Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di Regent Taipei: Analisis Praktik Lingkungan, Sosial, dan Ekonomi Natasya Helena; Dinar Sukma Pramesti; Luh Mega Safitri
INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event Vol. 4 No. 1 (2026): INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/inspire.v4i1.139

Abstract

Meningkatnya tuntutan terhadap praktik keberlanjutan mendorong industri perhotelan untuk mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, ekonomi, dan tata kelola ke dalam strategi operasionalnya. Regent Taipei merupakan salah satu hotel yang menerapkan berbagai inisiatif keberlanjutan secara terintegrasi sehingga menarik untuk dikaji sebagai praktik terbaik (best practice). Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi prinsip pariwisata berkelanjutan di Regent Taipei berdasarkan lima dimensi, yaitu Environmental Sustainability, Social Sustainability, Economic Sustainability, Governance, dan Green Innovation. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui analisis dokumen terhadap Sustainability Report Regent Taipei, publikasi resmi perusahaan, serta literatur ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi keberlanjutan di Regent Taipei tidak hanya ditunjukkan oleh berbagai program yang dijalankan, tetapi terutama oleh integrasi inovasi teknologi, tata kelola berbasis ESG, dan strategi operasional yang mampu meningkatkan efisiensi sumber daya, mengurangi dampak lingkungan, memperkuat keterlibatan sosial, sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi perusahaan dan masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan keberlanjutan yang terintegrasi dapat menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing hotel tanpa mengabaikan tanggung jawab lingkungan dan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dengan menunjukkan bahwa sinergi antara inovasi hijau, tata kelola, dan transformasi digital merupakan faktor kunci dalam implementasi pariwisata berkelanjutan pada industri perhotelan serta dapat menjadi acuan bagi pengembangan model keberlanjutan di sektor perhotelan, khususnya di Indonesia.
Pragmatik dalam Bisnis Digital: Analisis Implikatur pada Review Konsumen Fashion di Shopee Luh Mega Safitri
INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event Vol. 3 No. 2 (2025): INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/inspire.v3i2.88

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis pragmatik dalam konteks bisnis digital dengan mengkaji implikatur percakapan yang muncul dalam ulasan konsumen produk fashion di platform e-commerce Shopee. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena meningkatnya peran ulasan konsumen sebagai bentuk komunikasi digital yang berpengaruh signifikan terhadap reputasi penjual dan keputusan pembelian konsumen. Dengan menggunakan kerangka teori implikatur Grice (1975) serta kajian pragmatik modern, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk, fungsi, dan makna implikatur dalam ulasan konsumen, serta menelaah relevansinya terhadap strategi komunikasi bisnis digital. Data penelitian terdiri atas 50 ulasan konsumen yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa terdapat berbagai bentuk implikatur, baik generalized maupun particularized, yang tercermin dalam pelanggaran maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Dari sisi fungsi pragmatik, ditemukan enam fungsi utama, yakni kritik/keluhan, pujian/apresiasi, saran/rekomendasi, mitigasi, persuasi, serta humor/sindiran, dengan dominasi pada fungsi kritik. Temuan penelitian menegaskan bahwa implikatur tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi tersirat, tetapi juga memiliki implikasi strategis bagi bisnis digital, khususnya dalam membangun kepercayaan konsumen dan memengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini memberikan kontribusi kebaruan dalam mengaitkan analisis pragmatik dengan praktik komunikasi bisnis digital, sekaligus menawarkan wawasan aplikatif bagi pengembangan strategi pemasaran berbasis ulasan konsumen.
Commercial Signage In Beachwalk Kuta: A Linguistic Landscape Approach To Tourist Engagement Luh Mega Safitri
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol. 8 No. 1 (2025): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v8i1.244

Abstract

This study aims to examine the linguistic meanings embedded in outdoor commercial signage displayed on banners at various outlets in Beachwalk Shopping Center, Kuta. Employing a qualitative research approach, this study adopts the framework of linguistic landscape analysis to explore how language is used in public commercial spaces. Data was collected through photographic documentation using a smartphone, capturing a variety of banners present in the shopping center. The collected data were then analyzed using Multimodal Discourse Theory proposed by Kress and Van Leeuwen (2006) and Leech’s (1983) Theory of Meaning to identify the underlying linguistic and semiotic elements. The findings reveal that the linguistic expressions found in the commercial banners convey conceptual, connotative, and affective meanings. Furthermore, these banners reflect emotions, aspirations, persuasive strategies, and behavioral representations of business owners or advertisers. The study highlights the role of linguistic landscape in shaping consumer perceptions and its potential implications for tourism and commercial branding in public spaces.