Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OPTIMALISASI DOSIS KOAGULAN DAN PENINGKATAN KINERJA PAC (POLY ALUMINIUM KLORIDA) DENGAN PENAMBAHAN KAUSTIK SODA DALAM PROSES PENGOLAHAN AIR BERSIH DI PDAM BANDARMASIH KOTA BANJARMASIN MENGGUNAKAN METODE JAR TEST Alfian Nor; Idzani Muttaqin; Ice Trianiza
Journal of Industrial Engineering and Operation Management Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v3i2.4254

Abstract

Abstrak- Proses penambahan koagulan harus dilakukan secara efisien karena proses koagulasi ini merupakan proses yang menghabiskan biaya terbesar dari serangkaian proses pengolahan air yang ada di PDAM Bandarmasih. Jika dosis penambahan koagulan dilakukan secara berlebihan, akan menyebabkan biaya penggunaan bahan kimia koagulan menjadi membengkak sehingga membebani pengeluaran PDAM. Metode dalam penelitian ini yang akan digunakan yaitu dengan metode analitik dimana data dari hasil uji coba beberapa dosis koagulan Poli Aluminium Klorida (PAC) yang digunakan pada kegiatan jar test diteliti untuk dijadikan dasar dalam menentukan jumlah atau dosis koagulan Poli Aluminium Klorida (PAC) yang paling optimal. Hasil penelitian sebagai berikut :Dosis optimum koagulan PAC (Poly Aluminium Klorida) untuk pengolahan air bersih di PDAM Bandarmasih sebesar 48 mg/l dengan paramater kekeruhan hasil jar test sebesar 1,44 NTU untuk metode jar test 1 dan 0,88 NTU untuk metode jar test 2.Penambahan kaustik soda / soda ash berpengaruh terhadap peningkatan hasil uji jar test untuk tingkat kekeruhan dan efisiensi pengolahan. Dimana dengan menambahkan kaustik soda / soda ash, nilai parameter kekeruhan menjadi lebih kecil (0,88 NTU) dan nilai efisiensi pengolahan menjadi lebih besar (95%). Peningkatan hasil uji jar test disebabkan karena adanya peningkatan pH air yang akan di olah menjadi 7,3 dimana kondisi pH air tesebut masuk kedalam kondisi pH optimal kinerja koagulan PAC (Poly Aluminium Klorida) yang berada di kisaran pH 7,1 sampai dengan 7,5. Kata Kunci – Peningkatan Kinerja, Metode Jar Test
ANALISIS EKSTRAK KULIT BUAH KASTURI SEBAGAI DSSC DENGAN VARIASI LUAS PERMUKAAN SEMIKONDUKTOR Ice Trianiza
Journal of Industrial Engineering and Operation Management Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v1i2.2058

Abstract

Telah dilakukan pembuatan prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) menggunakan ekstrak kulit buah kasturi sebagai dye sensitizer dengan variasi luas permukaan lapisan TiO2. Sel surya dibentuk dengan struktur sandwich dimana terdapat lima bagian antara lain : kaca ITO (Indium Tin Oxide) sebagai substrat; TiO2 sebagai bahan semikonduktor; dye Buah Kasturi sebagai donor elektron; elektrolit sebagai transfer elektron. Dua sel yang telah dibuat, memiliki luas permukaan lapisan TiO2 1,5cm2 dan 1 cm2  dengan direndam selama 30 menit. Pengukuran dilakukan pada sumber cahaya matahari dan lampu halogen. Hasil pengujian ini memperlihatkan bahwa luas permukaan lapisan TiO2 mempengaruhi kinerja dari DSSC. Semakin besar luas permukaan lapisan TiO2 maka semakin besar tegangan dan arus yang ditimbulkanKata kunci – Dye Sensitized Solar Cell (DSSC), Buah Kasturi (Garcinia mangostana L.), Sel Surya
PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT BUAH KASTURI SEBAGAI DYE SENSITIZER SOLAR CELL Ice Trianiza
Journal of Industrial Engineering and Operation Management Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v1i1.1309

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenaipengaruh pemberian space (bantalan) untuk mendapatkankestabilan arus dan tegangan prototipe DSSC (DyeSensitized Solar Cell) dengan ekstraksi kulit buah kasturi(Mangifera Kasturi) sebagai dye sensitizer. Penelitian inibertujuan untuk membuat prototipe DSSC yang dapatmengkonversi energi cahaya menjadi energi listrik denganTiO2 sebagai bahan semikonduktor,. Pengujian dilakukanmenggunakan lampu halogen dengan jarak sel 5cm darilampu. DSSC dengan bantalan terbukti lebih stabil dalamarus dan tegangan serta memiliki rentang ketahanan yanglebih lama. Efisiensi DSSC dengan space (bantalan)didapatkan nilai sebesar 1,42% dan DSSC tanpa space(bantalan) didapatkan nilai sebesar 1,62%.
Peningkatan Kualitas Material Kayu Olahan Melalui Pendekatan Robust Design Taguchi dan Identifikasi Akar Masalah Melalui Fault Tree Analysis Ice Trianiza; Agus Wiramsya Oscar; Irawan Noor; Abdurahim Sidiq
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 3 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i3.5871

Abstract

This study aims to improve the quality of processed wood products through an integrative approach of Fault Tree Analysis (FTA) and the Taguchi Method. The use of FTA is focused on identifying the root causes of failure and the dominant factors affecting low product quality. Based on the fault tree analysis, it was found that the critical variables causing defects include cade room temperature, drying duration, and motor speed. Furthermore, Taguchi experiments were applied to determine the optimal process parameters to produce a robust product. The results showed that the optimal factor level combination was achieved at a cade room temperature of 65°C (level 2), a drying time of 18 days (level 1), and a motor speed of 2420 rpm (level 1). Statistical analysis through ANOVA indicates that the cade room temperature provides the most significant contribution to product quality at 45.69%. The application of these optimal parameters is projected to significantly reduce process variability, as the primary factors causing defects—specifically warping (48.5%) and uneven surfaces (32.5%)—have been successfully identified and controlled. Managerially, the company is recommended to implement the synergy of FTA and Taguchi methods as a continuous quality evaluation instrument. Additionally, a regular maintenance program for the cade room facility is crucial so that temperature fluctuations can be monitored precisely to guarantee consistent end-product quality.