Rachmayani Andranurviza
Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Advokasi Etnis Rohingya oleh Amnesty Internasional Tahun 2015-2017 Rachmayani Andranurviza
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 14, No 2 (2017): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/j.isip.v14i2.8

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menelaah peran aktor non negara dalam hubungan internasional. Aktor diluar Negara yang akan di teliti adalah organisasi internasional non Negara (INGO) yaitu Amnesty Internasional yang difokuskan pada permasalahan Hak Asasi Manusia dengan melihat konflik etnis Rohingya di Myanmar. Amnesty International merupakan INGO yang bekerja memperjuangkan isu – isu global yang berbasis pada nilai, terutama nilai hak asasi manusia. Sejak berdirinya tahun 1961 di Inggris, Amnesty International telah bergerak memperjuangkan keadilan dan kebebasan bagi orang-orang yang dikekang kebebasannya baik secara politik dan maupun ideology. Gerakan ini semakin meluas dan mengglobal dalam memperjuangkan hak asasi manusiadan mempromosikan seluruh HAM yang terdapat dalam Universal Declaration of Human Rights maupun standar internasional lainnya. Menguatnya peranan organisasi internasional non Negara seperti Amnesty International dalam hubungan internasional diharapkan mampu memberikan solusi bagi permasalahan global saat ini, tanpa mengurangi otoritas negara sebagai aktor utama dalam hubungan internasional. Fokus penelitian ini adalah melihat dan mengelaborasi peranan Amnesty International dalam mengadvokasi etnis Rohingya di Myanmar tahun 2015-2017.
Transnational Advocay Network: Perjuangan HAM Sombath Somphone di Laos Tahun 2014-2018 oleh Fidh (International Federation For Human Rights) Janet Junaedy Putri; Rachmayani Andranurviza
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 16, No 1 (2019): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/j.isip.v16i1.25

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengangkat isu pelanggaran Hak Asasi Manusia dan peranan aktor non-negara dalam memperjuangkan isu HAM tersebut. Aktor yang menjadi unit analisa dalam penelitian ini adalah FIDH, sebuah organisasi internasional bersifat non-state yang memiliki komitmen untuk melindungi dan menghormati Hak Asasi Manusia di dunia. FIDH menunjukkan upaya nyata dalam menangani kasus pelanggaran HAM global yakni kasus penghilangan paksa di negara Laos.Kasus penghilangan paksa yang diangkat dan diperjuangkan oleh organisasi internasional ini yaitu kasus Sombath Somphone, seorang aktivis Laos yang menghilang secara tiba-tiba pada tahun 2012. Upaya perjuangan HAM yang dilakukan oleh FIDH terhadap kasus penghilangan paksa Sombath Somphone dilakukan dalam kerangka jaringan advokasi transnasional, sehingga membutuhkan jejaring dengan aktor lain secara global untuk menekan Pemerintah Laos yang memiliki otoritas penuh untuk mengungkap kasus penghilangan paksa di negaranya. Dalam kerangka Jaringan Advokasi Transnasional, strategi yang dilakukan oleh FIDH diantaranya yaitu melakukan advokasi dan persuasi terhadap aktor-aktor global yang memiliki pengaruh dalam upaya penyelesaian kasus pelanggaran HAM penghilangan paksa tersebut. Strategi advokasi inilah yang akan menjadi fokus dalam penelitian ini, dengan periode waktu penelitian dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018.