Maryana Maryana
Universitas Batam

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Gratitude dan Subjective Well-being pada Mahasiswa Perantau di Masa Pandemi Covid-19 Yuditia Prameswari; Maryana Maryana
Nathiqiyyah Vol 4 No 1 (2021): Nathiqiyyah - Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Program Studi Psikologi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/nathiqiyyah.v4i1.247

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kehidupan mahasiswa perantau dalam memaknai masa Pandemi Covid-19 yang menyebabkan kekhawatiran dan ketidakpastian. Batam memiliki kekhasan pada mahasiswanya karena sebagai kota industri yang menawarkan penghidupan yang lebih baik, banyak pekerja yang berasal dari luar Batam, yang juga berperan sebagai mahasiswa perantau. Ketika Pemerintah Daerah menghimbau untuk menghentikan semua kegiatan, yang kemudian digantikan dengan kegiatan belajar dan bekerja dari rumah, ada beberapa mahasiswa yang terpaksa harus tetap tinggal di kos, asrama bahkan mengalami permasalahan keuangan yang cukup pelik. Subjective well-being adalah evaluasi diri terhadap kehidupan individu berdasarkan evaluasi kognitif terhadap kepuasan hidup dan evaluasi afektif serta emosi positif (Diener, Oishi, and Tay 2018). Subjective well-being dapat membuat hidup seseorang lebih berharga sehingga lebih berpikiran dan berperasaan positif dalam bersikap/mengambil keputusan. Salah satu yang mempengaruhi subjective well-being adalah rasa bersyukur (Alex Linley, Joseph, Maltby, Harrington, & Wood, 2012). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Subjective Well-Being Scale yang diadaptasi berdasarkan Positive and Negative Affect Schedule dengan tingkat reliabilitas yang baik (alpha Cronbach α=.941) dan skala rasa bersyukur yang dikemukakan oleh Fitzgerald (Boleyn-Fitzgerald, 2016), Peterson (Peterson & Schreiber, 2012) dan (Seligman, 2018). Hasil penelitian terungkap bahwa gratitude memiliki pengaruh terhadap Subjective Well-Being dengan koefisien korelasi sebesar 0,589 (p <0.05), dengan besaran nilai proporsi yang disebabkan oleh gratitude sebesar 0,347 yang diperoleh dari 91 orang mahasiswa. Hasil penelitian menggambarkan bahwa gratitude adalah salah satu pemicu positif dari mahasiswa perantau untuk tetap mampu menciptakan aura dan sikap positif selama masa Pandemi Covid 19 Kata Kunci : Gratitude ; Subjective Well-Being; mahasiswa, kesehatan mental
Pengaruh Rasa Takut Dinilai Orang Lain Terhadap Keraguan Berpendapat Pada Mahasiswa Universitas Batam Daffa Mola Mahdy; Nabiil Syaibaan Herman; Maryana Maryana
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasa takut dinilai orang lain terhadap keraguan berpendapat pada mahasiswa semester 2 Universitas Batam. Fenomena keraguan dalam menyampaikan pendapat sering ditemukan pada situasi diskusi maupun presentasi, yang dapat menghambat partisipasi akademik dan perkembangan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan kuesioner skala Likert yang melibatkan 51 responden mahasiswa semester 2. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasa takut dinilai orang lain tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keraguan berpendapat, dengan kontribusi varians sebesar 2,5% (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa kecemasan sosial berupa ketakutan akan evaluasi negatif bukanlah faktor utama yang menghambat mahasiswa dalam mengutarakan argumen. Sebagian besar variasi keraguan berpendapat dipengaruhi oleh faktor internal lain seperti efikasi diri akademik, pola pikir positif, perfeksionisme, dan pengelolaan emosi. Implikasi dari penelitian ini menekankan perlunya strategi pembelajaran interaktif yang adaptif dari dosen guna meningkatkan keberanian mahasiswa dalam bersuara di kelas.