mas'ulil munawaroh
sekolah tinggi agama islam sabilul muttaqin mojokerto

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA BIMBINGAN SOSIAL DENGAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI SISWA KELAS VIII SMP BABURROHMAH MOJOSARI mas'ulil munawaroh; lukman hakim
Al-Muttaqin : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mmojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan standar kompentensi lulusan satuan pendidikan dari satuan pendidikan dasartingkat SMP/MTs/SMPLB/Paket B yang diantaranya adalah mampu berkomunikasi danberinteraksi secara efektif dan santun, sedangkan bimbingan sosial mempunyai peranan pentingbagi individu siswa. Oleh karena itu penting mengetahui hubungan antara bimbingan sosialdengan kemampuan berkomunikasi siswa tingkat SMP agar diketahui standar kompentensilulusan yang dihasilkan oleh satuan pendidikan. Rumusan masalah penelitian, bagaimanakahbimbingan sosial dan kemampuan komunikasi siswa kelas VIII di SMPI Baburr RohmahMojosari Tahun 2019, adakah hubungan bimbingan sosial dengan kemampuan berkomunikasisiswa dan seberapa besar hubungan bimbingan sosial dengan kemampuan komunikasi siswa.Hipotesis penelitian ini ada hubungan antara bimbingan sosial dengan kemampuanberkomunikasi siswa kelas VIII SMPI Babur Rohmah Mojosari. Hasil dari penelitian bahwabimbingan sosial pada siswa kelas VIII SMPI Babur Rohmah Mojosari dikategorikan baik padainterval 35-44 (82.46%), dan kemampuan berkomunikasi siswa dalam kategori baik pada interval42 - 54 (64.91%). Hasil ada hubungan antara bimbingan sosial dengan kemampuanberkomunikasi siswa kelas VIII SMPI Babur Rohmah Mojosari Tahun 2018/2019, dengan nilarr-hitung (0,387) lebih besar dari r tabel (0,330) pada taraf signifikan α = 0,01. Besarnyahubungan bimbingan sosial dengan kemampuan berkomunisi siswa sebesar 14, 9769 %selebihnya 85,0231% dipengaruhi oleh faktor lain.
KLASIFIKASI PENDIDIK PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Analisis Tafsir Tematik) mas'ulil munawaroh
Al-Muttaqin : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mmojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata Pelajaran Ekonomi selalu dianggap sulit oleh siswa. Oleh karena itu, guru harus efektif dalam memilih suatu pendekatan pembelajaran. Salah satu pembelajaran yang dapat digunakan adalah pembelajaran koopreatif tipe TTW. Penelitian ini dilaksanakan semester gasal pada siswa kelas X-I SMA Patriot Jombang tahun Pelajarajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa 32. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan lembar observasi pengamatan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan Aktifitas siswa pada proses pembelajaran pada siklus II menunjukkan peningkatan dari siklus I, untuk memperhatikan penjelasan guru sebesar 75%, mengajukan pertanyaan sebesar 78%, aktif dalam diskusi sebesar 87,5%, dan membuat kesimpulan sebesar 81,3%.Ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I rata-rata sebesar 68,59 dengan ketuntasan klasikal 69%, pada siklus II rata-rata sebesar 87,5 dengan ketuntasan klasikal sebesar 100%. Dengan demikian pembelajaran melalui pembelajaran kooperatif tipe TTW pokok bahasan sistem ekonomi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-I SMA Patriot Peterongan Jombang tahun ajaran 2019/2020
Implementasi Metode Pembelajaran Al Qur’an Untuk Perkembangan Jiwa Keagamaan Anak Di Tpq Chusnul Khotimah Randubango Mojosari mas'ulil munawaroh; Abdul Muhaimin
Al-Muttaqin : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mmojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui implementasi metode pembelajaran Al Quran bagi perkembangan jiwakeagamaan santri, penulis mengidentifikasi beberapa masalah yang terkait penelitian iniPembelajaran nilai-nilai agama untuk perkembangan jiwa keagamaan menggunakanbeberapa metode, yaitu: pendekatan pendidikan dengan keteladanan, pendekatan dengankebiasaan atau pembiasaan, pendekatan dengan nasehat dan cerita dan pendekatan denganpemeliharaan dengan cara pengabsenan dan cara targhib dan tarhib, Perkembangan jiwakeagamaan santri TPQ Chusnul Khotimah berkembang sejak mulia santri berada pada jilid3 karena dalam jilid 3 ini mulai ditekankan dalam pembiasaan kegiatan yang bersifatagama seperti dalam melakukan shalat lima waktu sudah mulai tidak banyakmengingatkan, sering membaca al-Qur’an dan aktif dalam kegiatan keagamaan sepertikhotmil Qur’an dan diba’an.Faktor pendukung yang ada di TPQ Chusnul KhotimahRandubango Mojosari adalah: sarana dan prasarana yang menunjang, adanya kebersamaanantara guru, adanya antusias santri, adanya suasana yang agamis dan adanya materi ataubahan penunjang. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurang disiplin baik gurumaupun santri, kurang perhatian dan kerjasama dari sebagian orang tua santri, keterbatasanwaktu. durasi waktu belajar di TPQ Chusnul Khotimah hanya berkisar 60-75 menit, danketerbatasan dana.
Pendidikan Karakter sebagai Pilar Utama Peningkatan Kualitas Pendidikan di Sekolah Menengah Pertama ( SMP Baburrohmah Mojosari ) mas'ulil munawaroh; Abdul Muhaimin
Al-Muttaqin : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mmojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan karakter sebagai pilar utama dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah menengah pertama. Pendidikan karakter telah diakui sebagai elemen penting dalam pengembangan holistik siswa, yang tidak hanya melibatkan aspek akademik, tetapi juga aspek moral, sosial, dan emosional. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur yang melibatkan tinjauan dan analisis kritis terhadap artikel-artikel ilmiah, buku teks, serta kebijakan pendidikan terkait pendidikan karakter di sekolah menengah pertama. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah menengah pertama dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Pendekatan ini membantu siswa dalam mengembangkan nilai-nilai moral, seperti integritas, tanggung jawab, empati, kerjasama, dan disiplin. Selain itu, pendidikan karakter juga membantu dalam membentuk sikap positif siswa terhadap lingkungan sosial, mendorong keberagaman, dan membangun kesadaran akan tanggung jawab sosial. Selanjutnya, penelitian ini menyoroti perlunya mendukung pendidikan karakter melalui pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru. Guru yang terampil dan terlatih dalam pendidikan karakter akan mampu mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam kegiatan sehari-hari di kelas. Selain itu, partisipasi orang tua dan masyarakat juga penting dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah, dengan melibatkan mereka dalam kegiatan sekolah yang berfokus pada pengembangan karakter. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi bahwa sekolah menengah pertama harus memprioritaskan pendidikan karakter sebagai pilar utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini dapat dilakukan dengan memperkuat kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter, melibatkan guru dan staf dalam pelatihan karakter, dan melibatkan orang tua serta masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter. Dengan demikian, diharapkan pendidikan karakter akan menjadi bagian integral dari pendidikan di sekolah menengah pertama dan berkontribusi pada perkembangan holistik siswa.