Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Influence of Local Revenue, Balance Fund, and Other Legitimate Regional Income on Regional Expenditure In Banjarbaru City Rusty Nofian; Dewi Rahayu; Rizali Rizali
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.105 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i2.4961

Abstract

The implementation of regional autonomy policy is supported by the balance fund between the central and local governments, the balance fund consists of the General Aloksi Fund, the Special Allocation Fund and the Revenue Sharing Fund. In addition to the balance fund the local government can utilize the original revenue of the region from the Tax Proceeds, Regional Levy, The Results of The Management of Destroyed Wealth and Other Legitimate Regional Income. The purpose of the study to find out if the local native income, balance fund, other legitimate regional incomes have a significant effect on local spending in banjarbaru city government. The method used in research is quantitative method. The research sample uses secondary data taken from the 2005 – 2018 ApBD Realization Report. The data analysis tool used in this study is Multiple Linear Regression. Test data with classic assumption tests and hypothesis tests with determination coefficient tests, F-tests, and t-tests. The study used four variables tested, namely Regional Expenditure as dependent variable (Y) and Regional Native Income (X1), Balance Fund (X2), Other Legitimate Regional Income (X3) as independent variables. The results showed the Regional Original Revenue, Balance Fund, and others- Other Legitimate Regional Revenues simultaneously have a significant effect on Regional Expenditure and partially only the Balance Fund has a significant effect while the Regional Native Income and Other Legitimate Regional Revenues do not significantly affect regional spending in Banjarbaru City. The implementation of regional autonomy resulted in the region being given the responsibility to take advantage of opportunities to explore the potential of the region to support the financial capabilities of the region.
Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Daerah terhadap Indeks Pembangunan Manusia (Studi Kasus Kab/Kota dan 34 Provinsi di Indonesia Tahun 2015-2019) Abdul Halim; Dewi Rahayu; Muzdalifah Muzdalifah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.082 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i8.9311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh realisasi pengeluaran pemerintah daerah menurut fungsi kesehatan, pendidikan, perumahan dan fasilitas umum, melalui infrastruktur (jalan dan jembatan) terhadap indeks pembangunan manusia (IPM). Penelitian ini, menggunakan jenis data panel sebanyak 5 tahun dari tahun 2015-2019 dan data diambil dari kab/kota ditambah 34 provinsi di Indonesia, sehingga observasi penelitian ini berjumlah 170. Peneliti menggunakan model regresi data panel dengan metode PLS estimasi model fixed effect models menggunakan aplikasi pengolahan data eviews edisi ke-11. Hasil penelitiannya, secara parsial realisasi pengeluaran pemerintah daerah menurut fungsi kesehatan, perumahan dan fasilitas umum, melalui infrastuktur (jalan dan jembatan) berpengaruh secara signifikan terhadap indeks pembangunan manusia. Sedangkan realisasi pengeluaran pemerintah daerah menurut fungsi pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan. Namun, secara simultan berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia.
Analisis Penggunaan E-Commerce di Bidang Fashion terhadap Laba Usaha Mikro di Kabupaten Hulu Sungai Utara Nor Ainah; Ahmad Yunani; Saipudin Saipudin; Noor Rahmini; Dewi Rahayu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.248 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.9496

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh penggunaan e-commerce di bidang fashion terhadap peningkatan laba usaha mikro di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan metode kuesioner dan wawancara. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 orang yaitu 18 orang yang menggunakan e-commerce dan 18 orang yang tidak menggunakan e-commerce. Metode analisis data dengan pendekatan analisis kuantitatif. Setelah data terkumpul, selanjutnya data akan dianalisis dengan aplikasi yaitu SPSS 22. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi variabel dummy untuk menentukan hubungan antara variabel bebas dan terikat. Hasil yang diperoleh menggunakan SPSS dengan uji asumsi klasik, regresi linier berganda, dan uji hipotesis dapat disimpulkan melalui uji F dan uji T bahwa modal usaha, lama usaha dan penggunaan e-commerce berpengaruh signifikan secara simultan terhadap laba usaha di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan secara parsial, lama usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap laba usaha di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Laba usaha penggunaan e-commerce di Kabupaten Hulu Sungai Utara lebih besar dari pada non e-commerce.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan Kabupaten/ Kota di Kalimantan Tengah Nadya Chinthya; Muhammad Handry Imansyah; Dewi Rahayu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.13233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh upah minimum, pendapatan perkapita, tingkat pengangguran terbuka, pengeluaran pemerintah bidang pendidikan, pengeluaran pemerintah bidang kesehatan, dan sektor pertanian terhadap tingkat kemiskinan kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Alat analisis yang digunakan adalah regresi data panel, menggunakan data panel tahun 2010-2019 pada 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah. Teknik estimasi data panel yang digunakan adalah fixed effect model (FEM) dengan pendekatan generalized least square (GLS). Hasil yang diperoleh yaitu secara simultan upah minimum, pendapatan perkapita, tingkat pengangguran terbuka, pengeluaran pemerintah bidang pendidikan, pengeluaran pemerintah bidang kesehatan, dan sektor pertanian berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Secara parsial upah minimum dan pengeluaran pemerintah bidang pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Pendapatan perkapita dan pengeluaran pemerintah bidang kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka dan pengeluaran pemerintah bidang kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.