Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19 Kurotul Aeni; Tri Astuti
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1790

Abstract

Pelaksanaan PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) dalam pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 tidak bisa diabaikan dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan dasar. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pelaksanaan penguatan pendidikan karakter dalam masa pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naturalistik inquiry ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan PPK dalam pembelajaran Daring pada masa pandemi Covid-19 di SD Ihsaniyah. Data bersumber dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dengan konfirmasi hasil observasi, wawancara, dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PPK dalam pembelajaran Daring masa pandemi Covid-19 di SD Ihsaniyah dilaksanakan melalui: pembiasaan pagi dengan pelibatan semua sivitas akademika; pengintegrasian dalam kurikulum sesuai visi misi sekolah; tambahan pembelajaran secara home visit; peran orang tua dalam pendampingan belajar anak. Dengan demikian, keterlibatan, kerjasama, tanggung jawab dari tenaga kependidikan, keluarga, masyarakat, media sosial dalam menciptakan iklim kondusif seperti keteladanan, menunjang tercapainya penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran Daring.
STRENGTHENING THE DIMENSIONS OF PANCASILA STUDENT PROFILE IN SCHOOL MOVER IN THE ERA OF INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0 Tri Astuti; Eko Handoyo; Pranichayudha Rosulina
Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 14 No. 2 (2022): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/albidayah.v14i2.837

Abstract

The progressive era impacted the decline in the Pancasila values implementation in everyday life. The young generation behaves not according to the values and norms that apply in society. Based on this, it is necessary to strengthen character education in the era of the industrial revolution 4.0. In this era, science and technology developed rapidly. School mover is the school model of Kurikulum Merdeka implementation. One of the messages in the curriculum is strengthening character education. The character education implementation in the Kurikulum Merdeka is based on Pancasila values, called the Pancasila student profile. This research used qualitative methods, especially case studies. The researcher collected data by observation, in-depth interviews, and documentation; he tested the validity of the data by source triangulation and method triangulation. Data analysis included the stages of collecting data, identifying, sorting data, and concluding. Based on the research results, school movers, especially the Persatuan Umat Islam Elementary School, implemented strengthening character education by developing a religious basis, namely Islamic values. Educators trained students to implement the dimensions of the Pancasila student profile with a humanist approach and innovative strategies. They also used technology in various school activities because they educated the millennial generation; this generation is interested in technological developments.
Students’ Social Interaction in Multi-Ethnic Schools Tri Astuti; Masrukhi Masrukhi; Ngabiyanto Ngabiyanto
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Tegal city, there is a multi-ethnic school. Its students have different cultural and ethnic backgrounds. This school should manage these differences properly so that there is no conflict. The research objectives are (1) to examine and analyze social interactions among students in multi-ethnic schools and (2) to analyze the obstacles students face in conducting social interactions in multi-ethnic schools. The research location is Tunas Hidup Harapan Kita Elementary School, a multi-ethnic school in Tegal. Its method was qualitative with a case study type. The research method used is qualitative with a case study type. Data collection techniques include observation, interviews, and observations. The data validity testing uses the method and source triangulation technique. Data analysis uses compiling data systematically, organizing data into categories, describing data, choosing valid data, and making conclusions. The study result shows that students' social interactions occur in cooperation, competition, and competition. The obstacles faced in social interaction at school are characteristics of immature students, habituation in the family environment, and the density of student activities. This article concludes that the social environment influences students' social interaction in multi-ethnic schools. Social interaction goes well based on the value of tolerance. To minimize conflict between students, the school develops its value.
Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar dalam Penguatan Pendidikan Karakter di Kabupaten Tegal Kurotul Aeni; Tri Astuti; Utoyo Utoyo; Sri Ismi Rahayu; Akhmad Junaedi
Jurnal Panjar: Pengabdian Bidang Pembelajaran Vol 3 No 2 (2021): Learning Innovation in Social Change and Society
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/panjar.v3i2.52958

Abstract

Pendidikan karakter penting dikembangkan pada peserta didik Sekolah Dasar, guna mengembangkan pembiasaan berpikir dan berperilaku yang membantu peserta didik menghadapi dan mengatasi problema dalam kehidupannya baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Berbagai fenomena muncul dalam lingkup pendidikan, yakni kurangnya keteladanan guru, masih rendahnya pemahaman guru terkait pendidikan karakter, serta kurangnya pelatihan guru guna memahami pentingnya pendidikan karakter. Guru yang memahami dan menyikapi pentingnya pendidikan karakter di sekolah, disertai dengan keteladanan akan mendukung peran guru dalam upaya penguatan pendidikan karakter di sekolah. Guru hendaknya juga memahami, menyadari, serta memperbaiki kelemahannya dalam upaya Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah. Tim pengusul proposal berusaha memadukan berbagai ide dan gagasan dalam mengatasi persoalan tersebut melalui pelatihan dengan judul Pemberdayaan Guru SD dalam Penguatan Pendidikan Karakter di kecamatan Kramat kabupaten Tegal. Pendekatan yang digunakan, yakni pelatihan kolaborasi edukasi kontekstual. Metode yang digunakan ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasan; pelaksanaannya secara virtual dengan grup WhatsApp dan Voice Note. Hasil pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil, peserta antusias dalam kegiatan karena para guru belum pernah mendapatkan pelatihan terkait Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah. Hasil pelatihan menunjukkan para guru SD kecamatan Kramat telah mengembangkan pemahaman dan pengetahuannya terkait pendidikan karakter di sekolah. Hal tersebut tampak dari hasil tanya jawab, diskusi serta penugasan pada guru yang telah menerapkan pendidikan karakter di berbagai kegiatan di sekolahnya, namun perlu ditingkatkan lagi sehingga pendidikan karakter semakin kuat.