Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RANCANG BANGUN ALAT MONITORING PENGGUNAAN DAYA LISTRIK PADA LABORATORIUM KOMPUTER SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI WASTUKANCANA PURWAKARTA BERBASIS LABVIEW Minarto; Lise Sri Andar Muni; Candra Dewi Lestari
Jurnal Teknologika Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.65 KB) | DOI: 10.51132/teknologika.v12i1.144

Abstract

Listrik sudah menjadi kebutuhan dasar setiap orang. Laboratorium komputer dengan menggunakan listrik telah menjadi kebutuhan dasar bagi kampus. Dibutuhkan alat monitoring agar diketahui berapa besar daya yang digunakan. Alat yang dirancang untuk memonitor ini membutukan sensor arus, sensor tegangan, arduino, serta laptop atau komputer. Sensor arus menggunakan sensor sct 013-000 non-kontak yang befungsi untuk mendeteksi berapa besar arus yang mengalir. Untuk sensor tegangan menggunakan sensor zmpt101b yang berfungsi mendeteksi tegangan. Serta dibutukan arduino untuk mengolah data yang didapat. Hasilnya dapat ditampilkan pada laptop atau komputer dengan menggunakan aplikasi LabVIEW dan lcd 16x2 yang digunakan. Dari hasil pengujian yang didapat menggunakan metode perhitungan yang penulis gunakan yaitu pengukuran dengan penggunaan beban saat keadaan komputer menyala sebesar 10% yaitu 4 komputer dengan hasil error sensor arus sebesar 0,49 dan sensor tegangan 0. 20% yaitu 7 komputer dengan hasil error sensor arus sebesar 0,49 dan sensor tegangan 0. 30% yaitu 11 komputer dengan hasil error sensor arus sebesar 0,47 dan sensor tegangan 0. 40% yaitu 14 komputer dengan hasil error sensor arus sebesar 0,80 dan sensor tegangan 0. 50% yaitu 18 komputer dengan hasil error sensor arus sebesar 0,59 dan sensor tegangan 0. 60% yaitu 22 komputer dengan hasil error sensor arus sebesar 0,66 dan sensor tegangan 0. 70% yaitu 25 komputer dengan hasil error sensor arus sebesar 0,45 dan sensor tegangan 0. 80% yaitu 29 komputer dengan hasil error sensor arus sebesar 0,30 dan sensor tegangan 0. 90% yaitu 32 komputer dengan hasil error sensor arus sebesar 0,60 dan sensor tegangan 1. dan 100% yaitu 36 komputer dengan hasil error sensor arus sebesar 0,19 dan sensor tegangan 1. Kata Kunci: Monitoring, Sensor Arus, Sensor Tegangan, Error, LabView.
PEMBANGUNAN APLIKASI PENGGAJIAN DENGAN SISTEM SKALA TUNGGAL BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE EXTREME PROGRAMMING Nur Fauziah; Irsan Jaelani; Minarto
Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (Jinteks) Vol 5 No 3 (2023): EDISI 17
Publisher : Program Studi Informatika Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/jinteks.v5i3.3217

Abstract

Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta merupakan Kementerian yang bertugas menyelenggarakan pemerintahan dalam bidang agama juga mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang ke agamaan dalam pemerintahan negara. Pada saat ini penggajian di Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta sudah terkomputerisasi dengan menggunakan Microsoft Excell. Namun dalam pengolahan data menggunakan Microsoft Excel tersebut sering menyebabkan terjadinya risiko kesalahan dalam memasukkan rumus bisa berdampak pada data yang dihasilkan. Misalnya perhitungan menjadi tidak tepat atau data tidak dapat terbaca. Lalu jika terjadinya resiko kesalahan dalam menginput data sehingga terjadinya kesalahan berkas dokumen dan keterlambatan dalam menginformasikan slip gaji kepada para pegawai. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk membangun sebuah aplikasi penggajian di Kantor Kementerian Agama agar dapat mempermudah sebuah hal untuk membantu pekerjaan dalam membuat, mengubah, menyimpan, menyampaikan informasi dan menyebarluaskan informasi secara cepat dan berkualitas. Laporan ini dibuat menggunakan metode pengembangan sistem dengan menggunakan metode Exreme Programming dengan tahapan-tahapan yang akan dilewati yaitu : Perencanaan, Perancangan, Pengkodean dan Pengujian. Dengan menggunakan Bahasa pemrograman UML dan database MySQL. Hasil pembuatan aplikasi penggajian di Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta dilengkapi berbagai fitur yang dapat diakses oleh dua aktor yakni admin dan pegawai.
PENGEMBANGAN APLIKASI PENJADWALAN JANJI TEMU PASIEN BERBASIS ANDROID PADA KLINIK GIGI BMM DENTAL CARE Muhamad Rafli Firdaus; Imay Kurniawan; Minarto
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17684

Abstract

BMM Dental Care still relies on manual appointment recording and unstructured communication through social media to run its daily operations. This semi-manual way of working often triggers patient queue buildup due to unpredictable arrival times, loss of communication history between patients and dentists as it gets scattered across various private conversations, and the risk of delayed responses to patient complaints. This study aims to design and build an Android-based appointment scheduling application involving two user roles, namely patients and dentists, as a digital solution for clinic administration. The application was developed using the Model-View-ViewModel (MVVM) architecture with Jetpack Compose for the interface, along with a local SQLite database wrapped by the Room Persistence Library so that the system remains fully operational offline-first. The results show that patients can independently register and create their own appointment schedules, communicate two-way with dentists through a real time chat feature, and receive notifications targeted according to their role and currently active account. Dentists, on the other hand, can monitor a daily schedule summary, search patient data, mark appointment status, and send promotions to all registered patients. System testing using the Black Box Testing method on all core functional scenarios — ranging from two-role registration and login to targeted notification delivery — showed a one hundred percent validity rate, indicating that the application is ready to support the daily operations of BMM Dental Care.