Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Daerah terhadap Indeks Pembangunan Manusia (Studi Kasus Kab/Kota dan 34 Provinsi di Indonesia Tahun 2015-2019) Abdul Halim; Dewi Rahayu; Muzdalifah Muzdalifah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.082 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i8.9311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh realisasi pengeluaran pemerintah daerah menurut fungsi kesehatan, pendidikan, perumahan dan fasilitas umum, melalui infrastruktur (jalan dan jembatan) terhadap indeks pembangunan manusia (IPM). Penelitian ini, menggunakan jenis data panel sebanyak 5 tahun dari tahun 2015-2019 dan data diambil dari kab/kota ditambah 34 provinsi di Indonesia, sehingga observasi penelitian ini berjumlah 170. Peneliti menggunakan model regresi data panel dengan metode PLS estimasi model fixed effect models menggunakan aplikasi pengolahan data eviews edisi ke-11. Hasil penelitiannya, secara parsial realisasi pengeluaran pemerintah daerah menurut fungsi kesehatan, perumahan dan fasilitas umum, melalui infrastuktur (jalan dan jembatan) berpengaruh secara signifikan terhadap indeks pembangunan manusia. Sedangkan realisasi pengeluaran pemerintah daerah menurut fungsi pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan. Namun, secara simultan berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia.
Konektivitas Infrastruktur dan Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Tengah Arituan, Bismart; Halim, Abdul; Subianto, Pratiwi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 2 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i2.8560

Abstract

Provinsi Kalimantan Tengah dengan karakteristik geografis unik yang didominasi hutan dan perairan menghadapi tantangan signifikan dalam mengoptimalkan konektivitas infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis hubungan antara konektivitas infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah periode 2015-2023 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis data panel. Indeks konektivitas infrastruktur dikonstruksi menggunakan Principal Component Analysis yang mengintegrasikan tiga dimensi: transportasi, telekomunikasi, dan energi. Model ekonometrika Arellano-Bond GMM digunakan untuk mengatasi masalah endogenitas dalam hubungan infrastruktur-pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan koefisien elastisitas konektivitas infrastruktur sebesar 0,187 yang signifikan pada tingkat 1%, mengindikasikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Infrastruktur telekomunikasi memiliki bobot tertinggi (0,40) dalam indeks komposit, mencerminkan pentingnya konektivitas digital. Disparitas signifikan terjadi antar kabupaten/kota dengan Palangka Raya mencapai indeks tertinggi (0,88) dan Lamandau terendah (0,45). Mekanisme transmisi bekerja melalui pengurangan trade costs, peningkatan produktivitas, dan spillover effects antar sektor. Implementasi green infrastructure menjadi krusial untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan pelestarian lingkungan dalam konteks sustainable development.
Analisis Pengaruh Uang Elektronik, Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar, dan Suku Bunga terhadap Inflasi di Indonesia Periode 2013-2024 Halim, Abdul; Arituan, Bismart; Subianto, Pratiwi
Ecoplan Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecoplan.v8i1.1154

Abstract

Inflation is an important economic issue and the main focus of a country's monetary policy. Nowadays, technological advances have increased the use of electronic money (e-money) as a means of payment, which has the potential to affect inflation. In addition, money supply, exchange rates, and interest rates are also factors that affect the inflation rate. This study aims to analyze the effect of e-money, money supply, exchange rates, and interest rates on inflation in Indonesia in the period 2014-2024. It used a quantitative method with a multiple linear regression approach. The data used were secondary data obtained from Bank Indonesia, Statistics Indonesia, and the Indonesian Ministry of Trade. Tests were conducted using the SPSS-25 application with various classical assumption tests such as normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation. Additionally, descriptive statistical tests and partial (t-test) and simultaneous (F-test) significance tests were also applied. The results show that, partially, e-money and exchange rates had no significant effect on inflation. In contrast, money supply had a positive and significant effect on inflation, while interest rates had a significant effect with a positive direction. Simultaneously, the four independent variables significantly influence inflation with a coefficient of determination (R²) of 80.4%, which means that most of the variation in inflation can be explained by these variables. These results indicate that effective monetary policy in controlling money supply and interest rates is very important in managing inflation in Indonesia.