARYA SENI MINIATUR TRUK PROSES KREATIF KOMUNITAS MINIATUR TRUK COMMUNITY MTC Nicholas Wila Adi; Deny Rusanto; Hilarius Egedius Sae
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 10 No. 2 (2022): Metamorfosis
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v10i2.154

Abstract

Komunitas adalah sekelompok orang memiliki ketertarikan dan minat yang sama, dalam hal ini adalah hobi (kegemaran). Komunitas berdasarkan minat memiliki jumlah terbesar karena melingkupi berbagai aspek seperti kesamaan profesi, budaya dan minat. Diantaranya adalah  Miniatur Truk Community MTC adalah komunitas miniatur truk yang didirikan pada tahun 2006. Pada perkembangannya MTC mampu menghadirkan kualitas membuat miniatur truk dengan baik dan penuh ketelitian yang presisi. Proses kreativ MTC secara organik bermetamorfosis, pada proses desain tidak hanya keterampilan bidang estetis yang dituntut, namun terampil dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis digital atau “melek teknologi” menjadi penunjang penting lainnya. Produk dari Miniatur truk karya MTC bermetamorfosis membawa perubahan yang fundamental terhadap arah seni rupa dan desain baik dari gagasan, proses kreativ, aktivitas hingga discourse analisys. Perkembagan teknologi digital dan pengunaannya, pada akhirnya menjadi bagian dari kehidupan keseharian. Teknologi digital mampu mengakomodir berbagai kemudahan dalam masalah waktu dan menjadi bagian dari penanda zamannya. Pada proses desain, penggunaan teknologi digital dapat menghadirkan visual dari desain secara nyata (miniatur truk  terinspirasi dari truk asli yang ada di masyarakat). Kehadiran karya-karya desain pada truk terus tumbuh subur begitu pula representasi karya desain pada miniature truk mengalami perubahan signifikan dari analog menuju virtual, dengan berbagai pilihan  platform media sosial. 
Transformasi Tradisi Jawa dalam Seni Grafis Kontemporer: Telaah Karya Cukil Lino Sukamto “Batara Kala Lahir” Deny Rusanto; Tri Aru Wiratno; Walid Syarthowi Basmalah
Pantarei Vol 2 No 1 (2026): Media, Kreativitas, dan Inovasi di Era Transformasi Digital
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ptr.v2i1.429

Abstract

This article examines the transformation of Javanese tradition and mythology into a contemporary visual language through Sukamto’s relief print Batara Kala Lahir (1991). The study applies an art-based research approach using secondary data, including visual documentation, exhibition catalogues, and academic writings on Sukamto’s linocut practice. The analysis combines Susanne K. Langer’s symbolic theory, Feldman’s model of art criticism, and Panofsky’s iconological reading to identify formal elements, interpret symbolic meaning, and compare the work with classical wayang conventions. The findings show that the transformation occurs through three main strategies: deformation of wayang figures, substitution of traditional attributes with modern symbols, and reorganization of mythological narration into social critique. The sharp black-and-white linocut technique strengthens the tension between tradition and modernity, while symbols such as the firearm, skull, heart icon, and hammer-and-sickle tattoo reposition Batara Kala as an allegory of time, destruction, ideology, and moral crisis. The article argues that Sukamto’s work does not merely reproduce Javanese mythology but reactivates it as a critical visual discourse within Indonesian contemporary printmaking. The study contributes to the discussion of tradition-based graphic art by emphasizing iconographic transformation as a strategy for negotiating cultural identity and social reflection.
Seni Sebagai Media Dakwah: Penggunaan Seni Rupa Digital Sebagai Sarana Komunikasi Keislaman Retna Dwi Estuningtyas; Guntur Wibowo; Ahmad Syaefudin; Deny Rusanto
Jurnal SeniRupa Warna Vol. 14 No. 1 (2026): Transformasi Etika dan Estetika dalam Seni Rupa di Era Digital
Publisher : Faculty of Arts and Design, Jakarta Institute of the Arts

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v14i1.778

Abstract

Studi ini membahas seni rupa sebagai media dakwah dalam perspektif komunikasi Islam. Seiring dengan perkembangan zaman, dakwah tidak hanya disampaikan melalui teks atau lisan, tetapi juga melalui media visual yang lebih estetis, simbolik, dan mudah diterima oleh audiens. Seni rupa, termasuk kaligrafi, mural, poster edukatif, dan desain grafis, telah menjadi sarana efektif dalam menyampaikan pesan moral, spiritual, dan sosial. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka. Permasalahan dalam studi ini adalah bagaimana nilai estetika dalam seni rupa dapat memengaruhi persepsi, menguatkan pesan dakwah, serta membangun pengalaman religius yang lebih humanis. Hasilnya, studi ini menemukan bahwa seni rupa dapat menjadi media dakwah dengan menyediakan ruang bagi dai, pendidik, dan konten kreator Muslim. Impaknya, seni rupa dapat menghubungkan nilai-nilai Islam dengan konteks budaya lokal, memperluas audiens, dan mendorong kreativitas yang sesuai dengan syariat.